Artikel

 

KURIKULUM 2013 DAN NEOKOLONIALISME PENDIDIKAN

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Pernyataan Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT, Drs. Piter Sinun Manuk yang dimuat Flores Pos,edisi Kamis, 11 Desember 2014 Nomor 78 Tahun XV pada halaman pertama bahwa Kurikulum 2013 tidak serta merta dihentikan begitu saja, saya Setuju dan sepakat dengan Kadis Piter Sinun Manuk dengan argumentasi yang saya dapat dari sejumlah referensi hukum – hukum pendidikan Pencinta pendidikan seantero NTT, sepakat dan menyetujui  supaya Kurikulum 2013 harus tetap dipertahankan.Argumentasi utama  diteruskannya Kurikulum 2013 adalah pemberlakuannya dengan sebuah Permendikbud 81a tahun 2013 tentang Permendikbud Tentang Implementasi Kurikulum Pasal 1 Implementasi  kurikulum  pada  SD/MI, SMP/MTs,  SMA/MA,  dan  SMK/MAK  dilakukan  secara  bertahap mulai TP 2013/2014, sedangkan penghentiannya hanya dengan SE Mendikbud, Anies Baswedan, dan langsung ke sekolah-sekolah.PP Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17  Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan, dikangkangi dengan tidak   mengakomodir peran Gubernur dalam mengelola pendidikan di provinsi.

Sisi lainnya  adalah bahwa  walaupun kurikulum ini adalah juga KTSP yang  baru tahun ke dua pelaksanaannya secara nasional, semakin banyak guru,kepala sekolah serta pengawas sekolah mampu meningkatkan kompetensinya,memenuhi amanat UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,PP 74 Tahun 2008 tentang Guru , Permenegpan & Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya serta Permenegpan & Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya melalui Penilaian Kinerja Guru. Pendekatan pembelajaran dalam Kurikulum 2013,, scientific, yang mengandung unsur 5 M (mengamati,menanya,mengumpulkan informasi, mengasosiasi; dan mengkomunikasikan.) merupakan ciri pendekatan  kurikulum ini sungguh menjawab kebutuhan masyarakat akan lahirnya generasi cerdas yang bisa tahu diri, bersosialiasasi melalui penguasan pengetahuan dan ketrampilan, penilaian diri dan sesama/ antar teman.

Neokolonialisme pendidikan

Kurikulum yang diintrodusir pemerintah, dipercayai sebagai sebuah karya besar yang tentu telah dikaji secara profesional – reflektif, ilmiah, dan bukan tidak mungkin  menggunakan biaya serta tenaga yang tidak sedikit.Karya besar ini menjawab keinginan masyarakat untuk memiliki generasi muda yang survive,  dan kompetitif dengan generasi muda negara  tetangga atau dunia di bidang pengetahuan, ketrampilan dan sikap sosial dan spiritual. Sebab tujuan negara Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan  bangsa Indonesia . Persoalan serius yang  semestinya dilanjutkan oleh pemerintah sekarang  c.q. Kemendikbud sekarang bukannya menghentikan Kurikulum 2013 tetapi memenuhi regulasi- regulasi yang telah ditetapkan seperti antara lain  UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PP 74 tahun 2008 tentang Guru,Standar Nasional Pendidikan sebagaimana disyaratkan dalam PP 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sejumlah Permendiknas produk KTSP tahun 2006, PermenegPan dan RB, SE Bersama sejumlah Menteri, Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang SPM Dikdas.

Tentang SNP yakni  SI, SKL,Proses, PTK,Penilaian, Sarana prasarana, Pembiayaan, masih berupa aturan hukum yang belum dilaksanakan secara penuh.Membuktikannya, bisa dilihat Hasil UN yang dikeluarkan Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud atau hasil EDS online  Siap Padamu Negeri Tahun 2013.Demikian juga Permendikbud Nomor 23 tahun 2013 tentang Perubahan atas Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang SPM Dikdas,kurang diperhatikan, baik oleh pemerintah kabupaten/ kota maupun satuan- satuan pendidikan.

Permendikbud ini antara lain menyatakan bahwa setiap  SD/MI  tersedia  2  (dua)  orang  guru  yang  memenuhi  kualifikasi akademik  S1  atau  D-IV  dan  2  (dua)  orang  guru  yang  telah  memiliki sertifikat pendidik, di  setiap  SMP/MTs  tersedia  guru  dengan  kualifikasi  akademik  S-1 atau  D-IV  sebanyak  70%  dan  separuh  diantaranya  (35%  dari keseluruhan  guru)  telah  memiliki  sertifikat  pendidik,  untuk  daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%, setiap  SMP/MTs  tersedia  guru  dengan  kualifikasi  akademik  S-1  atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk  mata  pelajaran  Matematika,  IPA,  Bahasa  Indonesia,  Bahasa Inggris, dan Pendidikan Kewarganegaraan,setiap  kabupaten/kota  semua  kepala  SD/MI  berkualifikasi  akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik,setiap  kabupaten/kota  semua  kepala  SMP/MTs  berkualifikasi  akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. Pasal 6 SPM  pendidikan  merupakan  acuan  dalam  perencanaan  program  dan penganggaran pencapaian target masing-masing daerah kabupaten/kota.,(2)  Perencanaan  program  dan  penganggaran  SPM  pendidikan  sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (1)  dilaksanakan  sesuai  dengan  pedoman/standar teknis yang ditetapkan,(3)  Target pencapaian pelayanan dasar bidang pendidikan harus tercapai pada akhir tahun 2014.

Aturan –aturan ini sungguh dibutuhkan masyarakat, tetapi sialnya implementasinya masih belum optimal bahkan tidak diperhatikan.Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT, Drs.Piter Sinun Manuk pernah menceriterakan bahwa ada Kepala Daerah di NTT yang apatis bahkan tidak menghadiri rakor  pendidikan padahal diundang oleh Gubernur NTT.Kemasabodohan kepala daerah seperti ini bukan tidak mungkin akan tidak mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan di daerahnya.Daerah kepulauan seperti NTT, sangat penting untuk selalu berkoordinasi dan duduk bersama membangun pendidikan bumi Flobamora.

Produk- produk hukum pendidikan yang diarsiteksi dan didesain para pakar pendidikan dan politisi, jika hanya sekedar kalimat- kalimat indah di atas kertas, dan tidak diawasi pelaksanaannya, adalah bentuk neokolonialisme pendidikan karena hanya untuk kepentingan para pemikir dan  kelompok tertentu  dan implementasi produk- produk hukum itu justru menjadi sebuah masa adventus panjang bagi paserta didik dan orang tua yang mendambakan pendidikan sebenarnya  dengan tujuan sebagaimana dinyatakan UU Nomor 20 Tahun 203 yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Kurikulum 2013 mengoptimalkan kompetensi guru untuk menunjukkan sikap ilmiah dalam pembelajaran yang bercirikan pendekatan scientific dan  PKB untuk aktif dalam aktivitas- aktivitas wadah profesi untuk PD, PI dan KI.

Mempertahankan kurikulum 2013 haruslah berargumentasi seperti ini, dasar hukum dan mempertahankan kebebasan ilmiah guru demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional.Pendidikan berkaitan manusia, peserta didik,  bukan sebagai kelinci percobaan  para cendekiawan dan politisi yang melahirkan konsep dan kebijakan brilian tetapi tidak merakyat.

K13 jangan dihentikan, perbaiki  dan implementasikan regulasi- regulasi pendidikan. Semua pihak perlu segera kritisi untuk segera selamatkan anak didik generasi penerus bumi Flobamora, bahkan bumi pertiwi. Itu saja.

Kosmas Takung

HP 081339469828

kosmastakung@ymail.com

Koordiantor Pengawas ( Korwas Manggarai)

Rt 020 RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

IN MEMORIAM K13 DAN RUMAH BELAJAR NTT
Oleh

Kosmas Takung
Korwas Manggarai
Memaknai Program Gong Belajar Pemerintah Provinsi NTT sebagai gerakan moral yang berupaya membangun kesadaran berbagai pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pengasramaan,pengendalian jam belajar serta reward bagi guru berprestasi, menjadikan NTT sebagai rumah belajar ideal kegiatan pendidikan dan pembelajaran.Sebagai rumah belajar, semua pihak terhindar dari rationalisasi esensi pendidikan.Artinya bahwa semua sepakat, hanya dengan pendidikan yang berkualitas, generasi NTT ke depan terhindar dari predikat minor yang menegatifkan tanah tumpah darah rakyat Flobamora. Gong Belajar adalah implementasi dari PP Nomor 17 Tahun 2010 yang diperbarui dengan PP 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan Bagian Ke tiga Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Provinsi Pasal 17 Gubernur bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional di daerahnya serta merumuskan dan menetapkan kebijakan daerah bidang pendidikan sesuai kewenangannya.
Sebagai Rumah Belajar, semua warga NTT perlu mengetahui bahwa hingga minggu ke 2 Desember 2014, umumnya sekolah- sekolah menyelenggarakan UAS r Ganjil TP 2014/2015,diikuti pembagian raport .Walaupun Kurikulum 2013 yang baru enam bulan pelaksanaannya di NTT akan berakhir menyusul SE Mendikbud 5 Desember 2014 . Nomor : 179342/MPK/KR/2014
perihal Pelaksanaan Kurikulum 2013 dimana akan dihentikan bagi sekolah yang baru melaksanakannya satu semester, tetapi melanjutkannya bagi sekolah- sekolah yang telah melaksanakannya 3 semester, masyarakat tetap perlu mengetahuinya.
In memoriam K13 walau usianya hanya sebentar, sekilas wajahnya perlu diketahui , berkaitan dengan implementasi Pemendikbud 104/2014 tentang Penilaian Hasil Belajar Peserta didik dengan penskoringan yang selama ini dikenal dengan angka 1-100 atau 1-10 dirubah menjadi 1-4 untuk pengetahuan dan ketrampilan di mana Sangat menguasai 4,menguasai 3,Cukup menguasai 2, dan Kurang menguasai 1, sedangkan untuk nilai sikap adalah Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K). Sesuai Permendikbud 81a Tahun 2014, penilaian jenis ini hanya untuk siswa kelas 1,2, 4, dan 5 SD, kelas 7 dan 8 SMP/MTS, serta kelas 9 dan 10 untuk tingkat SMA/MA, dan SMK.Sehingga masyarakat terutama orang tua siswa tidak kaget jika rapor anaknya memuat hasil belajar dengan penilaian 1-4. Pelaksanaan UAS ini perlu didorong oleh semua pihak untuk dilaksanakan dengan berhasil karena nilai yang diperoleh ternyata berpengaruh,sebagai salah satu yang menentukan kelulusan UN Peserta didik dengan merujuk sejumlah regulasi tentang Kriteria Kelulusan UN selama ini .
Mengacu pada Edaran Mendikbud 5 Desember 2014, maka khusus NTT, hanya 50 sekolah yang terus menerapkan Kurikulum 2013, terdiri dari 26 SD,15 SMP,7 SMA, dan 2 SMK, tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS dan TTU. Tentang hal ini, setidaknya Gubernur NTT dalam waktu singkat akan mengundang para Bupati/ Wali Kota untuk membicarakannya lebih matang, menyiapkan sekolah- sekolah dan madrasah di NTT menghadapi perubahan ini.
NTT 2014
Wajah pendidikan Bumi Flobamora sepanjang tahun 2014, setidaknya dari hasil UN 2014 , disebut pemerintah Provinsi NTT sebagai lebih baik dari tahun sebelumnya.Kebanggan ini tentu membandingkan hasil UN 2013 dengan 2014.
Puspendik Kemendikbud telah mengumumkan Analisis Hasil UN Tahun 2014 tingkat SMP, SMA, dan SMK semua satuan pendidikan di Indonesia. Data ini diharapkan sudah dimiliki semua sekolah dan Dinas Pendidikan masing- masing kota/Kabupaten untuk segera dipelajari mengingat SKL UN tahun 2013-2015, sama, sesuai Peraturan BSNP Nomor 0019/P/BSNP/XI/2012 tanggal 20 November 2012 tentang Kisi- kisi UN Untuk Satuan Dikdasmen Tahun Pelajaran 2012/2013 (3) serta Peraturan BSNP Nomor 0027/P/BSNP/IX/2014 tanggal 30 September 2014 tentang Kisi- kisi UN Untuk Satuan Dikdasmen Tahun Pelajaran 2014/2015.
Hasil UN 2014 tingkat SMP NTT tahun 2014 disebutkan bahwa rerata ketercapaian penguasaan materi mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang membaca data/ nonteks adalah 70,92% di bawah Nasional 77,69, yang tahun sebelumnya 60.22 NTT dan nasional 71.50,membaca pemahaman berbagai karya sastra hanya 70,80 di bawah nasional 72,15,dan tahun sebelumnya NTT 65.26,, dan nasional 71.32, membaca pemahaman berbagai teks sastra 69,98 di bawah nasional 67,32,yang sebelumnya NTT 60.65 di bawah nasional 70.06,menulis berbagai teks nonsastra 69,50 di bawah nasional 68,36,dan tahun sebelumnya NTT 52,65 sedangkan nasional 75.74 tetapi untuk menulis berbagai teks sastra NTT berada di atas nasional 75,29 sedang nasional 69,31, dan menyunting teks nonsastra NTT 66,14 di atas nasional yang hanya 63,85, sedangkan tahun sebelumnya 49.75 NTT, dan Nasional 55.92.
Matematika,materi Operasi Bilangan Aritmatika Sosial, barisan/ deret,Unsur-unsur/ Sifat-sifat bilangan datar( dimensi dua), Unsur- unsur/ sifat bilanagn datar( dimensi tiga),Statistik Penyajian data dan ukuran pemusatan serta Konsep Teori Peluang, yakni masing-masing 49,23,54,60,50,18,45,31, dan 48,45 semuanya di bawah nasional, yakni 61.32,62.42,60.58, 58.01, dan 60.44.Membandingannya dengan hasil UN 2013, prestasi tahun 2014 sebenarnya bervariasi karena untuk materi yang sama, capaiannya adalah 51.26, 40.28,41.63,59.66,41.69 untuk NTT, sedangkan nasional 61.11,54.95,50.92,66.71, dan 53.09.
IPA untuk materi Fisika Alat Ukur, Zat dan Kalor, Dasar- Dasar Mekanika , Bunyi dan Cahaya, Mengenal Listrik serta Tata Surya, NTT memperoleh rerata masing-masing 63.63,53.71,59.93,40,82,51.87, dan 34.87 di bawah nasional yang mencapai 77.18,67.41,67.76,61.26,62.41, dan 55.79. Tahun 2013 untuk materi yang sama, capaian NTT adalah 53.77,49.12,50.28,51.38,41.03,48.58,46.98,40.77,43.08,73.78,71.60,59.98,46.67, dan 46.85, sedangkan nasional 62.55,62.97,55.42,59.37,57.65,61.51,64.63,51.06,56.14,76.88,77.71,57.66,56.98, dan 53.23.
Bahasa Inggris, Memahami Informasi dan Teks Tunggal, Memahami Informasi dan teks Tulis/ Wacana, Melengkapi Teks Rumpang ( Teks yang tidak lengkap) serta Menyusun Kata dan Kalimat Acak masing-masing memperoleh rerata 55.54, 57.91,57.77, dan 52.63 di bawah nasional 66.33,66.07,61.72 dan 61.97.Capaian ini terlihat bervariasi perubanhannya dibanding dengan hasil 2013, yakni NTT 55.11,51.04,45.44, dan 50.82, sedangkan nasional 61.96,55.70,50.45, dan 62.54.
Rerata UN SMP NTT tahun 2014 adalah 5,81 di bawah nasional 6.52 bahkan jauh di belakang Papua 6.75, sedangkan rerata NS 8.21 di atas nasional yang hanya 8.17 serta di atas Papua yang hanya 7.95.
Membandingkannya dengan rerata UN tahun 2012/2013, rerata UN 2014 jauh lebih baik karena meningkat,yakni 5.28 menjadi 5.81, dan NS melonjak dari 7.97 menjadi 8.21.
Tingkat SMA, tahun 2013 Juruan Bahasa, rerata UN adalah 6.00, dan tahun 2014 5.71, sedangan US adalah 8.33 menjadi 8,46. IPA, rerata UN 2013 adalah 5,58, dan tahun 2014, 4.92, sedangkan US tahun 2013 adalah 8.30, dan 2014 naik menjadi 8.42.Jurusan IPS, tahun 2013, rerata US adalah 8.27 dan tahun 2014 adalah 8.37.
Tingkat SMK, rerata US tahun 2013 adalah 8.02 sedangkan tahun 2014 adalah 8.05, sementara rerata UN tahun 2013 adalah 5.86 dan tahun 2014 5.60.
UN 2015 tetap menjadi harapan,prestasi terus membaik, pendidikan NTT mendapat tempat terhormat , Gong Belajar menggema menjadikan Flobamora sebagai Rumah Belajar.
********************************

Kosmas Takung
kosmastakung@ymail.com
HP 081339469828
RT 020 RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kec.Langke Rembong Manggarai

Artikel

UN 2015, GURU DAN PGRI

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Dikeluarkannya Permendikbud Nomor 144 Tahun 2014 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dan  Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Dan UN Tahun 2015 ,idealnya harus menjadi isu paling seksi di dunia pendidikan di Indonesia beberapa bulan ke depan hingga  pelaksanaan Ujian Nasional 2015.Khusus untuk NTT, baik ,pemerintah provinsi, Kabupaten/ Kota, sekolah dan masyarakat, regulasi yang dikeluarkan 14 Oktober 2014, merupakan masukan sangat berarti dan adalah waktunya sekarang untuk dijadikan sebagai moment strategis untuk retrospeksi sejauhmana komitmen masa silam dan yang akan dilakukan sehingga anak- anak sekolah yang dipatri sebagai  pemimpin masa depan, tidak menangis bahkan stress tatkala gagal dalam Ujian Nasional yang penyelenggaraannya biasanya selama sepekan.Bagi yang bernurani, kegagalan anak-anak dalam Ujian Nasional adalah sebuah kesalahan yang harus perlu segera diperbaiki sebelum para siswa yang gagal karena kekuarangaanperhatian kita yang menyebut diri sebagai orang tua dewasa dengan segala macam gelar akademik, jabatan dan status sosial,mengutuki  kebijakan dan komitmen serta kompetensi yang tidak optimal ditunjukkan.

Sepintas, regulasi kelulusan UN 2015 mengandung sikap optimisme semua pihak, terutama sekolah karena  kriterianya menjadi 50:50. Mengutip Permendikbud ini, Pasal 4 (5a) Rata-rata nilai rapor dengan bobot 70%: 1) Semester  I  sampai  dengan  semester  V    pada  SMP/MTs,  SMPLB,  dan Paket B/Wustha; 2) Semester  III  sampai  dengan  semester  V  pada  SMA/MA,  SMALB, SMK/MAK, dan Paket C;3) Semester  I  sampai  dengan  semester  V  bagi  SMP/MTs  dan  SMA/MA yang menerapkan SKS; b.  Nilai Ujian S/M/PK dengan bobot 30%;( 2)  NA  merupakan  gabungan  Nilai   S/M/PK  dan  Nilai  UN  dengan  bobot   50% Nilai S/M/PK dan   50% Nilai UN.Dengan demikian porsi Ujian sekolah dan Ujian Nasional menjadi imbang, meningkat dibanding tahun- tahun sebelumnya yang hanya 40:60.

Menyimak keterangan Kepala Dinas PPO Provinsi NTT , Drs.Piter Sinun Manuk dalam berbagai kesempatan bahwa prosentasi kelulusan UN beberapa tahun terakhir di NTT terus membaik hingga 30 besar bahkan menembus 20 besar, jauh dari sekadar tradisi yang hanya mengawal posisi buntut.Sikap optimis Kepala Dinas Piter Sinun Manuk  perlu diikuti dengan tindakan nyata dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, organisasi sosial dan politik termasuk orang tua bahkan para siswa peserta Ujian nasional sendiri.

Diskusi dalam berbagai kesempatan. para Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT  dan pengawas sekolah kabupaten/ kota,sepakati  bahwa langkah awal yang segera dilakukan sejak dikeluarkannya Permendikbud ini adalah masing- masing satuan pendidikan dan pemerintah kabupaten/kota  merencanakan bedah SKL yang termuat dalam  lampiran Permendikbud dimaksud serta Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0019/BSNP/XI/2012 tentang Kisi- kisi Ujian Nasional Untuk Satuan Pendidikan  Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2012/2013 tanggal 20 November 2012.

Bedah SKL  merupakan salah satu upaya mempersiapkan para siswa peserta Ujian Nasional dan sekolah menghadapi Ujian  upaya untuk tidak  membiarkan sekolah berjalan sendirian. Pemerintah provinsi, kabupaten/kota juga harus sigap dengan menyiapkan kebijakan- kebijakan pendidikan yang tepat dan ontime antara lain sosialisasi berlapis berupa spanduk, baliho UN, mendampingi wajah para politisi.Tentang hal ini, secara jujur dikatakan bahwa pengalaman menunjukkan bahwa sosialisasi UN masih kalah bersaing dengan sosialisasi diri para politisi merebut hati rakyat.Menjelang UN,seminar dan lokakarya lebih mencari solusi strategis merebut hati peserta Ujian Nasional, bersamaan dengan diskusi kehebatan program- program pendidikan yang telah dirasakan, yang bukan tidak mungkin kurang familiar di dunia peserta UN.Semua pihak aktif mendiskusikan upaya- upaya untuk menang dan berhasil dalam Ujian Nasional berupa meningkatnya prosentasi kelulusan yang dilihat dari NA dan akan  lebih bergengsi adalah lulus dengan hasil UN yang memenuhi bahkan di atas standar minimal kelulusan.

Bagi masyarakat wajib mengawali regulasi ini sebagaimana yang diperintahkan UU Sisidiknas Nomor 20 Tahun 2003 Bagian Ketiga Hak dan Kewajiban Masyarakat Pasal 8 Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan dan Pasal 9 Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.Masyarakat tidak hanya menunggu hasil akhir melalui pengumuman hasil Ujian Nasional tetapi mengawal seluruh aktivitas guru di sekolah seperti kehadiran para guru yang harus mengajar 24-40 jam pelajaran seminggu yang berarti guru wajib ada di sekolah selama 4-7 jam pelajaran di sekolah, tidak berkeliaran di pasar atau di luar sekolah pada hari- hari efektif pembelajaran. Guru menyatakan kompetensi- kompetensinya dengan menampilkan kompetensi kepribadian berupa antara lain ketekunannya beribadat sesuai ajaran agama yang dianut, jujur , bertanggung jawab; kompetensi sosial antara lain mudah bersosialisasi,hospitalitas; dan kompetensi paedagogis antara lain senang mengajar; sedangkan kompetensi  profesional menguasasi ilmu yang diajarkan, mengajarkan kebenaran- kebenaran ilmiah. Hal yang sama wajib ditunjukkan seorang Kepala Sekolah

Semua pihak perlu merasa malu  karena nilai UN rendah, siswa-siswa tidak lulus, kebijakan pendidikan yang hanya melahirkan sebahagian  generasi muda yang hanya menonton orang luar membangun NTT seperti membuat dan menjual bakso,sol sepatu serta  membuka usaha kecil menggoreng dan menjual kue pisang serta mebuka warung makan.

Jika  masing- masing kabupaten /kota  di NTT  malu dengan mutu pendidikan yang telah kita hasilkan selama ini dan bukan tidak mungkin telah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit  ,kredibilitas masyarakat, membaik, dan terhindar dari umpatan dan gugatan  generasi muda yang  frustrasi, stress karena gagal dalam UN.

Adalah kewajiban  semua pihak mengawal penerapan sejauh mana norma- norma dan hukum pendidikan membumi di kabupaten/kota di seantero NTT seperti sebagaimana      PP  RI Nomor 38 / 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan  Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, PP 19 Tahun 2005 dan PP 32 Tahun 2013 tentang Perubahan PP 19 / 2005 tentang SNP , bahkan SPM sebagaimana diatur dengan Permendikbud Nomor 23 / 2013 tentang Tentang  Perubahan  Atas  Peraturan  Menteri  Pendidikan Nasional  Nomor  15  /  2010  Tentang  SPM Pendidikan Dasar Di Kabupaten/Kota. Belum lagi gaji guru yayasan dan komite jauh di bawah UMP  NTT Tahun 2014 sebesar Rp 1.150.000?Sebuah utopia.

Jujur disebutkan bahwa SNP pada satuan- satuan  pendidikan di NTT, dengan tidak mengecuilkan hasil EDS Online Padamu Negeri 2013, jauh dari yang diharapkan.Mengacu pada PP 38 Tahun 2007, pemerintah kabupaten/ kota  sehariusnya berhak menutup satuan pendidikan yang tidak menjawab visi misi pemerintah Kabupaten/ Kota.

Berkenaan dengan  HUT Guru dan PGRI yang ke- 69 tahun 2014  tanggal 25 November  yang kegiatannya antara lain adalah  Kampanye Pendidikan Bermutu,wadah profesi guru ini juga perlu berkontribusi memajukan pendidikan di NTT dengan melakukan aktivitas- aktivitas kemanusiaan dan paedagogis yang mampu meningkatkan prosentasi dan kualitas UN  2015. Niscaya.

Artikel

MENGOLEKSI RUPIAH RECEHAN DAN PENDIDIKAN SEPENUH HATI DI NTT

Oleh

Gambar

Kosmas Takung

Penerbangan marathon sehari kami, Labuan Bajo-Denpasar-Bandung hingga  Bandara Internasional Kualanamu Medan, walau sangat melelahkan,tiba juga dengan selamat .Cuaca,Minggu, 25 Mei 2014 itu memang agak kurang bersahabat karena Labuan Bajo sejak pagi hingga sore hari diguyur hujan lebat berbalut kabut tebal.Akhibatnya,Wings Air yang kami tumpangi jurusan Labuan Bajo – Denpasar mengalami penundaan keberangkatan, seharusnya tertera di tiket pukul 11.00, digeser hingga pukul 14.00.Sejumlah turis bule nyeletuk dan tanya saya, apakah tetap ada penerbangan ke Denpasar karena waktunya demikian molor.Menjawabnya, saya persilahkan bertanya langsung kepada petugasSang turis bule puas, mengerti dengan cuaca yang agak kurang bersahabat, hujan  deras , gelap ,dan berawan.

Mengikuti Lokakarya Nasional dan RAT Nasional Koperasi Kredit Inkopdit,bagi saya adalah pertama kali, dalam kapasitas sebagai salah seorang pengurus Koperasi Kredit Florette yang asetnya/31 Mei 2014 mencapaiRp 8 milyar dengan anggota sebanyak 2000-an orang .Kegiatan ini diikuti 700-an pengurus koperasi kredit dan Pusat Koperasi Kredit seluruh Indonesia, di hotel berbintang,Santika dyandra Hotel & Convention Medan yang fasilitasnya serba mewah, dengan biaya yang tergolong mahal.

Menghitung biaya yang dikeluarkan masing- masing koperasi kredit untuk transportasi pengurus pergi- pulang, dan kontribusi ke panitia, tidak sedikit.Setiap peserta minimal memanfaatkan dana masing- masing koperasi kredit hingga belasan juta rupiah.

Dana sebesar itu adalah akumulasi Sisa Hasil Usaha bersama koperasi kredit, kumpulan dari sisa hasil usaha rupiah recehan, dari satu rupiah hingga sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah hingga menghasilkan jutaan, bahkan milyar rupiah.

Aset milyaran rupiah yang dimilik Kopdit Florette dan lainnya merupakan akumulasi keleksi rupaiah recehan yang di Kabupaten Manggarai, tidak digunakan. Lihat saja transaksi di kios atau toko serta swalayan di Kabupaten Manggarai, harganya selalu   dibulatkan ke atas atau sebaiknya.Tak seorangpun penghuni bumi Manggarai melihat kondisi ini, menghargai rupiah recehan.Hanyalah  koperasi kredit/ cu yang mengapesiasi rupiah recehan.Masih demikian banyak warga masyarakat yang belum melihat celah mengumpulkan rupiah recehan dengan menjadi anggota koperasi kredit.” Mengapa orang NTT belum banyak tertarik menjadi anggota koperasi kredit, padahal koperasi kredit adalah salah satu jalan untuk bisa keluar dari kemiskinan.Heran, ya?”, tanya teman- teman dari Kalimantan yang mengakui bahwa koperasi kredit mereka memiliki aset hinggas triliun rupiah dengan jumlah anggota mencapai ratusan ribu orang.

Pendidikan Sepenuh Hati

Hasil UN SMA/MA,SMK/MAK NTT tahun 2014,cukup menggembirakan.Peserta UN SMA/MA sebanyak 44.685 orang, yang ,yang lulus sebanyak 44.236(99%), sedangkan 1% tidak lulus, yakni sebanyak 449 orang. Ketidaklulusan ini tersebar di Kota Kupang 4 orang, Kabupaten Kupang 6 orang, TTS 46 orang, TTU 17 orang, Belu 56 orang, dan Alor  sebanyak 19 orang.Lembata 2 orang, Flores Timur 4 orang, Sikka 6 orang,Ende 17 orang, Nagekeo 3 orang. Manggarai Timur 27 orang, Manggarai 3 orang, dan Manggarai Barat sebanyak 1 orang.Kabupaten Sumba Barat Daya 11 orang, Sumba Timur 124 orang, Sumba Barat 73 orang, Sabu Raijua 26 orang,Rote Ndao 4 orang.Kabupaten Nagada dan Sumba Tengah 100%.Tahun sebelumnya,  kelulusan SMA NTT hanya mencapai 98,50.

Prosentasi kelulusan itu juga diikuti perolehan nilai sempurna,sepuluh,  mata pelajaran matematika tingkat SMK. Referensi yang saya miliki bahwa  data dari  SMK Widyabakti Ruteng Manggarai, menyebutkan 7 siswa sekolah ini memperoleh nilai sempurna  UN Mata Pelajaran Matematika.Mereka adalah Meltiana Dahlia,Natalia Jimun,Antonius Vanika Tebok,Iridus Afrianus Dakul,Elisabet Ylinda Juita,dan Yuliana Serlina Plating.

Di tingkat SMP sebagaimana diberitakan  media online Suara Pembaruan,Jumad, 13 Juni 2014.mengutip pengakuan Kepala Dinas PPO Provinsi NTT,Drs.Sinun Petrus Manuk ,kelulusan mencapai,99,89% dari peserta sebanyak 86.150 orang .Prosentase ini memang  berada sedikit di bawah kelulusan  nasional, yakni 99,94%. NTT masih harus berjuang keras.

Walau demikian, ada hal yang membanggakan.Kelulusan  tingkat SMP /MTs di NTT,menggambarkan  kemajuan  . Setidaknya diraih 10 kabupaten/kota di NTT  yang tingkat kelulusan UN tahun 2014 mencapai 100 persen. 

“Sepuluh kabupaten/kota itu adalah Kota Kupang, Alor, Ngada, Manggarai, Sumba Barat, Lembata, Rote Ndao, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua,” kataKadis P dan K NTT, Sinun Petrus Manuk kepada wartawan di Kupang, Jumat (13/6). 

Berdasarkan nilai akumulatif tertinggi, Kabupaten Rote Ndao peringkat pertama, 30,89 persen , rata-rata 7,72 disusul Sabu Raijua 29, 23 persen atau 7,30, dan Manggarai Barat 28, 89 persen atau 7, 22 persen, Menyusul Alor 28,89 persen atau nilai 7,18, Sumba Barat 28,63 persen atau 7,15, Manggarai 28,49 persen atau 7,12, Manggarai Timur 28,35 persen atau 7,08, Nagekeo 28, 22 persen atau 7,05, Timor Tengah Selatan (TTS) 27,92 persen atau 6,98, dan Lembata 26,78 persen atau 6,69.

Hasil UN adalah akumulasi dari seluruh proses aktivitas pendidikan, Tata Kelola, Aksesbilitas, dan Peningkatan Mutu berdasarkan SNP Pendidikan sebagaimana disyaratkan PP Nomor 19 Tahun 2005  yang sudah diganti dengan PP Nomor 32 Tahun 2013.SNP mengatur apa yang dibuat oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Satuan Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru, PTK dan Siswa, serta Orangtua dan masyarakat serta Dunia Usaha.Ibarat uang recehan,hak dan kewajiban semua pihak/ stakeholder, jika beraturan, akan menghasilan pendidikan yang semakin berkualitas. Banyak hal- hal kecil yang lebih operasional tetapi sangat bernilai.Inilah pendidikan sepenuh hati, taat asas,dilaksanakan dengan berpedoman pada aturan- aturan.

Keterlaksanaan SNP sebenarnya terlihat pada IP SPMP sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013.

Disiplin

Di Ende,ketika memfasalitasi sejumlah asesor dalam Penyegaran Asesor sedaratan Flores,Mei 2014,KetuaBAP NTT, Drs. Simon Riwu Kaho memuji sejumlah sekolah swasta Katolik yang dikelola biarawan/ biarawati,yang mampu memoleswajah sendu pendidikan daerah ini. Sekolah – sekolah itu mampu mencerahkan pendidikan bumi Flobamora. Sekolah –sekolah itu antara lain SMA Mercusuar di Kupang , SMA Surya dan SMK Nenuk  di Belu, SMAK Geovani di Kota Kupang, SMA Podor di Flores Timur, SMA Frater dan Hokeng di Sikka, SMAK Syuradikara di Ende, SMA Seminari Mataloko di Ngada, SMA Seminari Kisol di Manggarai Timur. Simon Riwu Kaho mengisyratkan disiplin merupakan kunci keberhasilan yang ditunjukkan sekolah- sekolah yang disebutkannya.Disiplin adalah salah satu dari 18 nilai pendidikan karakter yang diintrodusir kemendiknas sejak tahun 2010.

Sialnya, nilai- nilai karakter ini masih sekedar teks tertulis yang jauh untuk dibathini. Disiplin mahal,sebagai  tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan

Disiplin yang diisyaratkan Drs. Simon Riwu Kaho, kata sederhana, tetapi syarat nilai. Disiplin  adalah penegakan aturan yang wajib ditaati.Jangan dirationalisasi.Disiplin menghantarkan pendidikan di daerah ini semakin bermutu,yang salah satu indikatornya adalah semakin meningkatnya prosentasi kelulusan.Tidak sulitkan?

Selamat memasuki Tahun Pelajaran 2014/2015.

O2SN KABUPATEN MANGGARAI 2014

KEGIATAN OLAHRAGA MENYEHATKAN

Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Empang A.Adrainus,S.Sos menegaskan, kegiatan olahraga dapat meningkatkan kesehatan.Kesehatan yang baik akan menunjang proses pembelajaran yang efektif.

Penegasan secara tertulis Kepala Dinas Empang A.Adrianus,S.Ss disampaikan oleh Kepala Bidang Olahraga, Drs.Mansuetus Tatus, kepada peserta O2SN tingkat SD dan SMP se-kabupaten Manggarai, Rabu, 23 April 2014 di halaman Kantor Dinas PPO Kabupaten Manggarai ketika membuka O2SN tingkat Kabupaten Manggarai tahun 2014.Peserta  yang merupakan utusan- utusan dari kecamatan seluruh Kabup[aten Manggarai  Iitu, didampingi guru masing-masing sekolah.

Gambar

Kepala Bidang Olahraga, Drs.Mansuetus Tatus

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Kabupaten Manggarai menurut Kepala Bidang Olahraga, Drs.Mansuetus Tatus dikuti siswa-siswi tingkat SD dan SMP. Tingkat SD mempertandingkanb Cang Olahraga Bola kaki mini, bola voly mini, Catur, sepak takraw, atletik dan bulu tangkis.Sedangkan tingkat SMP,kecuali cabang- cabang yang dipertandingkan  di tingkat SD, juga karate menggantikan cabang bola kaki mini.

Tujuan kegiatan ini menurut Kepala Bidang Olahraga, Drs. Mansuetus Tatus adalah mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga,membina dan mempersiapkan olahragawan berprestasi pada tingkat kabupaten, propinsi, nasional maupun internasiona , mengembangkan jiwa sportivitas, kompetetif, rasa percaya diri, dan rasa tanggung jawab,mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar olahraga, dan menumbuhkembangkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

Jumlah seluruh peserta tingkat SD adalah 495 org yang berasal dari 11 kecamatan  dengan rincian  Atlit               : 36 x 11 kecamatan               = 396 org pelatih            : 8 org x 11 kecamatan           =   88 org ,ofisial            : 1 org x11 kecamatan            =   11org..

Pemenang pertama dari masing-masing cabang akan mengikuti seleksi tingkat provinsi di Kupang, dan diberi hadiah oleh pemerintah Kabupaten Manggarai. Pemenang 2 dan 3 juga akan memperoleh hadiah dari pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas PPO Kabupaten Manggarai.

Berikut sejumlah gambar dokumentasi dari cabang Catur tingkat SD.

Gambar

       Gambar                                                                                                                                                         Sambutan tertulis Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai yang dibacakan Kepala Bidang Olahraga, Drs. Mansauetus Tatus membuka kegiatan OSN 2014, Rabu, 22 April 2014 di halaman Kantor Dinas PPO Kabupaten Manggarai, selengkapnya sbb:

Yang terhormat:

  • Para Wasit dan Juri
  • Para Kepala UPTD se Kabupaten Manggarai;
  • Para Ofisial dan Pelatih;
  • Para peserta/atlit ;

Singkatnya hadirin yang saya kasihi,

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,

Hadirin, peserta upacara yang berbahagia,

          Pertama-tama marilah kita senantiasa bersyukur ke hadirat Illahi, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan kasih-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan, dan kecintaan sehingga kita dapat mengikuti kegiatan O2SN  2014, dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Dan tak lupa pula saya menyampaikan uacapan selamat Pesta Paskah bagi kita  semua yang merayakannya, kiranya dengan kebangkitan Kristus  akan senantiasa membawa semangat baru dalam tugas pengabdian kita di masa-masa yang akan datang.

          Pada kesempatan ini, perkenankan saya,  atas nama  Pemerintah ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada  seluruh insan pendidikan, dan pemangku kepentingan lain atas segala ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang diberikan  dalam menumbuhkembangkan  potensi peserta didik dalam dunia pendidikan khususnya di bidang Keolahragaan.  Kita juga berdoa bagi para tokoh dan pejuang pendidikan yang telah mendahului kita agar memperoleh tempat yang layak disisi-Nya dan kita semua yang saat ini memperoleh amanah untuk mengelola pendidikan  diberi kekuatan, kecerdasan, dan kesabaran dalam mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik.

Hadirin yang tercinta,

          Kegiatan O2SN ini merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap tahun secara berjenjang mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota, Propinsi dan Tingkat Nasional. Hal ini terlihat jelas bahwa Pemerintah sebagai pengelola dan penyelenggara pendidikan telah berupaya keras dalam melaksanakan program-program peningkatan mutu pendidikan. Ujung tombak dari peningkatan mutu pendidikan adalah kegiatan proses pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran akan lebih efektif apabila ditunjang dengan kondisi kesehatan dan daya kreatifitas siswa yang baik.

          Peningkatan kondisi kesehatan dapat ditunjang melalui beberapa kegiatan antara lain, melalui bidang olahraga. Kegiatan yang lebih mengarah pada proses pembelajaran telah dilaksanakan di sekolah-sekolah melalui program-program yang telah tertuang pada kurikulum mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Untuk menyemarakkan, memotivasi dan memberdayakan sekolah perlu didukung suatu wadah yang menampung kegiatan tersebut dalam bentuk pertandingan

Hadirin yang terkasih,

          Penyelenggaraan O2SN tingkat Kabupaten ini merupakan tahap kedua setelah diseleksi pada tingkat sekolah dan Kecamatan. Tentunya peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan putra-putri terbaik hasil seleksi di tingkat sebelumnya. Bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan peserta didik sejak usia dini untuk mencintai dunia olahraga sekaligus sebagai ajang pembinaan serta mempersiapka olahragawan berprestasi di tingkat Kabupaten, Propinsi nasional maupun internasional di masa depan. Untuk itu saya mengajak kita sekalian untuk bisa mengikuti proses seleksi ini dengan penuh semangat kebersamaan dalam rasa persaudaraan sejati. Percayalah bahwa hanya melalui sebuah proses yang berkelanjutan ini kita bisa menghasilkan bibit-bibit unggul di masa yang akan datang.

          Bagi anak-anak para altet sekalian, saya mengajak kalian semua untuk mengikuti pertandingan ini dengan mengedepankan sikap saling menghormati, sportifitas yang tinggi, rasa percaya diri dan penuh tanggung jawab. Tunjukan bahwa diri kalian memang pantas sebagai duta sekolah dan kecamatan. Dan bagi kalian yang meraih prestasi terbaik dalam ajang ini akan dipilih menjadi duta Kabupaten untuk bersaing di tingkat Propinsi dan bukan hal yang mustahil kelak anda akan menjadi duta Propinsi untuk bertanding di tingkat Nasional.

Hadirin yang berbahagia,

          Sebelum saya mengakiri sambutan ini ijinkan saya untuk menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tinnginya bagi para Kepala UPTD, para Kepala Sekolah, para guru atau pembina olahraga atau siapa saja yang dengan caranya sendiri telah memberikan dukungan dan perhatian sehingga kegiatan kita sudah sampai pada tahap sekarang ini. Kiranya Tuhan senantiasa merestui segala perjuangan yang luhur dan mulia ini demi terbentuknya generasi muda kita yang sehat, berprestasi, berkualitas, sportif, penuh percaya diri, tangggung jawab  dan cinta tanah air.

          Akhirnya dengan memohon restu Allah yang Maha Kuasa dan atas ijin kita semua, maka kegiatan O2SN Tingkat Kabupaten Manggarai Tahun 2014 ini saya buka dengan resmi.

 

………….Palu 3X…….

Sekian dan terima kasih 

Ruteng, 23 April 2014

Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai

 

           Empang Adil Adrianus, S.SOS

 

PENILAIAN KINERJA GURU MANGGARAI 2014

TAHUN 2014:

DINAS PPO MANGGARAI MENILAI KINERJA 1.459 GURU

Sebanyak 1.459 guru semua jenjang satuan pendidikan di lingkungan Dinas PPO Kabupaten Manggarai, dinilai kinerjanya sepanjang Tahun 2014.

Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Adrianus A.Empang mengingatkan kepada 50 anggota tim penilai agar program ini dilaksanakan sesuai regulasi- regulasi terkait, antara lain Permenegpan & RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsinal Guru an Angka Kreditnya, PP 4 Tahun 200 tentang Guru, bahkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Dalam pembekalan kepada penilai yang terdiri dari seumlah guru senior, kepala sekolah dan pengawas sekolah yang dilangsungkan pekan terakhir Maret 2014 di aula Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Kepala Dinas Adi Empang mengingatkan tegas agar dalam PKG , para penilai memperhatikan hal-hal  seperti  harus dilaksanakan secara obyektif yaitu penilaian  kinerja  guru dilaksanakan  secara  obyektif sesuai  dengan kondisi nyata guru dalam melaksanakan tugas sehari hari;adil yaitu penilai kinerja guru memberlakukan  syarat, ketentuan, dan  prosedur standar kepada semua guru yang dinilai;akuntabel,hasil pelaksanaan penilaian kinerja guru dapat dipertanggungjawabkan;bermanfaat,penilaian kinerja guru bermanfaat bagi guru dalam rangka peningkatan kualitas kinerjanya secara berkelanjutan, dan sekaligus pengembangan karir profesinya;transparan,proses penilaian  kinerja  guru memungkinkan  bagi  penilai, guru yangdinilai, dan pihak  lain  yang berkepentingan, untuk memperoleh  akses informasi atas penyelenggaraan penilaian tersebut;berorientasi pada tujuan, penilaian berorientasi pada tujuan yang telah ditetapkan;berorientasi pada proses di mana penilaian kinerja guru tidak hanya terfokus pada hasil, tetapi juga perlu memperhatikan  proses,  yakni bagaimana  guru dapat mencapai  hasil tersebut;berkelanjutan ,penilaian penilaian  kinerja  guru dilaksanakan secara  periodik,  teratur,dan  berlangsung  secara terus  menerus  (on going) selama seseorang menjadi guru; dan rahasia,hasil penilaian  kinerja guru hanya  boleh diketahui oleh  pihak-pihak terkait yang berkepentingan.

Penilaian kinerja guru memiliki dua fungsi utama, yaitu untuk: (1). menilai unjuk  kerja  (kinerja) guru dalam menerapkan semua  kompetensi yang  diperlukan pada proses  pembelajaran, pembimbingan,  atau pelaksanaan  tugas tambahan yang  relevan  dengan  fungsi sekolah/madrasah.  Dengan  demikian, hasil  penilaian  kinerja  menjadi profil kinerja guru yang dapat memberikan  gambaran kekuatan  dan  kelemahan guru. 

Profil  kinerja  guru  juga dapat dimaknai  sebagai suatu analisis kebutuhan  atau  audit  keterampilan  untuk  setiap  guru yang  dapat dipergunakan sebagai dasar untuk  merencanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru, dan

 (2). menghitung  angka  kredit  yang  diperoleh  guru  atas  kinerja pembelajaran, pembimbingan,  atau pelaksanaan  tugas tambahan yang  relevan  dengan fungsi  sekolah/madrasah pada  tahun penilaian  kinerja  guru dilaksanakan.

Kegiatan  penilaian  kinerja dilakukan  setiap  tahun  sebagai bagian dari proses pengembangan karir dan promosi guru untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsionalnya. Hasil penilaian kinerja guru diharapkan dapat bermanfaat untuk menentukan berbagai kebijakan yang  terkait  dengan  peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru  sebagai  ujung  tombak pelaksanaan  proses pendidikan dalam menciptakan insan yang cerdas, komprehensif, dan berdaya saing tinggi.

Penilaian  kinerja   guru merupakan  acuan  bagi  sekolah/madrasah  untuk menetapkan  pengembangan  karir  dan  promosi  guru. Bagi  guru, penilaian kinerja guru merupakan pedoman untuk mengetahui unsur-unsur kinerja yang dinilai dan sebagai sarana  untuk mengkaji kekuatan  dan  kelemahan individu dalam rangka memperbaiki kualitas kinerjanya.

Dokumentasi kegiatan pembekalan untuk 50 asesor di aula Dinas PPO Kabupaten Manggarai itu, sebahagiannya tergambar dalam foto- foto berikut:

 

Gambar

Kepala Dinas, Adrianus Adil Empang,S.Sos( Ke dua dari kiri)

Gambar

Gambar

Gambar

Para Penilai Kinerja Guru Manggarai 2014 mengikuti pengarahan pembekalan Kepala Dinas PPO Manggarai ( Gamnbar 2,3,dan 4)

 

 

SMP NEGERI 4 LANGKE REMBONG

MISA SYUKUR DAN BERKAT RUANG KELAS BARU

Pastor Paroki Santu Nikolaus Golo Dukal Keuskupan Ruteng, Pater Johanes Djuang Somi,SVD, Sabtu, 29 Maret 2014 memimpin Misa Syukuran berkenaan dengan rampungnya pembanguna n fisik sejum lah ruang kelas SMPN 4 Langke Rembng  di Lao Kelurahan Wali.Misa syukur dihadiri seluruh guru, karyawan, siswa, dan komite serta orang tua para siswa.Misa syukur yang juga dihadiri  para pengawas sekolah Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Camat Langke Rembong, Petrus C.Masangkat, dan Lurah Lawir serta Lurah Pau, dan tokoh- tokoh masyarakat setempat.

Dalam khotbahnya, Pater Yan mengingatkan seluruh keluarga besar SMPN 4 Langke Rembong untuk memaknai syukur atas  rampungnya pembangunan sejumlah ruang kelas baru ini melalui pelaksanaan tugas dengan baik. Syukuran harus diikuti dengan kegiatan  nyata oleh semua pihak, kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa dengan karya nyata..

Misa syukuran dimeriahkan koor  siswa bersama guru SMPN 4 Langke Rembong.Sebelum berkat penutup, Pater Yan memberkati seluruh RKB yang baru dibangun.

Kepala Sekolah, Robertus Mangkung,S.Pd dalam sambutannya menyebutkan sejumlah catatan keberhasilan sekolah yang dibangun 4 tahun silam ini, antara lain kelulusan 100% peserta UN tahun 2013 sebanyak 97 orang, dan bertekat untuk memperoleh hasil yang sama  di tahun 2014 dengan peserta sebanyak 110 orang.” Kami siap, angkatan ke dua  yang berjumlah 110 orang akan 100% juga  dan kualitasnya akan lebih baik,” tekat Robert Mangkung.

Dokumentasi hasil; Evaluasi Diri Sekolah tahun 2013,Rata-rata 6 SNP SMPN 4 Langke Rembong adalah 6,99, dengan rincian  Standar, Kompetensi Lulusan 5,06,Standar Isi7,95Standar Proses5,87, Standar Penilaian 8,08,Standar PTK7,5,6,dan Standar Pengelolaan 8,20. Jumlah peserta didik yang kini mengiuti KBM di sekolah ini sebanyak 510 orang, tersebar pada 13 rombongan belajar

Suasana misa syukur dan pemberkatan RKB  SMP Negeri 4 Langke Rembong ini, sebahagian dokumentasinya nampak dalam foto- foto berikut.

Gambar

Koor siswa-siswi SMPN 4 Langke Rembong

 

Kepala Sekolah, Drs. Robertus Mangkung

Kepala Sekolah, Robertus Mangkung,S.Pd

Gambar

Pater Yohanes Djuang Somi,SVD memberkati salah satu ruang KBM RKB

Gambar

Salah satu Grup tari adat siswa mengisi acara panggung gembira

 

 

AROMA JABATAN PENGAWAS SEKOLAH KIAN MEWANGI

Oleh

Gambar

Kosmas Takung

kosmastakung@ymail.com

Keberadaan pengawas sekolah, – nama umum untuk semua jenis Pengawas Satuan Pendidikan, Pengawas Mata Pelajaran/ Rumpun Mata Pelajaran, Pengawas Bmbingan dan Konseling, serta Pengawas Pendidkan Luar Biasa(PLB)-, secara eksplisit dinyatakan dalam Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Penddikan Nasional yang setidaknya tersirat dalam Pasal 66 (1)  Pemerintah, Pemerintah Daerah……. melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pendidikan ………...Juga dalam PP Nomor 19 tahun 2005 tentang SNP dalam Pasal 23 yaitu Pengawasan  proses  pembelajaran  sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal  19  ayat  (3)  meliputi  pemantauan,  supervisi,  evaluasi, pelaporan,  dan  pengambilan  …….dstnya, dan Pasal 24 Standar  Proses yang meliputi pengawasan proses perencanaan  pembelajaran,  pelaksanaan pembelajaran, ………. dstnya. Pasal 39 (1)  Pengawasan  pada  pendidikan  formal  dilakukan  oleh pengawas satuan pendidikan. dan 2)  Kriteria  minimal  untuk  menjadi  pengawas  satuan  pendidikan meliputi antara lain memiliki  sertifikat  pendidikan  fungsional  sebagai pengawas satuan pendidikan; lulus seleksi sebagai pengawas satuan pendidikan. PB Mendiknas danKepala  BKN    Nomor 01/III/Pb/2011 Nomor 6 Tahun 2011TentangPetunjuk Pelaksanaan Jabatan FungsionalPengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya, antara lain berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV bidang pendidikan;memiliki keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan bidang pengawasan; memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/c; usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun.Juga diatur dalam  Permenegpan&RB Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, dan  Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional danKepala  Badan  Kepegawaian  Negara    Nomor 01/III/Pb/2011 Nomor 6 Tahun 2011TentangPetunjuk Pelaksanaan Jabatan FungsionalPengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya.

Kualifikasi dan Kompetensi

Adalah Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi dan Kualiikasi Pengawas  sebagai regulasi paling tua yang mengatur Kualiikasi dan Kompetensi Pengawas Sekolah.Kompetensi- kompetensi itu adalah  Kompetensi Kepribadian, yang antara lain memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan, Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas tugas jabatannya, kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas tugas jabatannya, memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggungjawabnya,Kompetensi Supervisi Manajerial antara lain  menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi tujuan dan program pendidikan di sekolah, ,menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah, membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Kompetensi Supervisi Akademik antara lain  memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan  tingkat satuan pendidikan/ mata pelajaran/rumpun mata pelajaran, Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan  tingkat satuan pendidikan/ mata pelajaran/ rumpun mata pelajaran dan BK, membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan tingkat satuan pendidikan  atau mata pelajaran berlandaskan standar isi, standar dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP, Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui bidang pengembangan di sekolah, membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan di sekolah  atau mata pelajaran, membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa pada tiap bidang pengembangan di sekolah atau mata pelajaran.

Kompetensi Evaluasi Pendidikan antara lain menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan di sekolah, membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di sekolah  atau mata pelajaran, menilai kinerja kepala sekolah, guru dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di sekolah  atau matapelajaran, memantau pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di sekolah atau mata pelajaran.Kompetensi Penelitian dan Pengembangan antara lain  menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan, menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas, menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif, melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan.

Fakta menunjukkan bahwa demikian banyaknya nada- nada sumbang tentang kompetensi dan kualifikasi para pengawas sekolah kita.Adanya kesenjangan antara kualifikasi dan pengawas sekolah dan guru, bahkan  kompetensi yang disyaratkan. Guru demikian gencar mengikuti kuliah kualifikasi, sementara pengawas sekolah kita  masih tergolong belum mengupdate diri. Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten /kota mestinya melihat kondisi ini. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota mengaturnya jelas.

 

Semakin Mewangi

 

Sejak dikeluarkannya PP 74 Tahun 2008 tentang Guru, Pengawas Sekolah berhak menerima tunjangan sertiikasi sebagaimana guru. Disebutkan Dalam Bab III  Hak Bagian Kesatu  Tunjangan Profesi  Pasal 15 (4)  Guru  yang  diangkat  dalam  jabatan  pengawas  satuan  pendidikan  tetap  diberi  tunjangan  profesi  Guru  apabila  yang  bersangkutan  tetap  melaksanakan  tugas  sebagai pendidik yang.  berpengalaman  sebagai  Guru  sekurangkurangnya 8 (delapan) tahun atau kepala sekolah  sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, memenuhi  persyaratan  akademik  sebagai  Guru  sesuai dengan peraturan perundang-undangan, memiliki Sertifikat Pendidik; dan melakukan  tugas  pembimbingan  dan  pelatihan  profesional Guru dan tugas pengawasan.

Walaupun masih banyak pengawas sekolah yang belum berkualiikasi S1 tetapi memiliki  sertiikat pendidik( PP 74 Tahun 2008 tentang Guru, Pasal 15  (1) Tunjangan  profesi  diberikan  kepada  Guru  yang  memenuhi persyaratan sebagai memiliki  satu  atau  lebih  Sertifikat  Pendidik  yang telah  diberi  satu  nomor  registrasi  Guru  oleh  Departemen) akan tetap  memiliki hak memperoleh tunjangan sertiikasi yang besarnya sebesar gaji pokok terakhir.

Kecuali  karena BUP pengawas sekolah hingga 60 tahun(PP Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perubahan Ke- 4 Atas Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahunm 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil), dan sejumlah tunjangan yang diperoleh,jabatan pengawas sekolah ke depan  bakal menebar aroma yang semakin mewangi bagi PNS yang sungguh terpanggil menjadi pengawas sekolah yang konon berpredikat sebagai  guru para guru.Jika sangat eksklusive seperti ini, berorientasi uang, pengawas sialan, bakal menghancurkan pendidikan bumi Flomaora. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.

 

 

 

KONGREGASI SUSTER-SUSTER PASIONIS CP

25 TAHUN KARYA SUSTER PASIONIS LEDA DI KEUSKUPAN RUTENG

Tahun 2014, genap 40 tahun para Suster PasionIs berkarya di Indonesia, sedangkan  di Keuskupan Ruteng, tahun 2017 akan genap 25 tahun berkarya. Perayaan syukurannya di Ruteng akan dilaksanakan bersamaan 4o tahun karya para Suster Pasionis di Indonesia. Rencanaya, syukuran untuk kedua peistiwa berahmat ini dilangsungkan di Biara Pasionis Leda Ruteng, 28 Agustus 2014 melalui misa syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup ruteng, Mgr.Hubertus Leteng.

Panitianya sudah dbentuk, terdiri dari  para Suster Pasinonis dari  komunitas, yakni Komuntas Leda Ruteng, Komunitas Rekas, dan Komunitas Maukeli-Nagekeo, Pastor Paroki  dan Pengurus DPP serta toko- toko umat katolik dari Paroki Santu Nikolaus Golo Dukal.

Sejumlah kegiatan sudah mulai dilaksanakan.Dana misalnya, sejumlah donatur bersedia menyumbang untuk kebutuhan  seluruh aktivitas perayaan syukur ini. Para Suster Pasionis Leda Ruteng, sosialisasi  dan aksi panggilan ke sekolah- sekolah di kota Ruteng, bahkan mengandeng siswi- siswi SMA Katolik Santu Fransiskus Ruteng tampil bersama para suster memeriahkani misa pertama Minggu, 23 Maret 2014 di Golo Dukal, Gereja Katolik Paroki Santu Nikolaus Golo Dukal.

Suasana Misa Mnggu 23 Maret 2014 di Gereja Katolik Golo Dukal, sebahagan dokumentasinya ada alam foto- foto berikut:Gambar

 

 

GambarGambar

 

 

Gambar

(Foto- foto Kosmas Takung)

MEMBENTUK MANUSIA CERDAS ALA SMA SANTA MARIA ITENG

Lahir tahun 2003 sebagai satu-satunya SMA di Kecamatan Satar Mese, sekolah yang berada di bawah yayasan SUKMA ini, berhasil meraih peringkat 1  untuk jurusan IPA hasil UN SMA Kabupaten Manggarai Tahun 2013. Kelima belas peserta UN berhasil memperoleh rerata nilai 41,61  dari 6 mata pelajaran yang di-UN-kan.SMA Katolik Santa Maria Iteng, menduduki peringkat 1 dari 18 SMA di Kabupaten Manggarai jurusan IPA yang mengikuti UN tahun 2013.” Kami mendapat dukungan suster Kompasionis yang menyiapkan dan mengelola asrama bagi siswa peserta UN”, kata guru- guru setempat Jurusan IPS menduduki peringkat 2, di bawah SMAN 1 Cibal, dan jurusan IPA,sedangkan jurusan Bahasa tidak ada.

Keberhasilan tahun 2013 menurut para guru diharaplkan akan dikuir kembali paa tahun 2014. Dengan tenaga guru yang ada dengan komposisi 2 orang PNS, 18 orang guru yayasan dengan kualiikasi anya 2 orang yang non S1, para optimis akan bakal terulangnya sejarah tahun 201.

SMA Santa Maria Iteng dalam ujian tahun ini akan menikutsertakan 102 peserta dengan rincian jurusan IPA sebanyak 10 orang, jurusan IPS sebanyak 92 orang.”Kami intensifkan bimbingan belajar sore dan malam hari, di luar KBM., Para siswa peserta UN sedang mengikuti try out “, kata salah seorang Wakasek, Kanisius  Jehola S.S kepada pengawas sekolah, Drs. Kosmas Takung dan Mikhael Mus, BA Selasa, 18 Maret 2013 di kantor sekolah ini. Kedua pengawas mendatangi sekolah untuk melaksanakan pembinaan dan supervisi Standar Penilaian Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 sebagai realisasi kegiatan perjalanan supervisi rutin Pengawas Sekolah Dinas PPO Kabupaten MaNGGARAI BULAN Maret 2013.

Visi sekolah yang kini dipimpin Romo Didi Mbembo, Pr ini addalah membentuk mmanusia cerdas, trampil, berbudaya an unggul dalam prestasi.Misinya adalah menyiapkan sarana pembelajaran yang memadai serta tenaga pengajar yang proesional guna terwujudnya out put yang bermutu dalam iman,ilmu dan trampil dalam berwirausaha;menyiapakn lingkungan belajar yang aman, nyaman dan harmonis agar siswa dapat bbelajar mengembangkan sendiri minat, bakat ( membaca, seni suara, olahraga prestasi serta trampil mengoperasikan komputer sampai tingkat mandiri;membina siswa untuk berprestasi alam bidang studi bahasa Inggris, dan MIPA sebagai prioritas unggulan serta meningkatkan mutu lullusan;pemberdayaan komite untuk meningkatkan SDM melalui kegiatan pelatihan serta vpelaksanaan program pendidikan kecakapan idup; menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agamna an buaya bangsa sehingga menjadi sumber kearian dalam bertindak; dan menumbuhkan semangat persaudaraan, kekeluargaan, kerukunan, rasa dan tolon menolong.

Peserta didik yang sedang belajar di SMAK Santa Maria Iteng hingga Maret 2014 terdiri dari kelas X sebanyak 96 orang tersebar pada 4 rombonagn nbelajar, kelas XI IPA= 10 orang, XI IPS sebanyak 86 orang, dan kelas XII saebanayk 102 orang.Seingga jumlah seluruh siswanya adalah 294 orang.

Gambar

 

 

Gambar

 

Gambar

 

ambara 1-3 Suasana pertemuan Pengawas dengan Para Guru SMAK Santa Maria Iteng di ruang perpustakaan sekolah.

Gambar

 

Gedung p[erpustakaan dan gedung laboratorium IPA yang baru selesai dibangun dan siap digunakan.

(Foto- foto Kosmas Takung )

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.