CAKRAWALA PENDIDIKAN DI NEGERI TITIPAN TUHAN

Oleh

 

Kosmas Takung

Pengawas Bimbingan dan Konseling Dinas PPO Manggarai

Nusa Tenggara Timur.Singkat sebutannya,NTT.Teman- teman di media sosial sering menyebutnya bangga.Bangga memiliki provinsi kepulauan,Flobamorata.karena sebagai Negeri Titipan Tuhan. Walaupun tergolong  provinsi dengan jumlah penduduk yang jarang,namun tanahnya subur walau tergolong  kekurangan air, namun tetap  mampu  menyiapkan dan menjanjikan sejuta kehidupan untuk warganya, dan sejuta  lainnya belum terjamahkan. Berjubelan warga  luar datang  dari seantero nusantara bahkan dunia mengais rejeki mendapatkan pekerjaan yang disiapkan untuk kehidupan.Tak terhitung uang negara mengalir membesarkan daerah ini yang bertujuan mulia, mensejahterakan rakyat yang menyebutmu sebagai tanah lelulur dan tanah tumpah darahnya.Sehingga uang sebesar itu akhirnya sama- sama dinikmati, baik bagi yang bertumpah darah NTT maupun sesama saudaranya yang hanya “bermigrasi” sementara.Siapapun tahu keistimewaan yang sulit ditemukan di daerah lain bahwa Negeri Titipan Tuhan ini bak firdaus,kecuali alamnya yang diciptakan demikian subur dan serba indah  mempesona, juga parameter dan surganya toleransi kehidupan sosial dan keagamaan.

Bongkahan tanah ciptaan Tuhan yang dinamai Flores,Sumba,Timor,Alor dan Lembata serta lainnya menghiasi cakrawala negeri kepulauan,permata satu-satunya di dunia dengan keunikannya seperti binatang komodo,danau triwarna Kelimutu,wewangian cendana, alat musik tradisional yang mendunia sasando,tanamankenari, dan pesona lainnya yang mengundang decak kagum warga dunia.Di tengah keistimewaan Negeri Titipan Tuhan ini, ada yang iri hati dan cemburu sehingga kadang-kadang melihatnya dengan sebelah mata dan melabelnya dengan Nanti Tuhan Tolong. Mereka tidak tahu malu,sebab justru mereka yang hidup dan menguras isi perut buminya, tak terhitung nilai uang dan kekayaan berlimpah yang mereka peroleh, seperti antara lain emas,mangan, dan jenis lainnya.

Kecenderungan Negeri Titipan Tuhan sebagai destinasi orang mengais rejeki bukan tidak mungkin disebabkan di belahan lain negeri dan dunia ini karena munculnya bencana banjir, kebakaran hutan yang mengakhibatkan gersangnya sejumlah lahan pertanian dan bencana asap yang mengancam nyawa dan  kehidupan, ditambah maraknya praktek demoralisasi dan dehumanisasi lainnya.Nilai-nilai kehidupan dipretel perlahan-lahan dan ruang mendapatkan matapencaharian semakin sempit.Di Negeri Titipan Tuhan, Flobamorata bisa mendapatkannya dengan leluasa.Hebatkan NTT-ku???

Wajah Sayu Pendidikan

Menghargai  dan mewariskan keistimewaan Negeri Titipan Tuhan,Nusa Tenggara Timur antara lain hanya dapat dilaksanakan tatkala pendidikan di daerah ini memiliki mutu yang baik,setidaknya ada pada barisan provinsi-provinsi yang lebih baik mutu pendidikannya dengan parameternya adalah hasil Ujian Nasional saban tahun.

Disadari bahwa mimpi NTT itu membutuhkan proses panjang untuk dapat meraihnya.Sebab, bukan tidak mungkin,untuk mendapatkan pendidikan bermutu,bak mimpi Indonesia yang mendambakan kulitas persepakbolaan Nusantara sejajar dengan negara pesepak bola dunia,minimal pada barisan negara-negara elit sepak bola dunia.Sebab,konon  peringkat sepak bola Indoneia dalam kancah persepakbolaan dunia  masih berada pada peringkat 180, di bawah Timor Leste dan Malaysia,  170 dan 171,  jauh di bawah Brasil yang memuncakinya.Padahal kompetisi antar klub saban waktu dilaksanakan, mendapat dukungan pemerintah dengan fasilitas lapangan sepak bola yang tergolong mewah.Bahkan masyarakat luas pun tidak sedikit membantunya.Pesepak bola profesional dunia pun  diimport, bergabung dengan klub-klub sepak bola yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Hasilnya tetap saja latah sebagaimana kita saksikan.

Mutu  pendidikan Bumi Flobamorata, mirip benar dengan mutu persepakbolaan Indonesia. Sejarah panjang pendidikan yang ditorehkan provinsi ini dengan mudah  dibaca pada deretan hasil UN saban tahun, yang selalu saja berada di posisi buntut.Secara psikologis, keadaan ini bukan tidak mungkin berpengaruh pada menurunnya kondisi psikologis peserta didik  karena selama mengeyam pendidikan, dibayangi rasa takut  mendapatkan hasil UN jelek.Karenanya tidak heran jika   mereka selalu cemas dan bukan tidak mungkin inferioritas dan pesimis akan masa depannya  karena selalu berkutat dengan pengalaman pendidikan yang kurang kondusif..

Jujur diakui bahwa ketercapaian Standar Nasional Pendidikan NTT sebagaimana diatur dalam PP 19/2005 yang sudah beberapa kali dirubah ,belum optimal.Setidaknya hanya Standar Isi yang pelaksanaannya baik, sementara 7 standar lainnya belum optimal sehingga tidak heran hasil UN kita selalu di posisii deretan buntut.Hasil UN 2015 membuktikannya, SMP berada pada peringkat  31 ,SMA pada peringkat 34, dan SMK pada peringkat  26 dari 34 provinsi di Indonesia.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Sinun Petrus Manuk mengungkapkannnya akhir tahun 2015 silam di Hotel Kristal Kupang di depan peserta Musyawarah Besar Pendidikan dan Kebudayaan NTT yang dihadiri Sekda Kabupaten/ Kota, Kadis PPO/PK,Korwas, Kepala Sekolah dan Guru se Provinsi NTT.

Memperbaiki mutu pendidikan, sebenarnya mudah dilaksanakan, karena regulasinya sudah disiapkan.Tinggal bagaimana aturan-aturan itu ditegakkan dan dibatinkan,mulai dari pengambil kebijakan hingga praksisnya hingga level satuan pendidikan.Regulasi-regulasi pendidikan demikian banyak,mulai dari UUD 1945 hinga sejumlah Permendikbud keluaran sepanjang tahun 2015.

Sebahagaian regulasi pendidikan itu diangkat dalam tulisan ini.PP 74/2008 tentang Guru.Guru sebagaimana diatur dalam regulasi ini adalah guru  mengajar,guru BK, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.Disebutkan Pasal  17 ayat(1) Guru Tetap pemegang Sertifikat Pendidik berhak mendapatkan tunjangan profesi apabila mengajar di satuan pendidikan yang rasio minimal jumlah peserta didik terhadap gurunya adalah: untuk TK, RA, atau yang sederajat , MI atau yang sederajat ,MTs atau yang sederajat,SMK dan MAK 15 : 1; sedangkan SD atau yang sederajat ,SMP atau yang sederajat   SMA atau yang sederajat 20:1.

Yang dekat dengan regulasi ini, adalah Standar Proses yang diatur dengan Permendiknas 41/2007 di mana Jumlah maksimal peserta didik dalam proses pembelajaran adalah bahwa setiap rombongan be­lajar adalah SD/MI : 28 peserta didik,SMP/MT : 32 peserta didik,sedangkan SMA/MA dan SMK/MAK masing-masingnya adalah 32 peserta didik.

Dengan demikian, jika ada satuan pendidikan yang rombongan belajarnya memilki peserta didik lebih dari ketentuan di atas, dipastikan bahwa mutu KBM kurang baik karena peserta didik tidak mengalami proses pembelajaran.Hal seperti ini bisa terjadi, dan bukan tidak mungkin satuan pendidikannya lebih mengutamakan BOS untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Dalam kondisi demikian,PP 38/2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota,seharusnya bisa ditegakkan.

Regulasi lainnya adalah Permendiknas 12 dan 13 Tahun 2007 yang mengatur tentang Kualifikasi Pengawas dan Kepala Sekolah yang diikuti  Permendiknas 28/2010 tentang Pemberian Tugas Tambahan kepada Guru sebagai Kepala Sekolah serta PermenegPan & Reformasi Birokrasi Nomor 16/2009 dan 21/2009.Kedua regulasi terakhir ini mengatur tentang Jabtan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya serta Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya yang antara lain mewajibkan guru,Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah melaksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan,belajar terus.Sialnya, masih saja ada di antara mereka  yang belum mampu mengejawantahkan regulasi- regulasi ini.Regulasi pendidikan,harus ditegakkan.

 

Tegar Tengkuk

Menjelajahi sejarah mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur dengan melihat hasil akhir UN saban tahun,daerah ini tergolong tegar tengkuk.Sebab,upaya-upaya pembangunan pendidikan dari tahun  ke tahun seakan belum menjawab kebutuhan pendidikan yang bermutu.Standar Pelayanan Minimal, Standar Nasional Pendidikan yang selalu ditakar melalui Evaluasi Diri Sekolah, Akreditasi, Ujian Nasional dan lain-lain  belum menggugah para pihak untuk membenahi pendidikan secara serius hingga bisa berkompetisi tidak hanya tingkat lokal di NTT tetapi hingga tingkat nasional.

Tetapi kita optimis. Negeri Titipan Tuhan  Nusa Tenggara Timur dalam Ujian Nasional tahun 2016,dilihat  dari seluruh geliat aktivitas pendidian sepanjang tahun 2015/2016 dengan mengikutsertakan  semua satuan pendidikan dalam kegiatan nasional pendidikan, tingkat provinsi bahkan kabupaten /kota melalui Program BERMUTU, TEQIP,PRODEP dan kegiatan wadah kerja guru,Kepala Sekolah dan pengawas Sekolah,hasil UN membaik.Semoga.

SEPAK BOLA INDONESIA  DAN MUTU PENDIDIKAN NTT

 

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Mimpi Indonesia agar kualitas persepakbolaan negeri ini sejajar dengan negara- negara jago bola kaki dunia,identik dengan NTT yang mengimpikan kualitas pendidikan daerah ini sejajar dengan provinsi lainnya yang kualitas pendiidikannya selalu mendapat posisi terhormat. Simak saja peringkat sepak bola Indoneia dalam kancah persepakbolaan dunia yang konon berada pada peringkat mendekati peringkat 200 dunia, jauh di bawah Brasil yang memuncakinya.Padahal kompetisi antar klub saban waktu dilaksanakan yang mendapat dukungan pemerintah dan masyarakat serta memiliki fasilitas lapangan sepak bola yang tergolong mewah.Hasilnya tetap saja latah.

Dunia pendidikan Bumi Flobamora, mirip benar dengan persepakbolaan Indonesia.Upaya mendapatkan pendidikan bermutu di NTT,bak menangkap bayang-bayang. Sejarah panjang pendidikan yang ditorehkan selama ini sebagaimana bisa dibaca pada deretan hasil UN saban tahun, selalu saja berada di posisi buntut.Secara psikologis, keadaan ini sangat mempengaruhi turunnya mental peserta didik Bumi Flobamora karena selama mengeyam pendidikan mereka dibayangi ketakutan untuk mendapatkan hasil UN jelek, sementara di sisi lain mereka juga cemas, bagaimana masa depan mereka bisa diperbaiki dengan pengalaman pendidikan yang kurang kondusif.

Menghubungkan kondisi ini dengan tulisan  Dorothy Law Nolte (Children Learn What They Live) yang membahas membahas cara anak belajar dari apa yang mereka jalani. Pencapaian Standar Nasional Pendidikan di Nusa Tenggara Timur,belum optimal.Indikatornya mudah,nampak pada keterpurukan mutu pendidikan NTT selama ini selalu berada di peringkat buntut.Hasil UN 2015 lalu pun seakan mengulanginya kembali dengan hasil SMP berada pada peringkat  31 ,SMA pada peringkat 34, dan SMK pada peringkat  26 dari 34 provinsi di Indonesia.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Sinun Petrus Manuk mengungkapkannnya minggu pertama Desember di Hotel Kristal Kupang di depan peserta Musyawarah Besar Pendidikan dan Kebudayaan NTT yang dihadiri Sekda Kabupaten/ Kota, Kadis PPO/PK,Korwas, Kepala Sekolah dan Guru se Provinsi NTT.Prestasi ini berlarut lama, sehingga bukan tidak mungkin peserta didik sekolah- sekolah terutama peserta UN NTT saban tahun selalu dihantui rasa takut menghadapi Ujian Nasional karena mereka bisa mengestimasi hail UN mereka tidak sebaik provinsi lainnya.Bukan tidak mungkin meeka merasa minder dan sangat mempengarui psikologis mereka tidak tenang menghadapi Ujian Nasiona. Ya, secara psikologis  masuk di akal, karena kebiasaan rendahnya mutu pendidikan  Nusa Tenggara Timur dalam parade hail Ujian Nasional saban tahun.

 

Terpuruknya mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, tidak terkecuali dari pusat pemerintahan di Kupang.Bentuk keseriusan pemerintah dan DPR dalam bidang pendidikan tertuang dalam Pasal 31 ayat 4 UUD 1945 Amandemen ke 4 mengamanatkan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN serta dari APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Hal ini dikuatkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 013/PUU-VI/2008, Pemerintah harus menyediakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Alokasi anggaran diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan. Alokasi anggaran pendidikan lebih spesifik dituangkan dalam pasal 49 UU Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 yaitu  Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),

Jika merenungkannya secara dalam, anak- anak muda di NTT tidak mendapatkan secara utuh pendidikan yang dicita-citakan UUD 1945 atau UU Sisdiknas 20/2003.

Turunan dari kebijakan ini perlu diterjemahkan dalam bentuk kebijakan- kebijakan yang menggambarkan perhatian terhadapa dunia pendidikan yang aktivitasnya oleh dan untuk manusia sebagai aset terbesar bangsa Indoneia.Kebijakan dimaksud berkaitan dengan hak dan kewajiban, pemerintah,masyarakat, PTK maupun peserta didik.

Nusa Tenggara Timur, di ujung tahun 2015,membedah pendidikan Bumi Flobamora yang menurut Kadis P dan K NTT, Drs.Sinun Petrus Manuk seuai data hasil UN tahun terakhir masih menduduki peringkat buntur,26 untuk SMK,31 untuk SMP dan 34 untuk SMA dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Musyawarah Besar Pendidikan dan Kebudayaaan NTT yang dihadiri Pejabat tinggi se Provinsi NTT, Sekda, Kadis Kabupaten/ Kota, Korwas, Kepala Sekolah dan Guru hingga  jumlahnya 5 orang tiap kabupaten/kota,mengurai benang merah keternurukan pendidikan NTT.

Keterpurukann NTT dalam pengalaman saya sepintas dari minimnya nara sumber dari WI dan LPTK NTT yang menjadi nara sumber diklat- diklat wadah kerja guru dan PTK.Nara sumber justru dari provinsi lain,dan NTT bagi mereka adalah ladang subur memajukan pendidikan NTT.

Memajukan pendidikan di NTT tidak bisa hanya dengan orasi dari mimbar dengan kata dan kalimat- kalimat kebijakan.

Pendidikan berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan ketrampilan.

Dalam UU Sisdikans No 20/2003, pendidik terdiri dari Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama, sekolah ,dan masyarakat.

Pendidikan yang bermaksud menguasai pengetahuan dapat diajarkan, tetapi sikap dan ketrampilan haruslah dengan contoh.

Keberhasilan pendidikan di NTT tidak terlepas dari pelaksanaan sejumlah pprogram nasional yang diturunkan ke daerah- daerah.Sejak 2008,NTT menyertakan 5 Kabupaten mengikuti Program Bermutu, sebuah program peningkatan mutu pendidikan melalui……..

Program ini berjalan baik,  di antaranya keberhasilan para guru peserta dari 5 kabupaten peserta yakni Alor, Belu,TTS,dan Manggarai berupa kemampuan IT peserta.

Tatkala Mohmad Nuh menjadi orang nomor 1 di Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan,dicanangkan supaya NTT dimasukkan dalam mobil, jangan ditarik.Memasukkan NTT dalam mobil pendidikan bermutu tentu dirtikan terlibatnya seluruh komponen pendidikan di NTT dalam keseluruhan proses pembangunan pendidikan.Konsep mantan Mendikbud Muhamad Nuh sejogyanya melibatkan semua sektor lainnya yang menunjang pendidikan seperti kesehatan,transportasi, ekonomi, kesehatan, dan lain-lain.

Sederhanya, para nara sumber pelatihan melibatkan para pemikir pendidikan di NTT yang diambil dari LPTK- LPTK yang ada di daerah ini yang jumlah dan kualitasnya mendunia.Para pakar NTT lebih merasakan denyut jantung pendidikan NTT, bertanggung jawab penuh akan masa depan NTT.Pengalaman menunjukkan, turunnya nara sumber nasional dari berbagai sejumlah lembaga yang dimiliki Kemdikbud, walaupun dilasaksanakan dengan pola baru In On In, belum maksimal pencapainnya karena waktu dan keterbatasan tenaga mereka yang mengajar  di seluruh Indonesia.

NTT sebagai orang- orang pekerja keras, militan. Inilah modal yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak mutu pendidikan di NTT.NTT memiliki keistimewaan, perhatikan saja budaya dan tarian daerah kita yang indah mempesona, karakter agamais dan pekerja keras.Kok pendidikanya loyo?

Memulainya dengan mengkritisi regulasi- regulasi pendidikan yang ada. Setidaknya PP17/2010 yang dirubah dengan PP 66/2010 tentang Pengellaan Pendidikan menegaskan peran Gubernur membangun pendidikan di masing-masinbg provinsi.Hal ini wajib diturunkan dan diterjemahkan oleh masing –masing Bupati/Wali Kota bagaimana mensuport pendidikan bermutu untuk sebuah NTT.Pendidikan jangan diterjemahkan subyektif tiap daerah.

NTT memilki sejumlah LPTK, dihuni para pakar pendidikan,setidaknya mampu membedah carut marut pendidikan bak mengejar bayang-bayang yang belum jga sampai.Di ibu kota provivinsi Kupang, berdiri kekar para pengambil keputusan, akademisi untuk merancang sebuah pendidikan bermutu yang levelanya seperirti DKI, Jogyakarta dan Bali.PP 17/2010 menyatakannya jelas.Sialnya,angka 20% pendidikan kita berhasil dimanfaatkan tatkala kita membangun demikian banyak fisik sekolah seperti membangun stadion bola kaki yang menelan biaya tidak sedikit, tetapi para pemainnya tidak berkualitas. Salah satu penyebabnya adalah minimnya aktivitas PKB guru yang dislenggarakan di daerah- daerah yang hanya mengandalkan dana BOS. Dikhawatirkan bahwa BOS hanya memake fisik wajah sekolah, lalu kebutuhan anak untuk mendapatkan pendidikan bermutu dikesampingkan.Pendidikan Bermutu,bayanganmu terus kami kejar.

Dikeluarkannya Peraaturan BSNP Nomor 0034/P/BSNP/XII/2015 tanggal 22 Desember 2015 tentang Pos Standar Penyelenggaraan UN 2015/2016 serta Permendikbud 57/2015 Tanggal 14 Desember 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah melalui Ujian Nasional, dan Penilaian Hasil Belajar Oleh Satuan Pendidikan Melalui Ujian Sekolah/ Madrasah/ Pendidikan Kesetaraan Pada SMP/MTS Atau Yang Sederajad dan SMA/MA/SMK atau Yang Sederajat  membutuhkan perhatain serius semua pihak yang menghuni Flobamora.

RESENSI  KESEJAHTERAAN GURU DI HARI GURU 2015

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

.

Dalam sebuah diskusi dengan bruder-bruder Congregasi Santu Aloysius di Ruteng Manggarai   dalam kapasitas saya sebagai Koordinator Pengawas Sekolah Dinas PPO Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur tentang rencana mereka membuka sebuah lembaga formal pendidikan kejuruan mulai Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan spesifikasi mesin dan perlasan,saya sangat  kagum dan antusias karena biara ini akan langsung melaksanakan Kurikulum 2013.Dari segi sarana dan prasarana, sekolah yang bakal dibangun ini, telah menyiapkannya matang karena ruang KBM,Kepala Sekolah, Perpusatakaan, laboratorium dan bengkel, serta asrama  sudah dimiliki.Sarana dan fasilitas belajar ini sebahagiannnya adalah peninggalan SPGK Santu Aloysius, lembaga pendidikan  penghasil  guru TK SD yang pernah dimiliki  biara ini.

Yang mengagumkan juga bahwa  sebelum para guru memulai aktivitas KBM dalam tahun pelajaran mendatang, selama sebulan wajib mengikuti orientasi dan studi bancmarking  dengan sejumlah SMK ternama di Semarang, dan sejak para guru diberangkatkan mengikuti orientasi dan studi kemitraan, sudah bisa menikmati gaji yang konon mengikuti Upah Minimum yang berlaku di  NTT.

Rencana penggajian yang akan diberikan kongregasi ini dipastikan sebagai upaya besar mereka memberikan kesejahteraan yang pantas untuk seorang guru yayasan persekolahan yang selama ini cukup prihatin dibandingkan dengan gaji guru PNS yang penghasilannya jauh berbeda karena sebahagiannya memperoleh jatah tunjangan sertifikasi sebesar satu kali gaji pokok dengan nilai jutaan rupiah.Bandingkan sejumlah guru non PNS yang penghasilan bulanannya antara Rp Rp 400.000 s.d Rp Rp 1.250.000.

Ironisnya,dalam UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang diikuti PP 74/2008 tentang Guru, kometensi dan tugas guru, sama.Disebutkan bahwa kompetensi yang wajib dimiliki guru adalah Kepribadian,Sosial,Pedagogik, dan Profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal.Tidak ada dikotomi antara guru PNS dan Non PNS.Coba simak Permendikbud 28/2014 tentang Pemberian Kesetaraan Jabatan dan Pangkat Bagi Guru Bukan PNS, bahwa guru diangkat oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, penyelenggara pendidikan, atau satuan pendidikan.

Pasal 13 PermenengPanRB 16/2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, secara rinci menyebutkan tugas guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran  adalah menyusun kurikulum pembelajaran pembelajaran pada satuan pendidikan,menyusun silabus pembelajaran,menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran,menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran,menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya, menganalisis hasil penilaian pembelajaran,melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi,melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya,menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional,membimbing guru pemula dalam program induksi,membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran, melaksanakan pengembangan diri, melaksanakan publikasi ilmiah; dan membuat karya inovatif.

Sedangkan Guru Bimbingan dan Konseling, tugasnya adalah  menyusun kurikulum bimbingan dan konseling,menyusun silabus bimbingan dan konseling,menyusun satuan layanan bimbingan dan konseling,melaksanakan bimbingan dan konseling per semester,menyusun alat ukur/lembar kerja program bimbingan dan konseling, mengevaluasi proses dan hasil bimbingan dan konseling, menganalisis hasil bimbingan dan konseling,melaksanakan pembelajaran/perbaikan tindak lanjut bimbingan dan konseling dengan memanfaatkan hasil evaluasi, menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional,membimbing guru pemula dalam program induksi,membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran, melaksanakan pengembangan diri,melaksanakan publikasi ilmiah; dan membuat karya inovatif.Beban mengajar per minggu untuk guru kelas dan mata pelajaran adalah 24 jam- 40 jam, ekwivalen dengan beban kerja guru BK membimbing 150-200 peserta didik/ minggu.

Menegakkan Regulasi

Pengabdian guru- guru Non PNS adalah juga mencerdaskan bangsa dengan melaksanakan amanat  UU Sisdiknas 20/2003 tentang Sisdiknas yakni demi tercapainya tujuan pendidikan nasional yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sejatinya, kecuali mereka wajib melaksanakan tugas pokok guru,diimbangi dengan perhatian dan pemberian penghargaan yang manusiawi dan menikmati penghasilan yang layak.

Menjawabnya tidak sulit, sebab sejumlah instrumen telah disiapkan untuk mengakomodir kewajiban dan upaya pemenuhan kesejahteraan guru melalui PP Nomor 17/ 2010 yang dirubah dengan PP 66/2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan.Disebutkan antara lain bahwa Pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran pendidikan agar sistem pendidikan nasional di provinsi yang bersangkutan dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan akuntabel sesuai dengan kebijakan daerah bidang pendidikan.Pasal 28 PP ini menyebutkan bahwa Bupati/walikota bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional di daerahnya dan merumuskan serta menetapkan kebijakan daerah bidang pendidikan sesuai kewenangannya. Kebijakan daerah bidang pendidikan sebagaimana dimaksud merupakan pedoman bagi semua jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat di provinsi,kabupaten/kota,satuan atau program pendidikan di kabupaten/kota, dan dewan pendidikan di kabupaten/kota yang bersangkutan.Tinggal sekarang, siapa pemimpin yang mempunyai kepekaan hati, dan pikiran yang mampu mengejawantahkan regulasi- regulasi ini yang bisa menjawab kebutuhan dan kesejahteraan guru- guru Non PNS yang diberi beban yang sama dengan guru PNS karena nomenklatur mereka sama, guru.Menilik sejarah pendidikan, terutama di Nusa Tenggara Timur,guru- guru Non PNS demikian banyak berjasa  mencerdaskan rakyat Bumi Flobamora karena pengabdian tanpa pamrih mereka di sekolah- sekolah yayasan, perintis pendidikan di Nusa Tenggara Timur.Bentuk kepedulian pemerintah provinsi, kabupaten dan kota adalah hendaknya memiliki produk hukum berupa Peraturan Daerah  ataupun Peraturan Gubernur,Bupati dan Wali Kota di bidang pendidikan yang antara lain mengakomodir kesejahteraan Guru Non PNS untuk tidak dianaktirikan dari buruh.

Membahayakan, jika penghasilan guru- guru Non PNS masih saja tetap minim.Mereka butuh penghidupan  yang layak, sehingga tidak heran untuk mencukupinya, kerja ekstra di luar KBM.Mereka ke sekolah dan mengajar dengan tenaga sisa setelah tenaga mereka dikuras untuk mencari nafkah di luar mengajar guna mencukupi kebutuhan hidup  keluarga dan tuntutan kompetensi guru.Mengajar dan membimbing dengan tenaga yang tersisa, niscaya akan menghasilkan mutu pendidikan yang jauh dari harapan.

Mengutip sebahagian harapan Mendikbud Anies Baswedan 2 Mei 2015, bahwa aset terbesar bangsa adalah manusia, maka guru dan peserta didik yang merupakan manusia Indonesia perlu diperhatikan pengetahuan, sikap, ketrampilan dan kesejahteraannya.A healthy mind in ahealthy body, Men Sana In corpore sano.

Hari Guru Nasional 25 November 2015 yang  diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), kiranya tidak hanya dirayakan  ceremonial baris baris dan upacara bendera, tetapi juga sebagai momen untuk merenungkan  kesejahHari Guru, terutama Guru Non PNS.

PRODEP DAN PROFESIONALISME PENGAWAS SEKOLAH

 

 

Oleh

Kosmas Takung

NTT beruntung. Di tengah kondisi rendahnya kemampuan para kepala SD/MI dan SMP/MTS serta Pengawas sekolah melaksanakan supervisi,pemerintah Australia  melalui Kemendikbud RI, menyiapkan dana hibah sebesar Aus $ 110.000.000 untuk memperbaikinya dengan meningkatkan kompetensi pengawas S/M melalui pelatihan, baik di Kupang maupun Malang.Pemerintah Australia membantu Pemerintah Indonesia mengembangkan sebuah sistem nasional Pengembangan Keprofesian Tenaga Kependidikan, yang bertujuan memperbaiki/meningkatkan mutu kepemimpinan dan pengelolaan S/M.Program ini dilaksanakan  selama 3 tahun ke depan,menyertakan 13 Kabupaten/Kota se-NTT sebagai bagian  dari 250 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yangmengikutinya.Ke 13 Kabupaten/Kota di NTT yang mengikuti program Kemitraan Pendidikan Australia –Indonesia ini adalah  Ende ,Lembata ,Manggarai ,Manggarai Timur, Ngada ,Nagekeo ,Rote Ndao ,Sikka , Sumba Tengah  ,Timor Tengah Selatan ,Timor Tengah Utara ,dan Kupang. Keterpilihan  13 Kabupaten /Kota konon dinilai Kemendikbud karena keseriusannya melaksanakan program- program pendidikan.

Fakta menunjukkan rendahnya kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah di NTT dalam melaksanakan supervisi.Data Kemendikbud tahun 2013 menggambarkannya dalam Program EDS Online Padamu .Dalam skala 1-10 tingkat SD misalnya, pimpinan  melakukan supervisi dan evaluasi sesuai standar tingkat provinsi NTT hanya mencapai 3,02, dan tingkat nasional 3,11 dengan Standar Pengelolaan 7,35 tingkat provinsi dan nasional 6,86 ;tingkat SMP rerata 2,92 tingkat provinsi, dan tingkat nasional 0,29 dengan Standar Pengelolaan 7,25 tingkat provinsi dan tingkat nasional 6,97, dan tingkat SMA  2,86 dan 2,81 dengan Standar Pengelolaan 7,34 dan 7,08 masing-masing untuk tingkat provinsi dan Nasional, dan tingkat SMK Standar Pengelolaan 7,05 rerata provinsi dan  rerata nasional 6,96 dengan kemampuan pimpinan sekolah melaksanakan supervisi sesuai standar tingkat provinsi rerata 3,07 dan tingkat nasional 0,29.

Prodep (Profesional Develepment for Educational Personnel Program),hadir tepat waktu. Bagi NTT, sejumlah kegiatannya sedang dilaksanakan di Kupang, baik Pengawas SMP/MTs oleh P4TKIPS Malang, maupun Pengawas SD/MI yang diselenggarakan LPMP NTT.

Prodep memiliki  4 kegiatan,yakni PPKPPD      Program Pengembangan Kapasitas Pendidikan Pemerintah Daerah (Local Government Education Capacity Development Program),PPCKS    Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (Principal Preparation Program),PPKSPS/M dan Program pendampingan Kepala Sekolah oleh Pengawas Sekolah / Madrasah (The Supervisor Professional Development Program),dan PKB KS/M  Pengembangan Keprofesian   Berkelanjutan Kepala Sekolah /  Madrasah (Continuing Professional Development for School and Madrasah Principals).

Kunci keberhasilan Prodep ada di tangan Pengawas karena pelaksana utamanya  pengawas sekolah.Prodep menegakkan regulasi eksistensi Pengawas sekolah yang sejauh ini ‘dimarjinalkan’.UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Penddikan Nasional  setidaknya tersirat dalam Pasal 66 (1)  Pemerintah, Pemerintah Daerah……. melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pendidikan ………...Juga dalam PP Nomor 19 tahun 2005 tentang SNP dalam Pasal 23 yaitu Pengawasan  proses  pembelajaran  sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal  19  ayat  (3)  meliputi  pemantauan,  supervisi,  evaluasi, pelaporan,  dan  pengambilan  …….dstnya, dan Pasal 24 Standar  Proses yang meliputi pengawasan proses perencanaan  pembelajaran,  pelaksanaan pembelajaran, ………. dstnya. Pasal 39 (1)  Pengawasan  pada  pendidikan  formal  dilakukan  oleh pengawas satuan pendidikan. Dan 2)  Kriteria  minimal  untuk  menjadi  pengawas  satuan  pendidikan meliputi antara lain memiliki  sertifikat  pendidikan  fungsional  sebagai pengawas satuan pendidikan; lulus seleksi sebagai pengawas satuan pendidikan. PB Mendiknas dan Kepala  BKN    Nomor 01/III/Pb/2011 Nomor 6 Tahun 2011Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya, antara lain berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV bidang pendidikan;memiliki keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan bidang pengawasan; memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/c; usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun.Juga diatur dalam  Permenegpan &RB Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, dan  Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala  BKN    Nomor 01/III/Pb/2011 Nomor 6 Tahun 2011Tentang Juklak  Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya.

Kualifikasi dan Kompetensi

Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi dan Kualiikasi Pengawas , mengatur Kualifikasi dan Kompetensi Pengawas Sekolah.Kompetensi- kompetensi itu adalah  Kepribadian, antara lain memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan, kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas  jabatannya teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggungjawabnya.Kompetensi Supervisi Manajerial antara lain  menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kompetensi Supervisi Akademik berupa  memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan tingkat satuan pendidikan  atau mata pelajaran berlandaskan standar isi, standar dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.

Kompetensi Evaluasi Pendidikan antara lain berupa menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan di sekolah, membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di sekolah  atau mata pelajaran, menilai kinerja kepala sekolah, guru dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di sekolah  atau matapelajaran, memantau pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di sekolah atau mata pelajaran.Kompetensi Penelitian dan Pengembangan antara lain  menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan.

Pemarjinalan jabatan pengawas sekolah terdengar dari nada- nada sumbang tentang kompetensi dan kualifikasi para pengawas sekolah kita.Adanya kesenjangan antara kualifikasi dan pengawas sekolah dan guru, bahkan  kompetensi yang disyaratkan. PP RI Nomor 17 Tahun 2010 yang diganti dengan PP 66 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota mengaturnya jelas.

Sejak dikeluarkannya PP 74 Tahun 2008 tentang Guru, Pengawas Sekolah berhak menerima tunjangan sertiikasi sebagaimana guru. Bab III  Hak Bagian Kesatu  Tunjangan Profesi  Pasal 15 (4)  Guru  yang  diangkat  dalam  jabatan  pengawas  satuan  pendidikan  tetap  diberi  tunjangan  profesi  guru  apabila  yang  bersangkutan  tetap  melaksanakan  tugas  sebagai pendidik,berpengalaman  sebagai  guru  sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun atau kepala sekolah  sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun, memenuhi  persyaratan  akademik  sebagai  uru  sesuai dengan peraturan perundang-undangan, memiliki Sertifikat Pendidik; dan melakukan  tugas  pembimbingan  dan  pelatihan  profesional Guru dan tugas pengawasan.

Kecuali  karena BUP pengawas sekolah hingga 60 tahun(PP Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perubahan Ke- 4 Atas Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahunm 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil),dan PP 21 Tahun 2014, jabatan PS bukanlah TPS, tetapi jabatan yang hanya layak diisi oleh Kepala Sekolah dan Guru yang berkompeten, sungguh-sungguh k berkontribusi apapun dalam memajukan pendidikan.NTT?Prodep semoga menjadi salah satu solusi.

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

HP 081339469828

Email : kosmastakung@ymail.com

Alamat: RT 020 RW 03 Kelurahan Golo Dukal

Kecamatan Langke Rembong

Kabupaten Manggarai

 

 

 

 

THE TEKATE RING GIRLS,PSK, DAN WANITA

Oleh

                                                                                      Kosmas Takung

Empat wanita cantik top dunia, Dessie Mitcheson, Janira Kremets, Vanessa Golub, dan Alana Campos tampil sebagai The Tekate Ring Girls dalam laga tinju dunia Mayweather vs Pacquiao,  Minggu, 3  Mei lalu..Berbusana seksi dan minim, menurut sejumlah media,mereka dibayar masing-masing  dengan uang  hingga US 850,setara dengan Rp 8,4 juta  untuk tampil sebagai pemanis sebagaimana  dikehendaki The Tekate, merk sebuah minuman alkohol ternama di Meksiko.

Aksi  keempat wanita cantik tenar ini  adalah legal,ditonton di seluruh penjuru  dunia karena sungguh sangat menghibur.Istimewanya.fisik seksi dan paras cantik mereka hanya bisa dinikmati penonton dengan melihat, tak satupun yang meraba apalagi memeluk mereka.Penghasilan jutaan rupiah yang mereka peroleh hanya untuk beberapa menit  sebagai ring girl, tidak harus dengan menjual dan eksploitasi diri hingga harus berisiko untuk cidera fisik, penyakitan, dan hukuman sosiopsikologis oleh masyarakat luas.

Indonesia sedang didera tragedi kemanusiaan degradasi moral.. Praktek- praktek demoralisasi berupa pelacuran, narkoba, pembunuhan,lembaga pendidikan dan ijasah palsu,  menjadi berita  fenomenal.Peristiwa-peristiwa ini menjadi bahan perbincangan dan diskusi serius berbagai kalangan dan menjadi berita paling laris dijual media- media masa dan sosial.Prostitusi online yang melibatkan sejumlah artis untuk mendapatkan penghasilan puluhan bahkan ratusan juta rupiah dalam waktu yang begitu singkat , mengagetkan semua pihak.Anggapan umum masyarakat bahwa semua artis berpenghasilan besar dari bakat istimewa,paras cantik, suara merdu, dan fisi seksi, digugat.Ternyata ada pengecualian. Ditemukan bahwa sebahagian artis ternyata mengoleksi  rupiah dengan cara yang naif,prostitusi.PSK lokalisasi Doli di Surabaya yang ditutup oleh pemerintah, seakan replikasi dan berkembang dan berpindah ke kota lain seperti Sidoarjo,Malang,Batu,Panti-panti pijat, dan lain-lain.

Prostitusi  dan PSK adalah perdagangan seksual, menciderai kehormatan dan kesucian rahim kaum wanita. Tindakan melacur bagi wanita adalah penistaan dan perusakan rahim, tempat janin/ awal manusia  hidup.

Upaya rehabilitasi dan penghilangan prostitusi dan PSK melalui pikiran-pikiran positif berlian dalam berbagai kebijakan,diskusi, seminar, belum berhasil optimal.Malah terus merebak dan  berpindah- legal.Kecuali tempat, pelakunya pun berubah, dari  orang- orang jalanan  dan berpendidikan minim  dengan bayaran kecil, diganti oleh  artis tenar,dan  berpendidikan tinggi berpasangan dengan lelaki hidung belang berkocek tebal dan status sosial terpandang guna mendapatkan  bayaran yang   tidak sedikit.Kita patut berterima kasih kepada pihak yang menguak tragedi kemanusiaan ini , baik aparat berwenang maupun masyarakat,setidaknya sebelum menjadi bencana yang sangat parah.

Wanita secara istimewa diciptakan dengan memiliki rahim,kandungan.tempat janin/bayi hidup dan bertumbuh kembang.Sebagai tempat penjadian pertama manusia,rahim wanita semestinya bersih dan sehat.Kesehatan fisik,sosial dan suasana psikologis wanita sangat mempengaruhi tumbuh kembang rahimnya.

Menghormati keistimewaan wanita, Paus Fransiskus dalam hari komunikasi sedunia ke -49 tahun 2015  mengingatkan bahwa rahim adalah “sekolah” komunikasi yang pertama, tempat mendengarkan dan kontak fisik di mana kita(manusia)  mulai mengakrabkan diri dengan dunia luar dalam sebuah lingkungan yang terlindung, dengan suara yang menenteramkan dari detak jantung sang ibu. Pertemuan di antara dua orang, yang saling terkait begitu erat namun tetap berbeda satu sama lain, sebuah pertemuan yang sarat janji, adalah pengalaman komunikasi kita yang pertama. Ini adalah pengalaman yang kita semua miliki, karena masing-masing kita terlahir dari seorang ibu.

Kita mengapresiasi pemikiran Anies Baswedan,Mendikbud.. Sambutannya 2 Mei silam  dalam Hardiknas 2015 menyebutkan bahwa  Indonesia adalah negeri penuh berkah. Di tanah ini, setancapan ranting bisa tumbuh menjadi pohon yang rindang. Alam subur, laut melimpah, apalagi bila melihat mineral, minyak, gas, hutan dan semua deretan kekayaan alam. Indonesia adalah wajah cerah 4 khatulistiwa. Namun kita semua harus sadar bahwa aset terbesar Indonesia bukan tambang, bukan gas, bukan minyak, bukan hutan ataupun segala macam hasil bumi; aset terbesar bangsa ini adalah manusia Indonesia.

Manusia dimaksud tentu adalah perempuan dan lelaki dengan segala label jabatan dan status sosial.Tanggung jawab kita sekarang adalah mengembangkan kualitas manusia Indonesia

Jika prostitusi online  dan Pekerja Seks Komersial dibiarkan,sama halnya mengangangkangi harkat dan martabat wanita secara khusus, dan manusia umumnya.

Wanita terbentuk dari anggota tubuh laki-laki sehingga sangat mulus, cantik dan penyayang, kontras dengan fisik laki-laki yang tercipta dari tanah, kasar, kekar, sehingga kadang- kadang tebal telinga dan ada di antaranya yang dungu memahami kemolekan,kelemahlembutan dan hospitalitas wanita.

Narkoba terkadang menjadi sahabat dekat pelacuran dan PSK online.Narkoba yang terang-terangan membunuh manusia, tetap saja menjadi usaha primadona oleh orang- orang tertentu yang tidak lagi takut akan hukuman mati sebagaimana telah diberlakukan kepada sejumlah pengedarnya.

Dalam kehidupan sehari- hari,degradasi moral yang tengah melanda negeri ini hanya bisa diperangi tatkala manusia Indonesia menyadari eksistensinya sebagai mahluk berketuhanan.Mentahtakan Sang Khalik dalam keseharian hidup menghantar warga negara Indonesia untuk keluar dari percabulan,  kecemaran, hawa nafsu,  penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,  kedengkian, kemabukan, pesta pora yang tidak disenangi. Jika demikian, yang kita peroleh dan alami sehari- hari adalah  kasih,  sukacita, damai sejahtera,  kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,  kelemahlembutan, penguasaan diri.(Bandingkan Galatia 5:16-23).Semoga.

*****************

Kosmas Takung

HP 081339469828

Alamat RT 020 RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

Artikrl

MENGAWAL KINERJA GURU SERTIFIKASI

Oleh

Continue reading →

Artikel

PROTOKOLER STOP HERE

Oleh

Kosmas Takung

“Protokoler Stop Here”, kalimat yang tertera pada sepotong papan pengumunan portable kecil di Bandara Sam Ratulangi Menado .Tulisan singkat itu dipasang tepat di depan  pintu masuk ruang tunggu bandara yang terletak di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara,Menado.

Benar.Memasuki ruang tunggu bandara,hingar –bingar dan kebisingan berubah menjadi suasana silentium.Individualisme penumpang serentak sirna, berubah menjadi keramahan yang menembusi sekat status sosial,agama, dan jabatan bahkan jenis kelamin.Suasana akrab familiar muncul spontan, mengusir keakuan yang diganti kekitaan dan kekamian, karena semua merasa sama,satu, hanya sebagai calon penumpang pesawat terbang . “Para penumpang diminta segera boarding”, pengumuman pihak maskapai bandara mengundang semua calon penumpang untuk segera menaiki pesawat dan menduduki kursi masing- masing sesuai nomor seat yang tertera dalam boarding pass.

Sejak menduduki kursi pesawat, suasana hening dibuka tatkala awak kabin dan pramugari memperagakan penggunaan fasilitas penerbangan seperti sabuk pengaman, menyelamatkan diri jika terjadi  kondisi emergensi, pemanfaatan toilet serta sebagai penerbangan bebas asap rokok untuk mengingatkann semua penumpang dilarang merokok.”Para penumpang yang terhormat, kita segera terbang, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing- masing agar penerbangan kita tiba dengan selamat”, kalimat yang diucapkan lembut awak cabin yang diikuti semua penumpang.Suasana demikian semakin hening karena semua penumpang khusuk berdoa agar penerbangan lancar dan tiba dengan selamat.

Susana hening  penerbangan hanya diiringi suara bisik-bisik penumpang bercerita.Dalam cuaca yang baik, penerbangan sungguh- sungguh dinikmati apalagi jika dari  ruang kemudi pesawat sang kapten pilot, menginformasikan kondisi cuaca dan posisi peswaat.Sebaliknya, meliwati cuaca agak kurang bersahabat, sang kapten akan langsung “fasten your belt”,dengan signal lampu di kap pesawat tepat beberapa sentimeter di atas kepala semua penumpang,diteruskan  awak kabin atau pramugari untuk segera mengenakan  sabuk pengaman, tidak berdiri, serta segera kembali ke tempat duduk masing-masing dengan perintah yang lembut dan serentak dipatuhi penumpang tak terkecuali krew pesawat.Dalam penerbangan,Pilot adalah pemimpin, kepala, penanggung jawab sejati menerbangkan pesawat untuk dinikmati semua penumpang dan tiba dengan selamat sampai tujuan.Tatkala ban pesawat menyentuh bibir landasan,para penumpang sepontan berdoa mensyukuri perlindungaNya dalam  penerbangan hingga tiba dengan selamat.

Suasana penerbangan diidam-idamkan semua orang karena kecuali menghemat waktu untuk sebuah perjalanan jauh,dan hiburan, bisa menikmati kebesaran dan kemahakuasaan Sang Pemilik Kehidupan.Pengembaraan kita di bumi, dalam dunia pekerjaan dan hidup sehari- hari menginginkan suasana seperti yang dialami dalam dunia penerbangan.Demikian juga pergaulan sehari- hari, hidup bersama yang penuh keramahan,ternyata dalam suasana tertentu saja dan dalam waktu yang sangat singkat, kita boleh  menunjukkan keakuan, tetapi sebanyak- banyaknya waktu wajib menunjukkan sikap kekitaan.

Saya kagum dengan Adhi Ms, Titik Syuman, ketika menjadi juri Final Indonesia Mencari Bakat ( IMB) dalam TV Nasional Trans TV, 18 September 2010 yang mengagumi suara dan keperibadian Putri Ayu Rosmei Silaen ketika menyanyikan lagu Ave Maria ciptaan Gounod yang ditambahi musik oleh Bach. Para juri mengakui bahwa mereka muslim, tetapi sangat senang dengan  lagu Ave Maria, bahkan Titik Syuman berharap penuh lagu ini sebagai penyejuk dalam kebhinekaan agama di Indonesia.” Saya muslim,Ave Maria Indah”, lanjut Adhi Ms.

Kebeningan hati Adhi MS, Titik Syuman mengagumi penampilan Putri ayu serta lagu Ave Maria  terungkap tatkala hati dan pikiran mereka dikosongkan, menjadi  putih bersih. Kepribadian seperti ini perlu direplikasi, dan diimplementasikan semua orang, menanggalkan status sosial dan keberbedaan primordial lainnya . Suasana penerbangan perlu dialami dalam kehidupan kita sehari- hari, di tempat tugas seperti kantor, sekolah, panti, rumah sakit, di rumah .

Sikap Titiek Syuman dan Adhi MS serta juri final IMB mewakili kita semua untuk saling mendoakan, memberikan ucapan selamat, tidak hanya kepada sesama pemeluk agama, tetapi dengan sesama pemeluk agama lainnya, Paskah 2015, Pesta Kebangkitan Sang Juru Selamat, Sang Yesus Kristus.

Muriah akan dirasakan ketika saling menghormati.Protocoler Storp Here  dapat saja berubah, -dan bukan tidak mungkin hal ini yang kita sering temui dan hadapi dalam kenyataan  sehari- hari-, menjadi Protocoler Start Here ketika para politisi yang menebar senyum sepanjang waktu sosialisasi diri di pinggir- pinggir  jalan, di bawah pohon, di tempat gelap, tetapi tatkala berada di atas singgasana  kekuasaan menjadi penguasa  bahkan cenderung berlaku mahakuasa, kontras dengan kepribadian pilot.

Kosmas Takung,warga RT 020, RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

HP 081339469828

Email :kosmastakung@ymail.com

Artikel

PROTOKOLER STOP HERE

Oleh

Kosmas Takung

“Protokoler Stop Here”, kalimat yang tertera pada sepotong papan pengumunan portable kecil di Bandara Sam Ratulangi Menado .Tulisan singkat itu dipasang tepat di depan  pintu masuk ruang tunggu bandara yang terletak di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara,Menado.

Benar.Memasuki ruang tunggu bandara,hingar –bingar dan kebisingan berubah menjadi suasana silentium.Individualisme penumpang serentak sirna, berubah menjadi keramahan yang menembusi sekat status sosial,agama, dan jabatan bahkan jenis kelamin.Suasana akrab familiar muncul spontan, mengusir keakuan yang diganti kekitaan dan kekamian, karena semua merasa sama,satu, hanya sebagai calon penumpang pesawat terbang . “Para penumpang diminta segera boarding”, pengumuman pihak maskapai bandara mengundang semua calon penumpang untuk segera menaiki pesawat dan menduduki kursi masing- masing sesuai nomor seat yang tertera dalam boarding pass.

Sejak menduduki kursi pesawat, suasana hening dibuka tatkala awak kabin dan pramugari memperagakan penggunaan fasilitas penerbangan seperti sabuk pengaman, menyelamatkan diri jika terjadi  kondisi emergensi, pemanfaatan toilet serta sebagai penerbangan bebas asap rokok untuk mengingatkann semua penumpang dilarang merokok.”Para penumpang yang terhormat, kita segera terbang, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing- masing agar penerbangan kita tiba dengan selamat”, kalimat yang diucapkan lembut awak cabin yang diikuti semua penumpang.Suasana demikian semakin hening karena semua penumpang khusuk berdoa agar penerbangan lancar dan tiba dengan selamat.

Susana hening  penerbangan hanya diiringi suara bisik-bisik penumpang bercerita.Dalam cuaca yang baik, penerbangan sungguh- sungguh dinikmati apalagi jika dari  ruang kemudi pesawat sang kapten pilot, menginformasikan kondisi cuaca dan posisi peswaat.Sebaliknya, meliwati cuaca agak kurang bersahabat, sang kapten akan langsung “fasten your belt”,dengan signal lampu di kap pesawat tepat beberapa sentimeter di atas kepala semua penumpang,diteruskan  awak kabin atau pramugari untuk segera mengenakan  sabuk pengaman, tidak berdiri, serta segera kembali ke tempat duduk masing-masing dengan perintah yang lembut dan serentak dipatuhi penumpang tak terkecuali krew pesawat.Dalam penerbangan,Pilot adalah pemimpin, kepala, penanggung jawab sejati menerbangkan pesawat untuk dinikmati semua penumpang dan tiba dengan selamat sampai tujuan.Tatkala ban pesawat menyentuh bibir landasan,para penumpang sepontan berdoa mensyukuri perlindungaNya dalam  penerbangan hingga tiba dengan selamat.

Suasana penerbangan diidam-idamkan semua orang karena kecuali menghemat waktu untuk sebuah perjalanan jauh,dan hiburan, bisa menikmati kebesaran dan kemahakuasaan Sang Pemilik Kehidupan.Pengembaraan kita di bumi, dalam dunia pekerjaan dan hidup sehari- hari menginginkan suasana seperti yang dialami dalam dunia penerbangan.Demikian juga pergaulan sehari- hari, hidup bersama yang penuh keramahan,ternyata dalam suasana tertentu saja dan dalam waktu yang sangat singkat, kita boleh  menunjukkan keakuan, tetapi sebanyak- banyaknya waktu wajib menunjukkan sikap kekitaan.

Saya kagum dengan Adhi Ms, Titik Syuman, ketika menjadi juri Final Indonesia Mencari Bakat ( IMB) dalam TV Nasional Trans TV, 18 September 2010 yang mengagumi suara dan keperibadian Putri Ayu Rosmei Silaen ketika menyanyikan lagu Ave Maria ciptaan Gounod yang ditambahi musik oleh Bach. Para juri mengakui bahwa mereka muslim, tetapi sangat senang dengan  lagu Ave Maria, bahkan Titik Syuman berharap penuh lagu ini sebagai penyejuk dalam kebhinekaan agama di Indonesia.” Saya muslim,Ave Maria Indah”, lanjut Adhi Ms.

Kebeningan hati Adhi MS, Titik Syuman mengagumi penampilan Putri ayu serta lagu Ave Maria  terungkap tatkala hati dan pikiran mereka dikosongkan, menjadi  putih bersih. Kepribadian seperti ini perlu direplikasi, dan diimplementasikan semua orang, menanggalkan status sosial dan keberbedaan primordial lainnya . Suasana penerbangan perlu dialami dalam kehidupan kita sehari- hari, di tempat tugas seperti kantor, sekolah, panti, rumah sakit, di rumah .

Sikap Titiek Syuman dan Adhi MS serta juri final IMB mewakili kita semua untuk saling mendoakan, memberikan ucapan selamat, tidak hanya kepada sesama pemeluk agama, tetapi dengan sesama pemeluk agama lainnya, Paskah 2015, Pesta Kebangkitan Sang Juru Selamat, Sang Yesus Kristus.

Muriah akan dirasakan ketika saling menghormati.Protocoler Storp Here  dapat saja berubah, -dan bukan tidak mungkin hal ini yang kita sering temui dan hadapi dalam kenyataan  sehari- hari-, menjadi Protocoler Start Here ketika para politisi yang menebar senyum sepanjang waktu sosialisasi diri di pinggir- pinggir  jalan, di bawah pohon, di tempat gelap, tetapi tatkala berada di atas singgasana  kekuasaan menjadi penguasa  bahkan cenderung berlaku mahakuasa, kontras dengan kepribadian pilot.

Kosmas Takung,warga RT 020, RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

HP 081339469828

Email :kosmastakung@ymail.com

Artikel

PENGHARGAAN KETERTINGGALAN NTT DAN UJIAN NASIONAL 2015

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Sertifikasi Guru,Kepala Sekolah dan pengawas Sekolah bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur ternyata  oleh Kemendikbud menggolongkannya sesuai data KDT, yakni sebagai  provinsi tertinggal.Dengan penghargaan ketertinggalan NTT oleh Kemendikbud dalam pemberian TPG, regulasi yang diikutinya dalam mendapatkan tidak lagi memperhitungkan beban kerja sebagaimana diatur dalam PP 74 Tahun 2008 tentang Guru, dan regulasi lainnya.” Berapapun jumlah siswa dan sekolah serta beban kerjanya tetap diakomodir untuk mendapatkan TPG”, demikian penegasan Direktur P2TK Ditjen Dikdas, Sumarna Surapranata,Ph.D Kamis, 26 Februari 2015 dalam konperensi pers dengan wartawan ibu kota di Jakarta. Beruntung,dalam jumpa pers itu,4 orang pengawas sekolah dari NTT, yakni saya dari Manggarai, Dominggus K.Yani dari Sumba Tengah, Adrianus Fua Raja dari Ngada serta Maxwel dari Sabu Raijua, hadir, diundang oleh seorang Kepala Seksi di direktorat ini, Tagor Alamsah Harahap. Kami berempat ke Kemendikbud berkaitan dengan sertifikasi guru 2015.

Sumarna Surapranata,Ph.D dalam kesempatan itu membeberkan banyak data berkaitan dengan sertifikasi, sebelumnya, dan rencana tahun 2015.Khusus NTT, disebutkan bahwa yang masuk dalam status kabupaten desa tertinggal adalah  Alor,  Belu,  Ende, Flores Timur,  Kupang,  Lembata, Manggarai,  Manggarai Barat, Manggarai Timur,  Nagakeo,  Ngada,  Rote-Ndao,  Sikka,  Sumba Barat,  Sumba Barat Daya,  Sumba Tengah,  Sumba Timur,  Timor Tengah Selatan,  Timor Tengah Utara,  Manggarai Timur.Masing-masing kabupaten memiliki kecamatan dan desa dengan status tertinggal bahkan ada yang sangat tertinggal.

Untuk  Alor, kecamatan yang tergolong tertinggal antara lain   Alor Barat Daya,  Alor Barat Laut,  Alor Selatan, Alor Tengah Utara,  Alor Timur,  Alor Timur Laut,  Kabola,  Lembur, Mataru. Kabupaten Belu adalah Kecamatan Lasiolat, Rai Manuk, Raihat, Sasita Mean, Tasifeto Barat,dan Tasifeto Timur. Kabupaten Ende adalah  Kecamatan Detukeli, Detusoko, Ende, Ende Timur, Kelimutu, Kota Baru, Lio Timur, Maukaro, Maurole, Nangapanda, Ndona, Ndona Timur, Ndori, Wewaria, dan Wolowaru.

Kabupaten Flores Timur, antara lain kecamatan KDT adalah Adonara, Adonara Barat, Adonara Tengah, Adonara Timur, Demon Pagong, Ile Boleng, Ilebura, Kelubagolit, Lewolema, Solor Baratdan Wulang Gitang.Sedangkan Kabupaten Kupang antara lain Kecamatan Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur.Kabupaten Lembata adalah Kecamatan Atadei, Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Naga Wutung, Nubatukan, Omesuri,dan Wulandoni.

Kabupaten Manggarai adalah Kecamatan Cibal, Lelak, Rahong Utara, Reok, Ruteng, Satar Mese Barat, Satarmese. adalah kecamatan  Boleng, Komodo, Kuwus, Lembor, Macang Pacar, Sano Nggoang,dan Welak Barat. Kab. Manggarai Timur adalah Kecamatan Borong, Elar, Kota Komba, Lamba Leda, Poco Ranaka, dan Sambi Rampas.

Kabupaten  Nagakeo antara lain  Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan, Boawae, Keo Tengah, Mauponggo Kabupaten  Ngada antara lain Kecamatan Aimere, Bajawa Utara, Golewa, Jerebuu, Riung. Kabupaten Sikka adalah Kecamatan Alok, Alok Timur, Bola, Doreng, Hewokloang, Kangae, Kewapante, . Mapitara, Mego, Paga, Palue, Talibura, Tana Wawo, Waiblama,dan Waigete

Kabupaten  Rote-Ndao antara lain Kecamatan Lobalain, Pantai Baru, Rote Barat, Rote Barat .

Kabupaten  Sumba Barat  antara lain  Kecamatan Kota Waikabubak, Laboya Barat, Lamboya, Loli, Tana Righu,dan Wanokaka. Kabupaten Sumba Tengah adalah Kecamatan Mamboro.

Kabupaten  TTS antara lain  Kecamatan Amanatun Selatan, Amanatun Utara Amanuban Barat. Kabupaten TTU adalah Kecamatan Biboki Anleu, Biboki Feotleu, Biboki Moenleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Biboki Utara, Bikomi Nilulat, Bikomi Selatan, Bikomi Tengah, Bikomi Utara, Insana, Insana Tengah ,Insana Fafinesu, Insana Utara, Musi, Mutis, Naibenu, Noemuti,dan Noemuti Timur.

Analogi  pada status ketertinggalan kabupaten dan kecamatan sebagaimana disebutkan, kondisi SNP di kabupaten- kabupaten ini,tentu belum terpenuhi. Secara eksplisit, ketercapaian SNP NTT sebagaimana data Padamu Negeri 2013, masih jauh dari dari standar, bahkan SPM.

Ironisnya, Kemendikbud dalam UN 2015 mempercayakan sepenuhnya kepada satuan- satuan pendidikan termasuk di NTT untuk menentukan sendiri standar kelulusan peserta setelah menerima hasil UN 2015. Kepercayaan pemerintah ini ibarat memikul beban yang tak sesuai kemampuan.

Mendikbud Dikdasmen,  Anies Baswedan dalam keterangan persnya akhir Februari di Jakarta menyebutkan Peserta Didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah  a.             menyelesaikan seluruh program Pembelajaran; b.       memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan c.          lulus Ujian satuan/program pendidikan; (2)       Kelulusan Peserta Didik dari satuan/program pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh satuan/program pendidikan yang bersangkutan.Dengan demikian,  PP 19/2005 tentang SNP Bab X Standar Penilaian Pendidikan Bagian Kelima Kelulusan Pasal 72  (1) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah (d) lulus Ujian Nasional, dihapus.

UN 2015 sebagai ujian yang ramah dan ramai. Ramah karena pengamanan seluruh proses UN tidak lagi melibatkan kepolisian, sedangkan ramai karena penentuan kelulusannnya melibatkan masing-masing satuan pendidikan dengan takaran kelulusan versi masing-masing satuan pendidikan pula. Ini berarti KKM yang digunakan masing-masing satuan pendidikan merupakan acuan kriteria kelulusan.” Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan formal ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru”, Materi sosialisasi Pos UN  Kemendikbud 2015. Dengan demikian, huruf (c) Pasal 68 PP 19/2005 tentang SNP “Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan”, dihapus.Demikian juga nasib Pasal 72  “1. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: (d) lulus Ujian Nasional, dihapus.

Pos UN 2015  nampaknya sebagai Pos UN paling lambat dikeluarkan BSNP jika dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya,sebab  hingga pekan pertama Maret 2015 masih dalam bentuk draft, oleh Kemendikbud sendiri mengakuinya sebagai  Pos UN 2015 karena tinggal pemberian nomornya yakni masih dalam bentuk  Peraturan BSNP Nomor …../P/BSNP/II/2015 Tentang POS Penyelenggaraan UN Tahun Pelajaran 2014/2015

Penentuan kelulusan yang diserahkan sepenuhnya kepada sekolah oleh BSNP bukan tidak mungkin secara perlahan merupakan pengakuan akan kompetensi dan profesionalisme guru.Bahwa peran guru dalam KBM dinilai sudah maksimal dan bertindak profesional.Peserta didik yang diajar, dididik dan dibimbingnya mendengarkan gurunya, dan SNP lambat laun terpenuhi, SPM.

Memberikan  keleluasaan kepada  masing-masing satuan pendidikan untuk menentukan kelulusan ujian tahun 2015 secara implisit juga adalah bukti bahwa masyarakat dihargai oleh pemerintah sebagaima diatur dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas untuk mengawasi dan berkontribusi dalam pendidikan.

Keramahan dan ramainya UN 2015 dengan bakal direvisinya Permendikbud 144/2014 tentang kriteria kelulusan UN 2015 dan diharapkan akan secepatnya diterbitkannya Pos UN 2015, tidak diartikan sebagai pembiaran oleh Pemerintah kepada masing-masing satuan pendidikan menentukan  kelulusan peserta didik, mengurangi nilai hakiki sebuah UN yang menyedot anggaran  dan tenaga yang tidak sedikit.Kompetensi dan profesionalisme guru dipertaruhkan, tanggung jawab dan pengawasan masyarakat dan pemerintah daerah wajib ditunjukkan sehingga pengetahuan, sikap, dan ketrampilan sungguh dinilai secara obyektif-ilmiah dan profesional.Sebuah harapan.

************************************************

Kosmas Takung

Alamat RT 020 RW 003 Keluarahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Manggarai

Artikel

PENGABDIAN TULUS GURU NONKEPENDIDIKAN

Catatan Kritis untuk Kadis PPO Manggarai Timur

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Sebagai rekan seprofesi, saya bangga dengan sikap jajaran guru di Kabupaten Manggarai Timur. Di tengah mereka sibuk membenah dokumen administrasi KTSP pasca dikeluarkannya Permendikbud Nomor 160/ 2014 tentang  Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013, Permendikbud 144/2014 tentang  Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Tahun 2015, dan Peraturan Bersama Dirjen Pendidikan Dasar dan Dirjen Pendidikan Menengah Nomor 5496/C/Kr/2014 Nomor 7915/D/Kp/2014 Tanggal 22 Desember 2014 Tentang Petunjuk Teknis Pemberlakukan Kurikulum Tahun 2006 Dan Kurikulum 2013 Pada Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah,mereka didamprat Kepala Dinasnya karena siap untuk dinonaktifkan  sebagai guru,konon  sebahagian mereka berijasah nonkependidikan.

Guru Non Kependidikan Dilarang Mengajar”, demikian Flores Pos Rabu, 4 Februari 2015 mengutip pernyataan Kadis PPO Manggarai Timur,Frederika Soch. Pernyataan Kadis ini sepertinya tidak ditanggapi, tak seorangpun guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah setempat mengkritisinya. Saya menyesal atas sikap teman- teman saya di Matim, tidak memanfaatkan Permenegpan dan RB 21 / 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya dalam PKB ,berupa PD,PI dan KI.Padahal, jika mencari referensi tentang guru seperti UU 20 / 2003 tentang Sisdiknas, UU  14 /2005 tentang Guru dan Dosen, Permendiknas 16 /2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru , PP 74 /2008 tentang Guru,serta Permendiknas 8 /2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan,tidak ditemukan kalimat sebagaimana dinyatakan Kadis, Frederika Soch.Hanya disebutkan bahwa salah satu syaratnya adalah berijasah D4 atau S1 dari program studi yang terakreditasi.Kecuali itu, harus memiliki kompetensi kepribadian, Sosial,Paedagogik, dan Profesional.  Guru- guru nonkependidikan tidak usah cemas. Sebab,UU 14 / 2005 tentang Guru dan Dosen  Bab IV Bagian Ke Satu tentang Kualifikasi, Kompetensi dan Sertifikasi Pasal 8 sudah diujimaterikan di Mahkamah Konstitusi , dan dinyatakan bertentangan dengan Pasal 28D UUD tahun 1945.

Tetapi Kadis PPO Kabupaten Manggarai Timur ,tentu memiliki banyak referensi pendidikan, sebagai dasar  dasar hukum dan kebijakan yang pasti seperti Perda atau regulasi lokal lainnya.Semua keluarga besar pendidikan mengharapkan jawaban beliau sehingga guru- guru yang berbasic nonkependidikan tidak resah, dan bukan tidak mungkin mengganggu sistem yang sudah terbangun dengan baik di sekolah- sekolah.

Menelusuri referensi pendidikan di Kemendikbud sejak  2013, saya justru mengapresiasi hasil pembangunan pendidikan di Manggarai Timur, tentu termasuk yang dihasilkan oleh sejumlah satuan pendidikan yang bukan tidak mungkin  memiliki tenaga guru nonkependidikan terutama dari sekolah- sekolah yang dibangun masyarakat.

EDS melalui Padamu Negeri  Kemendikbud 2013 SD misalnya, rerata capaian SNP untuk SKL,SI,Standar proses,Standar Penilaian,PTK dan Pengelolaan Kabupaten Manggarai Timur  dalam skala 1-10 adalah 6,40 di bawah Provinsi NTT 7,37,  tetapi di atas Nasional 5,94.Rinciannya, SKL 4,54,SI 6,35,S.Proses 6,03,Penilaian 7,23,PTK 7,26, dan Pengelolaan 7,01. SMP , reratanya adalah 6,93 dengan rincian 4.56,7.94,6.58,7.57,8.07, dan 7.17, sedangkan SMA 6.54 dengan rincian 4.47,7.26,5.91,7.10,7.78, dan 7.07, serta SMK adalah 5.51 dengaan rincian 4.219,6.40,5.65,6.35,4.58, dan 6.39.

SKL,rerata SD adalah 1,15, lulusan menunjukkan karakter 6,45,lulusan mampu berpikir logis dan sistematis 5,80,lulusan mampu berkomuniukasi efektif dan santun 5,02, lulusan memiliki kemampuan mengamati dan bertanya untuk berpikir dan bertindak produktif serta kreatif 7,67, dan SMP adalah1.00,6.44,6.29,6.18, dan 6.47, serta SMA adalah 2.11,56.84,5.24,5.55,4.73 dan 5.74, sedangkan SMK, capaiannya 2.50,4.94,4.48,4.31, 6.27 dan 5.02.

SI SD, kurikulum sesuai dengan kurikulum nasional, kurikulum disusun secara logis dan sistematis, kurikulum relevan dengan  lingkungan dan kebutuhan, dan revisi kurikulum dilakukan secara berkala perolehannya adalah 7.19,8.dan 5.88. SMP, capaiannya 8.20,9.24,6.63, dan 7.77, tingkat SMA 7.10,7.48,8.78, dan 5.67. Sedangkan SMK  5.44,6.73,8.27, dan 5.18.

Standar Proses berupa RPP yang dikembangkan sesuai dengan SKL dan SI serta memenuhi aspek kualitas , PBM dilakukan secara efisien dan efektif untuk penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku , PBM mengembangkan karakter jujur, disiplin, bertanggungjawab, dan menghargai orang lain, PBM mengembangkan kemampuan berkomunikasi efektif dan santun, PBM mengembangkan kreatifitas peserta didik, PBM mengembangkan budaya dan kemandirian belajar, Interaksi guru-siswa mendukung efektifitas PBM, dan suasana akademik di sekolah mendukung pembelajaran,perolehannya 7.48,5.07,7.92,4.07,3.37,6.72,6.83, dan 5.32. SMP, capaiannya 8.53,6.84,3.54,3.70,8.02,6.29, 8.53, dan 8.27, sedangkan SMA 6.75,5.40,7.10,4.63,2.85,6.22,6.82, dan 6.12, serta SMK, 6.63,5.21,78.31,4.45,2.60,5.54,6.64, dan 5.42.

Standar Penilaian SD,berupa guru menggunakan prinsip-prinsip penilaian, guru melakukan perancangan penilaian, guru menyusun instrumen sesuai dengan kaidah yang baku, sekolah menetapkan KKM, sekolah memiliki dokumen prosedur dan kriteria penilaian, capaiannya  8.08,6.65,6.96,5.00, dan 8.59. SMP 4.05,8.81,8.47,7.26,6.78, SMA  7.68,7.97,6.50,4.04, dan 8.72, sedangkan SMK 6.56,7.45,6.10,4.67, dan 6.73.

Standar PTK SD  , profesional dalam bidangnya, dan peningkatan kompetensi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah,perolehannya 7.68 ,dan 6.42. SMP 6.60, dan 7.25, sedangkan SMA 8.75, dan 5.83, dan SMK 4.00, dan 5.75.

Standar Pengelolaan SD  berupa Visi, misi, dan tujuan sekolah sesuai dengan EDS, Visi, misi, dan tujuan sekolah dipahami oleh semua warga sekolah, RKS sesuai EDS , RKS  berorientasi mutu, perencanaan sekolah terkait peningkatan mutu PBM, suasana organisasi mendukung program sekolah,  dan pimpinan melakukan supervisi dan evaluasi sesuai standard,reratanya adalah 6.23, 8.31, .49,6.77.8.34,8.34, dan 2.49. tingkat SMP  8.49,2.71,4.56,7.94,6.58,7.57, dan 8.07; tSMA  6.70,9.14,5.85,6.71,8.63,8.03, dan 2.62; serta SMK 6.07,7.89,5.53,6.67,7.48,6.84, dan 3.13.

Data lain yang menarik dari keberhasiulan pembangunan pendidikan di Manggarai Timur adalah hasil UN US dan NA tahun 2014 yang dianalisis Puspendik Litbang Kemendikbud.

SMP, rerata Nilai Sekolah peserta 4978 orang dari 90 sekolah peserta , Bindo, Bing, Matematika, dan  IPA  adalah 8.11, 8.03,7.95, dan 8.01.Nilai Akhir(NA)-nya 7.65,7.12,6.70, dan 6.88.Nilai Ujian Nasional ( UN) adalah 7.34,6.51,5.86, dan 6.12. Ketidaklulusan NS, NA dan UN tingkat SMP adalah  0.000%,0.161%, dan 24.568%.

SMA Bahasa, dengan peserta 458 orang dari 14 sekolah peserta,rerata perolehan NS Bindo,Bing,Matematika,Sastra, Antropologi,Bahasa Asing adalah 8.46,8.38,8.32,8.44,8.47, dan 8.45 dengan ketidaklulusan 0.000%. NA, ketidaklulusannya 0.000%  dan rerata 6.97,6.09,5.54,7.18, 6.57, dan 5.95. sedangkan UN,reratanya adalah 5.96,4.56,3.68,6.34,5.30,dan 4.29, ketidaklulusan 1.223%.

SMA IPA,peserta  420 orang dari 22 sekolah,NS Bindo,Bing,Matematika,Fisika, Kimia, dan Biologi adalah 8.58,8.46,8.46,8.50, dan 8.53 dengan ketidaklulusan 0.000%; NA-nya adalah 7.19,6.15,5.43,5.33,5.73,dan 5.83, dengan ketidaklulusan 0.238%, serta rerata  UN, adalah 6.25,4.60,3.40,3.24,3.87, dan 4.03 , ketidaklulusan 95.000%.

Peserta IPS, 1593 dari 11 sekolah , ketidaklulusannya 0.000%, dengan rerata NS Bindo,Bing,Matematika,Ekonomi,Sosiologi, dan Geografi, 7.96,7.87,7.76,7.91,8.04,8.01, sedangkan NA, ketidaklulusan  6.4466% dengan rerata  6.26,5.73,5.08,5.24,5.79,5.51, serta ketidaklulusan UN 98.933% dengan rerata 5.11,4.29,3.28,3.46,4.27, dan 3.84.

Peserta SMK 303 orang dari 3 sekolah,ketidaklulusan 0.000% dengan rerata NS Bindo,Bing,Matematika, dan Kompetensi adalah 7.99,7.93,7.86,8.23; NA-nya adalah 6.58,6.81,5.54,, dan 7.82 , ketidaklulusan 0.000%;  sedangkan UN, ketidaklulusan 56.436%, dengan rerata nilai  5.63,6.05,3.97, dan 7.55.

(Kosmas Takung

Alamat RT 020 RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

HP 081339469828

kosmastakung@ymail.com)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.