Artikel

PROTOKOLER STOP HERE

Oleh

Kosmas Takung

“Protokoler Stop Here”, kalimat yang tertera pada sepotong papan pengumunan portable kecil di Bandara Sam Ratulangi Menado .Tulisan singkat itu dipasang tepat di depan  pintu masuk ruang tunggu bandara yang terletak di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara,Menado.

Benar.Memasuki ruang tunggu bandara,hingar –bingar dan kebisingan berubah menjadi suasana silentium.Individualisme penumpang serentak sirna, berubah menjadi keramahan yang menembusi sekat status sosial,agama, dan jabatan bahkan jenis kelamin.Suasana akrab familiar muncul spontan, mengusir keakuan yang diganti kekitaan dan kekamian, karena semua merasa sama,satu, hanya sebagai calon penumpang pesawat terbang . “Para penumpang diminta segera boarding”, pengumuman pihak maskapai bandara mengundang semua calon penumpang untuk segera menaiki pesawat dan menduduki kursi masing- masing sesuai nomor seat yang tertera dalam boarding pass.

Sejak menduduki kursi pesawat, suasana hening dibuka tatkala awak kabin dan pramugari memperagakan penggunaan fasilitas penerbangan seperti sabuk pengaman, menyelamatkan diri jika terjadi  kondisi emergensi, pemanfaatan toilet serta sebagai penerbangan bebas asap rokok untuk mengingatkann semua penumpang dilarang merokok.”Para penumpang yang terhormat, kita segera terbang, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing- masing agar penerbangan kita tiba dengan selamat”, kalimat yang diucapkan lembut awak cabin yang diikuti semua penumpang.Suasana demikian semakin hening karena semua penumpang khusuk berdoa agar penerbangan lancar dan tiba dengan selamat.

Susana hening  penerbangan hanya diiringi suara bisik-bisik penumpang bercerita.Dalam cuaca yang baik, penerbangan sungguh- sungguh dinikmati apalagi jika dari  ruang kemudi pesawat sang kapten pilot, menginformasikan kondisi cuaca dan posisi peswaat.Sebaliknya, meliwati cuaca agak kurang bersahabat, sang kapten akan langsung “fasten your belt”,dengan signal lampu di kap pesawat tepat beberapa sentimeter di atas kepala semua penumpang,diteruskan  awak kabin atau pramugari untuk segera mengenakan  sabuk pengaman, tidak berdiri, serta segera kembali ke tempat duduk masing-masing dengan perintah yang lembut dan serentak dipatuhi penumpang tak terkecuali krew pesawat.Dalam penerbangan,Pilot adalah pemimpin, kepala, penanggung jawab sejati menerbangkan pesawat untuk dinikmati semua penumpang dan tiba dengan selamat sampai tujuan.Tatkala ban pesawat menyentuh bibir landasan,para penumpang sepontan berdoa mensyukuri perlindungaNya dalam  penerbangan hingga tiba dengan selamat.

Suasana penerbangan diidam-idamkan semua orang karena kecuali menghemat waktu untuk sebuah perjalanan jauh,dan hiburan, bisa menikmati kebesaran dan kemahakuasaan Sang Pemilik Kehidupan.Pengembaraan kita di bumi, dalam dunia pekerjaan dan hidup sehari- hari menginginkan suasana seperti yang dialami dalam dunia penerbangan.Demikian juga pergaulan sehari- hari, hidup bersama yang penuh keramahan,ternyata dalam suasana tertentu saja dan dalam waktu yang sangat singkat, kita boleh  menunjukkan keakuan, tetapi sebanyak- banyaknya waktu wajib menunjukkan sikap kekitaan.

Saya kagum dengan Adhi Ms, Titik Syuman, ketika menjadi juri Final Indonesia Mencari Bakat ( IMB) dalam TV Nasional Trans TV, 18 September 2010 yang mengagumi suara dan keperibadian Putri Ayu Rosmei Silaen ketika menyanyikan lagu Ave Maria ciptaan Gounod yang ditambahi musik oleh Bach. Para juri mengakui bahwa mereka muslim, tetapi sangat senang dengan  lagu Ave Maria, bahkan Titik Syuman berharap penuh lagu ini sebagai penyejuk dalam kebhinekaan agama di Indonesia.” Saya muslim,Ave Maria Indah”, lanjut Adhi Ms.

Kebeningan hati Adhi MS, Titik Syuman mengagumi penampilan Putri ayu serta lagu Ave Maria  terungkap tatkala hati dan pikiran mereka dikosongkan, menjadi  putih bersih. Kepribadian seperti ini perlu direplikasi, dan diimplementasikan semua orang, menanggalkan status sosial dan keberbedaan primordial lainnya . Suasana penerbangan perlu dialami dalam kehidupan kita sehari- hari, di tempat tugas seperti kantor, sekolah, panti, rumah sakit, di rumah .

Sikap Titiek Syuman dan Adhi MS serta juri final IMB mewakili kita semua untuk saling mendoakan, memberikan ucapan selamat, tidak hanya kepada sesama pemeluk agama, tetapi dengan sesama pemeluk agama lainnya, Paskah 2015, Pesta Kebangkitan Sang Juru Selamat, Sang Yesus Kristus.

Muriah akan dirasakan ketika saling menghormati.Protocoler Storp Here  dapat saja berubah, -dan bukan tidak mungkin hal ini yang kita sering temui dan hadapi dalam kenyataan  sehari- hari-, menjadi Protocoler Start Here ketika para politisi yang menebar senyum sepanjang waktu sosialisasi diri di pinggir- pinggir  jalan, di bawah pohon, di tempat gelap, tetapi tatkala berada di atas singgasana  kekuasaan menjadi penguasa  bahkan cenderung berlaku mahakuasa, kontras dengan kepribadian pilot.

Kosmas Takung,warga RT 020, RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

HP 081339469828

Email :kosmastakung@ymail.com

Artikel

PROTOKOLER STOP HERE

Oleh

Kosmas Takung

“Protokoler Stop Here”, kalimat yang tertera pada sepotong papan pengumunan portable kecil di Bandara Sam Ratulangi Menado .Tulisan singkat itu dipasang tepat di depan  pintu masuk ruang tunggu bandara yang terletak di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara,Menado.

Benar.Memasuki ruang tunggu bandara,hingar –bingar dan kebisingan berubah menjadi suasana silentium.Individualisme penumpang serentak sirna, berubah menjadi keramahan yang menembusi sekat status sosial,agama, dan jabatan bahkan jenis kelamin.Suasana akrab familiar muncul spontan, mengusir keakuan yang diganti kekitaan dan kekamian, karena semua merasa sama,satu, hanya sebagai calon penumpang pesawat terbang . “Para penumpang diminta segera boarding”, pengumuman pihak maskapai bandara mengundang semua calon penumpang untuk segera menaiki pesawat dan menduduki kursi masing- masing sesuai nomor seat yang tertera dalam boarding pass.

Sejak menduduki kursi pesawat, suasana hening dibuka tatkala awak kabin dan pramugari memperagakan penggunaan fasilitas penerbangan seperti sabuk pengaman, menyelamatkan diri jika terjadi  kondisi emergensi, pemanfaatan toilet serta sebagai penerbangan bebas asap rokok untuk mengingatkann semua penumpang dilarang merokok.”Para penumpang yang terhormat, kita segera terbang, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing- masing agar penerbangan kita tiba dengan selamat”, kalimat yang diucapkan lembut awak cabin yang diikuti semua penumpang.Suasana demikian semakin hening karena semua penumpang khusuk berdoa agar penerbangan lancar dan tiba dengan selamat.

Susana hening  penerbangan hanya diiringi suara bisik-bisik penumpang bercerita.Dalam cuaca yang baik, penerbangan sungguh- sungguh dinikmati apalagi jika dari  ruang kemudi pesawat sang kapten pilot, menginformasikan kondisi cuaca dan posisi peswaat.Sebaliknya, meliwati cuaca agak kurang bersahabat, sang kapten akan langsung “fasten your belt”,dengan signal lampu di kap pesawat tepat beberapa sentimeter di atas kepala semua penumpang,diteruskan  awak kabin atau pramugari untuk segera mengenakan  sabuk pengaman, tidak berdiri, serta segera kembali ke tempat duduk masing-masing dengan perintah yang lembut dan serentak dipatuhi penumpang tak terkecuali krew pesawat.Dalam penerbangan,Pilot adalah pemimpin, kepala, penanggung jawab sejati menerbangkan pesawat untuk dinikmati semua penumpang dan tiba dengan selamat sampai tujuan.Tatkala ban pesawat menyentuh bibir landasan,para penumpang sepontan berdoa mensyukuri perlindungaNya dalam  penerbangan hingga tiba dengan selamat.

Suasana penerbangan diidam-idamkan semua orang karena kecuali menghemat waktu untuk sebuah perjalanan jauh,dan hiburan, bisa menikmati kebesaran dan kemahakuasaan Sang Pemilik Kehidupan.Pengembaraan kita di bumi, dalam dunia pekerjaan dan hidup sehari- hari menginginkan suasana seperti yang dialami dalam dunia penerbangan.Demikian juga pergaulan sehari- hari, hidup bersama yang penuh keramahan,ternyata dalam suasana tertentu saja dan dalam waktu yang sangat singkat, kita boleh  menunjukkan keakuan, tetapi sebanyak- banyaknya waktu wajib menunjukkan sikap kekitaan.

Saya kagum dengan Adhi Ms, Titik Syuman, ketika menjadi juri Final Indonesia Mencari Bakat ( IMB) dalam TV Nasional Trans TV, 18 September 2010 yang mengagumi suara dan keperibadian Putri Ayu Rosmei Silaen ketika menyanyikan lagu Ave Maria ciptaan Gounod yang ditambahi musik oleh Bach. Para juri mengakui bahwa mereka muslim, tetapi sangat senang dengan  lagu Ave Maria, bahkan Titik Syuman berharap penuh lagu ini sebagai penyejuk dalam kebhinekaan agama di Indonesia.” Saya muslim,Ave Maria Indah”, lanjut Adhi Ms.

Kebeningan hati Adhi MS, Titik Syuman mengagumi penampilan Putri ayu serta lagu Ave Maria  terungkap tatkala hati dan pikiran mereka dikosongkan, menjadi  putih bersih. Kepribadian seperti ini perlu direplikasi, dan diimplementasikan semua orang, menanggalkan status sosial dan keberbedaan primordial lainnya . Suasana penerbangan perlu dialami dalam kehidupan kita sehari- hari, di tempat tugas seperti kantor, sekolah, panti, rumah sakit, di rumah .

Sikap Titiek Syuman dan Adhi MS serta juri final IMB mewakili kita semua untuk saling mendoakan, memberikan ucapan selamat, tidak hanya kepada sesama pemeluk agama, tetapi dengan sesama pemeluk agama lainnya, Paskah 2015, Pesta Kebangkitan Sang Juru Selamat, Sang Yesus Kristus.

Muriah akan dirasakan ketika saling menghormati.Protocoler Storp Here  dapat saja berubah, -dan bukan tidak mungkin hal ini yang kita sering temui dan hadapi dalam kenyataan  sehari- hari-, menjadi Protocoler Start Here ketika para politisi yang menebar senyum sepanjang waktu sosialisasi diri di pinggir- pinggir  jalan, di bawah pohon, di tempat gelap, tetapi tatkala berada di atas singgasana  kekuasaan menjadi penguasa  bahkan cenderung berlaku mahakuasa, kontras dengan kepribadian pilot.

Kosmas Takung,warga RT 020, RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

HP 081339469828

Email :kosmastakung@ymail.com

Artikel

PENGHARGAAN KETERTINGGALAN NTT DAN UJIAN NASIONAL 2015

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Sertifikasi Guru,Kepala Sekolah dan pengawas Sekolah bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur ternyata  oleh Kemendikbud menggolongkannya sesuai data KDT, yakni sebagai  provinsi tertinggal.Dengan penghargaan ketertinggalan NTT oleh Kemendikbud dalam pemberian TPG, regulasi yang diikutinya dalam mendapatkan tidak lagi memperhitungkan beban kerja sebagaimana diatur dalam PP 74 Tahun 2008 tentang Guru, dan regulasi lainnya.” Berapapun jumlah siswa dan sekolah serta beban kerjanya tetap diakomodir untuk mendapatkan TPG”, demikian penegasan Direktur P2TK Ditjen Dikdas, Sumarna Surapranata,Ph.D Kamis, 26 Februari 2015 dalam konperensi pers dengan wartawan ibu kota di Jakarta. Beruntung,dalam jumpa pers itu,4 orang pengawas sekolah dari NTT, yakni saya dari Manggarai, Dominggus K.Yani dari Sumba Tengah, Adrianus Fua Raja dari Ngada serta Maxwel dari Sabu Raijua, hadir, diundang oleh seorang Kepala Seksi di direktorat ini, Tagor Alamsah Harahap. Kami berempat ke Kemendikbud berkaitan dengan sertifikasi guru 2015.

Sumarna Surapranata,Ph.D dalam kesempatan itu membeberkan banyak data berkaitan dengan sertifikasi, sebelumnya, dan rencana tahun 2015.Khusus NTT, disebutkan bahwa yang masuk dalam status kabupaten desa tertinggal adalah  Alor,  Belu,  Ende, Flores Timur,  Kupang,  Lembata, Manggarai,  Manggarai Barat, Manggarai Timur,  Nagakeo,  Ngada,  Rote-Ndao,  Sikka,  Sumba Barat,  Sumba Barat Daya,  Sumba Tengah,  Sumba Timur,  Timor Tengah Selatan,  Timor Tengah Utara,  Manggarai Timur.Masing-masing kabupaten memiliki kecamatan dan desa dengan status tertinggal bahkan ada yang sangat tertinggal.

Untuk  Alor, kecamatan yang tergolong tertinggal antara lain   Alor Barat Daya,  Alor Barat Laut,  Alor Selatan, Alor Tengah Utara,  Alor Timur,  Alor Timur Laut,  Kabola,  Lembur, Mataru. Kabupaten Belu adalah Kecamatan Lasiolat, Rai Manuk, Raihat, Sasita Mean, Tasifeto Barat,dan Tasifeto Timur. Kabupaten Ende adalah  Kecamatan Detukeli, Detusoko, Ende, Ende Timur, Kelimutu, Kota Baru, Lio Timur, Maukaro, Maurole, Nangapanda, Ndona, Ndona Timur, Ndori, Wewaria, dan Wolowaru.

Kabupaten Flores Timur, antara lain kecamatan KDT adalah Adonara, Adonara Barat, Adonara Tengah, Adonara Timur, Demon Pagong, Ile Boleng, Ilebura, Kelubagolit, Lewolema, Solor Baratdan Wulang Gitang.Sedangkan Kabupaten Kupang antara lain Kecamatan Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur.Kabupaten Lembata adalah Kecamatan Atadei, Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Naga Wutung, Nubatukan, Omesuri,dan Wulandoni.

Kabupaten Manggarai adalah Kecamatan Cibal, Lelak, Rahong Utara, Reok, Ruteng, Satar Mese Barat, Satarmese. adalah kecamatan  Boleng, Komodo, Kuwus, Lembor, Macang Pacar, Sano Nggoang,dan Welak Barat. Kab. Manggarai Timur adalah Kecamatan Borong, Elar, Kota Komba, Lamba Leda, Poco Ranaka, dan Sambi Rampas.

Kabupaten  Nagakeo antara lain  Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan, Boawae, Keo Tengah, Mauponggo Kabupaten  Ngada antara lain Kecamatan Aimere, Bajawa Utara, Golewa, Jerebuu, Riung. Kabupaten Sikka adalah Kecamatan Alok, Alok Timur, Bola, Doreng, Hewokloang, Kangae, Kewapante, . Mapitara, Mego, Paga, Palue, Talibura, Tana Wawo, Waiblama,dan Waigete

Kabupaten  Rote-Ndao antara lain Kecamatan Lobalain, Pantai Baru, Rote Barat, Rote Barat .

Kabupaten  Sumba Barat  antara lain  Kecamatan Kota Waikabubak, Laboya Barat, Lamboya, Loli, Tana Righu,dan Wanokaka. Kabupaten Sumba Tengah adalah Kecamatan Mamboro.

Kabupaten  TTS antara lain  Kecamatan Amanatun Selatan, Amanatun Utara Amanuban Barat. Kabupaten TTU adalah Kecamatan Biboki Anleu, Biboki Feotleu, Biboki Moenleu, Biboki Selatan, Biboki Tanpah, Biboki Utara, Bikomi Nilulat, Bikomi Selatan, Bikomi Tengah, Bikomi Utara, Insana, Insana Tengah ,Insana Fafinesu, Insana Utara, Musi, Mutis, Naibenu, Noemuti,dan Noemuti Timur.

Analogi  pada status ketertinggalan kabupaten dan kecamatan sebagaimana disebutkan, kondisi SNP di kabupaten- kabupaten ini,tentu belum terpenuhi. Secara eksplisit, ketercapaian SNP NTT sebagaimana data Padamu Negeri 2013, masih jauh dari dari standar, bahkan SPM.

Ironisnya, Kemendikbud dalam UN 2015 mempercayakan sepenuhnya kepada satuan- satuan pendidikan termasuk di NTT untuk menentukan sendiri standar kelulusan peserta setelah menerima hasil UN 2015. Kepercayaan pemerintah ini ibarat memikul beban yang tak sesuai kemampuan.

Mendikbud Dikdasmen,  Anies Baswedan dalam keterangan persnya akhir Februari di Jakarta menyebutkan Peserta Didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah  a.             menyelesaikan seluruh program Pembelajaran; b.       memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan c.          lulus Ujian satuan/program pendidikan; (2)       Kelulusan Peserta Didik dari satuan/program pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh satuan/program pendidikan yang bersangkutan.Dengan demikian,  PP 19/2005 tentang SNP Bab X Standar Penilaian Pendidikan Bagian Kelima Kelulusan Pasal 72  (1) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah (d) lulus Ujian Nasional, dihapus.

UN 2015 sebagai ujian yang ramah dan ramai. Ramah karena pengamanan seluruh proses UN tidak lagi melibatkan kepolisian, sedangkan ramai karena penentuan kelulusannnya melibatkan masing-masing satuan pendidikan dengan takaran kelulusan versi masing-masing satuan pendidikan pula. Ini berarti KKM yang digunakan masing-masing satuan pendidikan merupakan acuan kriteria kelulusan.” Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan formal ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru”, Materi sosialisasi Pos UN  Kemendikbud 2015. Dengan demikian, huruf (c) Pasal 68 PP 19/2005 tentang SNP “Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan”, dihapus.Demikian juga nasib Pasal 72  “1. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: (d) lulus Ujian Nasional, dihapus.

Pos UN 2015  nampaknya sebagai Pos UN paling lambat dikeluarkan BSNP jika dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya,sebab  hingga pekan pertama Maret 2015 masih dalam bentuk draft, oleh Kemendikbud sendiri mengakuinya sebagai  Pos UN 2015 karena tinggal pemberian nomornya yakni masih dalam bentuk  Peraturan BSNP Nomor …../P/BSNP/II/2015 Tentang POS Penyelenggaraan UN Tahun Pelajaran 2014/2015

Penentuan kelulusan yang diserahkan sepenuhnya kepada sekolah oleh BSNP bukan tidak mungkin secara perlahan merupakan pengakuan akan kompetensi dan profesionalisme guru.Bahwa peran guru dalam KBM dinilai sudah maksimal dan bertindak profesional.Peserta didik yang diajar, dididik dan dibimbingnya mendengarkan gurunya, dan SNP lambat laun terpenuhi, SPM.

Memberikan  keleluasaan kepada  masing-masing satuan pendidikan untuk menentukan kelulusan ujian tahun 2015 secara implisit juga adalah bukti bahwa masyarakat dihargai oleh pemerintah sebagaima diatur dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas untuk mengawasi dan berkontribusi dalam pendidikan.

Keramahan dan ramainya UN 2015 dengan bakal direvisinya Permendikbud 144/2014 tentang kriteria kelulusan UN 2015 dan diharapkan akan secepatnya diterbitkannya Pos UN 2015, tidak diartikan sebagai pembiaran oleh Pemerintah kepada masing-masing satuan pendidikan menentukan  kelulusan peserta didik, mengurangi nilai hakiki sebuah UN yang menyedot anggaran  dan tenaga yang tidak sedikit.Kompetensi dan profesionalisme guru dipertaruhkan, tanggung jawab dan pengawasan masyarakat dan pemerintah daerah wajib ditunjukkan sehingga pengetahuan, sikap, dan ketrampilan sungguh dinilai secara obyektif-ilmiah dan profesional.Sebuah harapan.

************************************************

Kosmas Takung

Alamat RT 020 RW 003 Keluarahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Manggarai

Artikel

PENGABDIAN TULUS GURU NONKEPENDIDIKAN

Catatan Kritis untuk Kadis PPO Manggarai Timur

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Sebagai rekan seprofesi, saya bangga dengan sikap jajaran guru di Kabupaten Manggarai Timur. Di tengah mereka sibuk membenah dokumen administrasi KTSP pasca dikeluarkannya Permendikbud Nomor 160/ 2014 tentang  Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013, Permendikbud 144/2014 tentang  Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Tahun 2015, dan Peraturan Bersama Dirjen Pendidikan Dasar dan Dirjen Pendidikan Menengah Nomor 5496/C/Kr/2014 Nomor 7915/D/Kp/2014 Tanggal 22 Desember 2014 Tentang Petunjuk Teknis Pemberlakukan Kurikulum Tahun 2006 Dan Kurikulum 2013 Pada Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah,mereka didamprat Kepala Dinasnya karena siap untuk dinonaktifkan  sebagai guru,konon  sebahagian mereka berijasah nonkependidikan.

Guru Non Kependidikan Dilarang Mengajar”, demikian Flores Pos Rabu, 4 Februari 2015 mengutip pernyataan Kadis PPO Manggarai Timur,Frederika Soch. Pernyataan Kadis ini sepertinya tidak ditanggapi, tak seorangpun guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah setempat mengkritisinya. Saya menyesal atas sikap teman- teman saya di Matim, tidak memanfaatkan Permenegpan dan RB 21 / 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya dalam PKB ,berupa PD,PI dan KI.Padahal, jika mencari referensi tentang guru seperti UU 20 / 2003 tentang Sisdiknas, UU  14 /2005 tentang Guru dan Dosen, Permendiknas 16 /2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru , PP 74 /2008 tentang Guru,serta Permendiknas 8 /2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Pra Jabatan,tidak ditemukan kalimat sebagaimana dinyatakan Kadis, Frederika Soch.Hanya disebutkan bahwa salah satu syaratnya adalah berijasah D4 atau S1 dari program studi yang terakreditasi.Kecuali itu, harus memiliki kompetensi kepribadian, Sosial,Paedagogik, dan Profesional.  Guru- guru nonkependidikan tidak usah cemas. Sebab,UU 14 / 2005 tentang Guru dan Dosen  Bab IV Bagian Ke Satu tentang Kualifikasi, Kompetensi dan Sertifikasi Pasal 8 sudah diujimaterikan di Mahkamah Konstitusi , dan dinyatakan bertentangan dengan Pasal 28D UUD tahun 1945.

Tetapi Kadis PPO Kabupaten Manggarai Timur ,tentu memiliki banyak referensi pendidikan, sebagai dasar  dasar hukum dan kebijakan yang pasti seperti Perda atau regulasi lokal lainnya.Semua keluarga besar pendidikan mengharapkan jawaban beliau sehingga guru- guru yang berbasic nonkependidikan tidak resah, dan bukan tidak mungkin mengganggu sistem yang sudah terbangun dengan baik di sekolah- sekolah.

Menelusuri referensi pendidikan di Kemendikbud sejak  2013, saya justru mengapresiasi hasil pembangunan pendidikan di Manggarai Timur, tentu termasuk yang dihasilkan oleh sejumlah satuan pendidikan yang bukan tidak mungkin  memiliki tenaga guru nonkependidikan terutama dari sekolah- sekolah yang dibangun masyarakat.

EDS melalui Padamu Negeri  Kemendikbud 2013 SD misalnya, rerata capaian SNP untuk SKL,SI,Standar proses,Standar Penilaian,PTK dan Pengelolaan Kabupaten Manggarai Timur  dalam skala 1-10 adalah 6,40 di bawah Provinsi NTT 7,37,  tetapi di atas Nasional 5,94.Rinciannya, SKL 4,54,SI 6,35,S.Proses 6,03,Penilaian 7,23,PTK 7,26, dan Pengelolaan 7,01. SMP , reratanya adalah 6,93 dengan rincian 4.56,7.94,6.58,7.57,8.07, dan 7.17, sedangkan SMA 6.54 dengan rincian 4.47,7.26,5.91,7.10,7.78, dan 7.07, serta SMK adalah 5.51 dengaan rincian 4.219,6.40,5.65,6.35,4.58, dan 6.39.

SKL,rerata SD adalah 1,15, lulusan menunjukkan karakter 6,45,lulusan mampu berpikir logis dan sistematis 5,80,lulusan mampu berkomuniukasi efektif dan santun 5,02, lulusan memiliki kemampuan mengamati dan bertanya untuk berpikir dan bertindak produktif serta kreatif 7,67, dan SMP adalah1.00,6.44,6.29,6.18, dan 6.47, serta SMA adalah 2.11,56.84,5.24,5.55,4.73 dan 5.74, sedangkan SMK, capaiannya 2.50,4.94,4.48,4.31, 6.27 dan 5.02.

SI SD, kurikulum sesuai dengan kurikulum nasional, kurikulum disusun secara logis dan sistematis, kurikulum relevan dengan  lingkungan dan kebutuhan, dan revisi kurikulum dilakukan secara berkala perolehannya adalah 7.19,8.dan 5.88. SMP, capaiannya 8.20,9.24,6.63, dan 7.77, tingkat SMA 7.10,7.48,8.78, dan 5.67. Sedangkan SMK  5.44,6.73,8.27, dan 5.18.

Standar Proses berupa RPP yang dikembangkan sesuai dengan SKL dan SI serta memenuhi aspek kualitas , PBM dilakukan secara efisien dan efektif untuk penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku , PBM mengembangkan karakter jujur, disiplin, bertanggungjawab, dan menghargai orang lain, PBM mengembangkan kemampuan berkomunikasi efektif dan santun, PBM mengembangkan kreatifitas peserta didik, PBM mengembangkan budaya dan kemandirian belajar, Interaksi guru-siswa mendukung efektifitas PBM, dan suasana akademik di sekolah mendukung pembelajaran,perolehannya 7.48,5.07,7.92,4.07,3.37,6.72,6.83, dan 5.32. SMP, capaiannya 8.53,6.84,3.54,3.70,8.02,6.29, 8.53, dan 8.27, sedangkan SMA 6.75,5.40,7.10,4.63,2.85,6.22,6.82, dan 6.12, serta SMK, 6.63,5.21,78.31,4.45,2.60,5.54,6.64, dan 5.42.

Standar Penilaian SD,berupa guru menggunakan prinsip-prinsip penilaian, guru melakukan perancangan penilaian, guru menyusun instrumen sesuai dengan kaidah yang baku, sekolah menetapkan KKM, sekolah memiliki dokumen prosedur dan kriteria penilaian, capaiannya  8.08,6.65,6.96,5.00, dan 8.59. SMP 4.05,8.81,8.47,7.26,6.78, SMA  7.68,7.97,6.50,4.04, dan 8.72, sedangkan SMK 6.56,7.45,6.10,4.67, dan 6.73.

Standar PTK SD  , profesional dalam bidangnya, dan peningkatan kompetensi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah,perolehannya 7.68 ,dan 6.42. SMP 6.60, dan 7.25, sedangkan SMA 8.75, dan 5.83, dan SMK 4.00, dan 5.75.

Standar Pengelolaan SD  berupa Visi, misi, dan tujuan sekolah sesuai dengan EDS, Visi, misi, dan tujuan sekolah dipahami oleh semua warga sekolah, RKS sesuai EDS , RKS  berorientasi mutu, perencanaan sekolah terkait peningkatan mutu PBM, suasana organisasi mendukung program sekolah,  dan pimpinan melakukan supervisi dan evaluasi sesuai standard,reratanya adalah 6.23, 8.31, .49,6.77.8.34,8.34, dan 2.49. tingkat SMP  8.49,2.71,4.56,7.94,6.58,7.57, dan 8.07; tSMA  6.70,9.14,5.85,6.71,8.63,8.03, dan 2.62; serta SMK 6.07,7.89,5.53,6.67,7.48,6.84, dan 3.13.

Data lain yang menarik dari keberhasiulan pembangunan pendidikan di Manggarai Timur adalah hasil UN US dan NA tahun 2014 yang dianalisis Puspendik Litbang Kemendikbud.

SMP, rerata Nilai Sekolah peserta 4978 orang dari 90 sekolah peserta , Bindo, Bing, Matematika, dan  IPA  adalah 8.11, 8.03,7.95, dan 8.01.Nilai Akhir(NA)-nya 7.65,7.12,6.70, dan 6.88.Nilai Ujian Nasional ( UN) adalah 7.34,6.51,5.86, dan 6.12. Ketidaklulusan NS, NA dan UN tingkat SMP adalah  0.000%,0.161%, dan 24.568%.

SMA Bahasa, dengan peserta 458 orang dari 14 sekolah peserta,rerata perolehan NS Bindo,Bing,Matematika,Sastra, Antropologi,Bahasa Asing adalah 8.46,8.38,8.32,8.44,8.47, dan 8.45 dengan ketidaklulusan 0.000%. NA, ketidaklulusannya 0.000%  dan rerata 6.97,6.09,5.54,7.18, 6.57, dan 5.95. sedangkan UN,reratanya adalah 5.96,4.56,3.68,6.34,5.30,dan 4.29, ketidaklulusan 1.223%.

SMA IPA,peserta  420 orang dari 22 sekolah,NS Bindo,Bing,Matematika,Fisika, Kimia, dan Biologi adalah 8.58,8.46,8.46,8.50, dan 8.53 dengan ketidaklulusan 0.000%; NA-nya adalah 7.19,6.15,5.43,5.33,5.73,dan 5.83, dengan ketidaklulusan 0.238%, serta rerata  UN, adalah 6.25,4.60,3.40,3.24,3.87, dan 4.03 , ketidaklulusan 95.000%.

Peserta IPS, 1593 dari 11 sekolah , ketidaklulusannya 0.000%, dengan rerata NS Bindo,Bing,Matematika,Ekonomi,Sosiologi, dan Geografi, 7.96,7.87,7.76,7.91,8.04,8.01, sedangkan NA, ketidaklulusan  6.4466% dengan rerata  6.26,5.73,5.08,5.24,5.79,5.51, serta ketidaklulusan UN 98.933% dengan rerata 5.11,4.29,3.28,3.46,4.27, dan 3.84.

Peserta SMK 303 orang dari 3 sekolah,ketidaklulusan 0.000% dengan rerata NS Bindo,Bing,Matematika, dan Kompetensi adalah 7.99,7.93,7.86,8.23; NA-nya adalah 6.58,6.81,5.54,, dan 7.82 , ketidaklulusan 0.000%;  sedangkan UN, ketidaklulusan 56.436%, dengan rerata nilai  5.63,6.05,3.97, dan 7.55.

(Kosmas Takung

Alamat RT 020 RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

HP 081339469828

kosmastakung@ymail.com)

Artikel Pendidikan

MEMBEDAH HASIL UN NTT 2013-2014

Refleksi Menyongsong Ujian Nasional 2015

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

UN Tahun 2015, akan digelar April dan Mei tahun ini.Tanggal pastinya belum dikeluarkan BSNP, namun Permendikbud Nomor 144 Tahun 2014    Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik UN Tahun 2015 dapat dijadikan referensi. Pasal 15 (2UN SMA/MA, SMALB, dan SMK/MAK dilaksanakan pada bulan April tahun 2015, dan SMP, sesudahnya.

Di awal 2015, kompetensi guru dipertaruhkan , melaksanakan Permendikbud 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan KTSP 206 dan Kurikulum 2013, dan  Peraturan Bersama Dirjen Dikdas dan Dirjen Dikmen Nomor 5496/C/KR/2014 dan Nomor 7915/C/KP/2014 tentang  Juknis Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum 2013 Pada Sekolah jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah tanggal 22 Desember 2014.

Guru- guru sungguh sangat sibuk, tetapi sebagai  orang yang berkompeten, mereka tak menyerah atas pekerjaan mulia ini.Kecuali membenah administrasi KTSP 2006, juga menyiapkan peserta didiik kelas akhir mengikuti UN 2015 mulai bedah SKL,US, dan try out.Keluarga dan masyarakat termasuk pemerintah wajib mendukung sesuai tugas masing-masing sebagaimana diatur UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.

Himne guru  kita gemakan, “Terpujilah wahai engkau ,Ibu Bapa Guru”, sebagai penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka mencerdaskan generasi muda kita.

Gambaran Hasil UN  SMP Sejak 2013

Hasil UN 2 tahun di NTT merupakan bahan refleksi semua pihak, dan dibenahi di sekolah oleh guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.Tahun 2013, rerata NA,UN dan NS tingkat provinsi NTT adalah 6,36,5,28, dan 7,97. Kota Kupang 6,24,5,08 dan 7,98;Kabupaten Kupang,6,42,5,16, dan 8,31;TTS,6,39,5,45, dan 8,31; TTU  6,18,5,00 dan 7,94;Belu 6,12,4,75, dan 8,17; Alor 6,74,5,83, dan 8.09.Flores Timur 6,22,5,16, dan 7,80;Sikka 6,26,5,32, dan 7,67;Ende 6,03,4,92 dan 7,68;Ngada  6,33,5,00 dan 8,31;Manggarai 6,69,5,75 dan 8,09;Sumba Timur 6,07,4,59 dan 8,27;Sumba Barat  6,01,4,69, dan 7,99; Lembata 6,33,5,23 dan 7,98;Rote Ndao 6,64,5,72 dan 8,02;Manggarai Barat  6,67,5,91, dan 7,78;Nagekeo 6,38,5,30, dan dan 7,98;Sumba tengah 6,52,5,54, dan 7,96;Sumba Barat Daya 6,36,5,22, dan8,07;Manggarai Timur 6,54,5,81 dan 7,64;Sabu  Raijua  7,31,6,83, dan 8,02, dengan rerata nasional adalah 6,95,6,10, dan 8,21.

Tahun 2014 , rerata SMP provinsi NTT  untuk NA,UN dan NS adalah 6,77,6,51, dan 8,21.Kota Kupang,6.53,5,23, dan8,47,Kab.Kupang,6.50,5,17, dan 8,50,TTS 6.98,6,05 dan 8.37,TTU, 6.50,5,40 dan 8,14 dan Alor 7.18,6,35 dan 8,42. Lembata 6.70, 5.46, dan 8.54,Flores Timur 6,475,49 dan 7,93, Sikka 6,58,5,69 dan 7,89,Ende 6,49,5,38, dan8,14,Nagekeo  7.06,6,07 dan 8,52 Ngada 6.55,5,33, dan 8,39. Manggarai  7.12,6,39 dan 8,21 Manggarai Timur 7,09,6,46 dan8,03 dan Manggarai Barat  7,22,6,24 dan  8,52. Sumba Timur 6.07,4,86 dan 7,88, Sumba Barat 7,16,6,24,dan 8,52, Sumba tengah 6.70, 5,74 dan 8,15 dan Sumba Barat Daya 6.64, 5,74 dan7, 99 Sedangkan Sabu Raijua, dan Rote Ndao masing-masingnya adalah 7,31,6,78,8,10 dan 7.72,7,26 ,8,41 dengan rerata nasional adalah 7,19,6,52 dan 8,17.

SMA Bahasa,rerata propinsi NTT tahun 2013 untuk NA,UN dan NS adalah 6,65,5,53, dan 8,31 Kota Kupang  7,65,7,21, dan 8,29;Kabupaten Kupang 6,24,4,75, dan 8,47;TTS 6,27,5,06, dan 8,47;TTU  6,21,4,88, dan 8,19;Belu 6,48,5,20, dan 8,38; Alor 6,37,5,14, dan 8,21.Flores Timur  6,58,5,64, dan 7,99;Sikka 6,60,5,65,8,01;Ende  6,61,5,52, dan 8,22; ngada  6,55,5,42, dan 8,24;Manggarai 6,78,5,56, dan 8,61. Sumba Timur 6,50,5,39, dan 8,14;Sumba Barat 6,69,5,70, dan 8,18; Lembata  6,59,5,53, dan 8,17;Rote Ndao 6,96,6,07, dan 8,29;Manggarai Barat  6,80,5,72, dan 8,42;Nagekeo  6,61,5,26, dan 8,62.Sumba  Tengah 6,09,4,78, dan 8.03;Sumba Barat Daya  6,29,5,01 dan 8,20;Manggarai Timur  6,41,5,26 dan 8,13; dan Sabu Raijua 6,51, 5,32, dan 8,29, dan rerata nasional 7,21,6,37, dan 8,45.

Tahun 2014 , rerata NA, UN dan NS Bahasa tingkat provinsi adalah 6,43,5,12, dan 8,40.Kota 7,66,7,29 dan 8,20;Kab.Kupang 6,70,5,44, dan 8,58;TTS 6,35,4,88, dan 8,56; TTU 6,10,4,51 dan 8,46;Belu 5,94,4,28, dan 8,41;Alor 6,15,4,78, dan 8,20.Flotim 6,46,5,21 dan 8,31; Sikka 6,41, 5,29, dan 8,08;Ende 6,39,5,14,dan 8,25;Ngada 6,43,5,06, dan 8,48;Manggarai 6,31, 4,79, dan 8,59;Sumba Timur 6,22,5,01, dan 8,03;Sumba Barat 6,24,4,81,dan 8,37; Lembata 6,24, 4,98, dan 8,11;Rote Ndao 6,54,5,13 dan 8,66;Manggarai Barat 6,97, 5,97, dan 8,46;Nagekeo 6,48,5,02, dan 8,66;Sumba Tengah 6,25,4,73, dan 8,53; Sumba Barat Daya 6,11,4,69 dan 8,23;Manggarai Timur 6,38,5,02, dan 8,42;Sabu Raijua 5,76, 4,20, dan 8,0, dengan rerata nasional 7,08,6,18, dan 8,44..

IPA Tahun 2013, rerata NA,UN dan NS tingkat propinsi NTT adalah 6,67,5,58 dan 8,30. Kota Kupang  7,84,7,48, dan 8,35;Kabupaten Kupang 6,55,5,26, dan 8,48;TTS 6,51,5,37, dan 8,20;TTU  6,26,5,00, dan 8,14; Belu 6,47,5,24, dan 8,30; Alor 6,19,4,77, dan 8,30;Flores Timur  6,40,5,31 , dan 8,02;Sikka 6,63,5,59, dan 8,17;Ende  6,50,5,37, dan 8,19; Ngada  6,66,5,46, dan 8,43;Manggarai 6,81,5,57, dan 8,66. Sumba Timur 6,29,5,02, dan 8,18;Sumba Barat 6,31,4,99, dan 8,26; Lembata  6,50,5,42, dan 8,11;Rote Ndao 6,27,4,82, dan 8,44;Manggarai Barat  6,64,5,41, dan 8,47;Nagekeo  6,42,5,04, dan 8,47.Sumba  Tengah 6,10,4,73, dan 8.13;Sumba Barat Daya  6,26,5,03 dan 8,10;Manggarai Timur  6,16,4,85 dan 8,10; dan Sabu Raijua 6,67, 5,25, dan 8,22, dengan rerata nasional 6,95,6,10, dan 8,21.

Tahun 2014 , rerata NA, UN dan NS  IPA tingkat provinsi adalah 6,33,4,92, dan 8,42.Kota Kupang  7,77,7,40 dan 8,32;Kab.Kupang 6,63,,5,35, dan 8,54;TTS 6,21,4,67, dan 8,51; TTU 5,86,4,15 dan 8,42;Belu 5,82,4,01, dan 8,53;Alor 5,72,3,93 dan 8,40.Flotim 6,02,4,48 dan 8,33; Sikka 6,26, 4,80, dan 8,44;Ende 5,97,4,49,dan 8,19;Ngada 6,13, 4,53, dan 8,53;Manggarai 6,32, 4,82, dan 8,55 ;Sumba Timur 5,80,4,26, dan 8,11;Sumba Barat 5,82,4,16,dan 8,31; Lembata 6,02, 4,950, dan 8,30;Rote Ndao 5,90,4,07 dan 8,64;Manggarai Barat 6,33, 4,84, dan 8,54;Nagekeo 6,03,4,29, dan 8,63 ;Sumba Tengah 5,81,3,98 dan 8,55; Sumba Barat Daya 5,80,4,16 dan 8,25;Manggarai Timur 5,94, 4,23, dan 8,50;Sabu Raijua 5,55, 4,92, dan 8,29, dengan rerata nasional 6,33,4,92, dan 8,42..

IPS tahun 2013, rerata NA,UN dan NS tingkat propinsi NTT adalah 6,73,5,86 dan 8,02. Kota Kupang  7,11,6,54, dan 7,96;Kabupaten Kupang 6,96,6,08, dan 8,26;TTS 6,52,5,42, dan 8,15;TTU  6,52,5,61, dan 7,88; Belu 6,83,6,13, dan 7,86; Alor 6,29,5,40, dan 7,62;Flores Timur  6,86,5,78 , dan 8,48;Sikka 6,59,5,76, dan 7,83;Ende  6,47,5,56, dan 7,82; Ngada  6,68,5,57, dan 8,32;Manggarai 6,86,5,97, dan 8,20. Sumba Timur 6,25,5,29, dan 7,68;Sumba Barat 6,50,5,41, dan 8,11; Lembata  6,87,5,83, dan 8,42;Rote Ndao 7,51, 7,03, dan 8,24;Manggarai Barat  6,79,5,77, dan 8,32;Nagekeo  6,39,5,52, dan 7,69.Sumba  Tengah 6,32,5,28, dan 7,88;Sumba Barat Daya  6,89,5,97 dan 8,27;Manggarai Timur  7,18,6,43 dan 8,30; dan Sabu Raijua 6,48, 5,38, dan 8,12, dengan rerata nasional 6,73,5,86 , dan 8,02.

Tahun 2014 , rerata NA, UN dan NS  IPS tingkat provinsi adalah 6,02,4,46, dan 8,34.Kota Kupang  7,22,6,56 dan 8,19;Kab.Kupang 6,43,,5,04, dan 8,51;TTS 5,92,4,26 dan 8,41; TTU 5,77,3,99 dan 8,42;Belu 5,76,3,94 dan 8,47;Alor 5,70,4,01 dan 8,22.Flotim 6,01,4,53 dan 8,21; Sikka 6,05, 4,61, dan 8,20;Ende 5,84,4,28,dan 8,17;Ngada 6,20, 4,74, dan 8,40;Manggarai 6,07, 4,46, dan 8,49 ;Sumba Timur 5,60,4,04, dan 7,93;Sumba Barat 5,56,3,82,dan 8,16; Lembata 6,02, 4,54,dan 8,23;Rote Ndao 5,81,3,97 dan 8,58;Manggarai Barat 6,23,4,72, dan 8,49;Nagekeo 5,89,4,12 dan 8,53 ;Sumba Tengah 5,66,3,73 dan 8,54; Sumba Barat Daya 5,73,4,03 dan 8,26;Manggarai Timur 5,94, 4,27, dan 8,43;Sabu Raijua 5,52, 3,75, dan 8,16, dengan rerata nasional 6,85,5,85 dan 8,34.

SMK Tahun 2013, rerata NA,UN dan NS tingkat provinsi adalah 6,73,5,86, dan 8,02.Kota Kupang 7,11, 6,54, dan 7,96;Kab.Kupang 6,96,,6,08, dan 8,26;TTS 6,52,5,42 dan 8,15; TTU 6,52,5,61 dan 7,88;Belu 6,83,6,13 dan 7,86;Alor 6,29,5,40 dan 7,82.Flotim 6,86,5,78 dan 8,48; Sikka 6,59,5,76 dan 7,83;Ende 6,47,5,56,dan 7,82;Ngada 6,68,5,57 dan 8,32;Manggarai 6,86, 5,97, dan 8,20 ;Sumba Timur 6,25,5,29 dan 7,68;Sumba Barat 6,50,5,41, dan 8,11;Lembata 6,87,5,83,dan 8,42;Rote Ndao 7,51,7.03 dan 8,24;Manggarai Barat 6,79,5,77 dan 8,32;Nagekeo 6,39,5,52 dan 7,69 ;Sumba Tengah 6,32,5,28 dan 7,88; Sumba Barat Daya 6,89,5,97 dan 8,27;Manggarai Timur 7,18,6,43, dan 8,30;Sabu Raijua 6,48,5,38 dan 8,12, dengan rerata nasional 6,73,5,86 , dan 8,02.

Sedangkan Tahun 2014, rerata NA,UN dan NS  SMK tingkat provinsi adalah 6,58,5,60, dan 8,05.Kota Kupang 6,98,6,45 dan 7,78;Kab.Kupang 6,98,5,84 dan 8,68;TTS 6,25,4,85 dan 8,33; TTU 6,58,5,58 dan 8,07;Belu 6,53,5,55 dan 7,97;Alor 6,11,5,01 dan 7,75.Flotim 6,61,5,42 dan 8,36; Sikka 6,42,5,43, dan 7,91;Ende 6,34,5,43,dan 8,05;Ngada 6,42,5,23 dan 8,18;Manggarai 6,96,6,14, dan 8,20 ;Sumba Timur 6,05,4,98 dan 7,66;Sumba Barat 6,24,5.06, dan 8,00;Lembata 6,58,5,41,dan 8,33;Rote Ndao 7,64,7.12 dan 8,40;Manggarai Barat 6,67,5,59 dan 8,29;Nagekeo 6,11,5,16 dan 7,53 ;Sumba Tengah 6,53,5,14 dan 8,61; Sumba Barat Daya 6,93,6,03 dan 8,26;Manggarai Timur 6,69,5,80 dan 8,00;Sabu Raijua 6,01,4,82 dan 7,80, dengan rerata nasional 6,58,5,60, dan 8,05.

,

Artikel Pendidikan

SABDA MENJADI KARYA MONUMENTAL PENDIDIKAN

Mengenang Pater Johanes Hendricus van Roosmalen,SVD

Oleh

IMG_3388

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Rohaniawan katolik Serikat Sabda Allah(SVD),fundator dua lembaga pendidikan di Kabupaten Manggarai,24 Desember 2014,telah menghadap Sang Khalik.Pater Johanes Hendricus van Roosmalen memenuhi panggilan Pencipta dengan tidak meninggalkan isyarat dan pesan ,karena tak seorangpun menyaksikan detik- detik kepulangannya.Teman- teman biarawan, dosen, mahasiswa, bahkan perawat setianya, Bastian, tak menyaksikan kegelisahannya saat-saat akhir kepergian imam SVD sejati ini. Maklum, hari kepulangan pastor yang sudah 68 tahun menghabiskan seluruh tenaga dan ilmunya di Manggarai dan Keuskupan Ruteng ini, bertepatan dengan persiapan puncak perayaan Natal, 24 Desember 2014.Kepulangannya sungguh dalam suasana hening, ia pulang dalam damai,RIP.

Membangun SMP pertama di Manggarai  ,SMP Tubi, dan STKIP Santu Paulus Ruteng, itulah karya besar kemanusiaan monumental yang diabadikannya untuk Manggarai dan umat katolik Keuskupan Ruteng.Kedua lembaga pendidikan yang  letaknya berdekatan ini, berdiri megah di jantung kota Ruteng Manggarai. SMPN Tubi yang awal pendiriannya hanya memiliki 30 murid adalah sekolah yang dibangun pendidik sejati ini, yang kemudian diserahkan kepada Pemerintah dan berubah nomenklatur menjadi SMP Negeri 1 Langke Rembong yang kini jumlah peserta didiknya mencapai 1.133  dengan Kepala Sekolah Drs. Wenseslaus J.Resman sesuai data SPM Kemendikbud semester 2 Tahun pelajaran 2013/2014.Satu lembaga monumental lainnya dalam pendidikan tinggi  adalah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP)Katolik Santu Paulus sebagai perkembangan dari KPK ( Kursus Pendidikan katekis) yang dibangun Sang misionaris sejati bersama Pater H.Lommen,SVD( Flores Pos, Senin,29 Desember 2014).

Pengalaman saya sepanjang saya belajar di SPGK Santu Aloysius Ruteng tahun 1976-1979,Pater Roosmalen dan Romo Dr. Yoseph Fernandez alm. sangat membantu siswa- siswa asrama sekolah asuhan Brudr- bruder CSA Santu Aloysius membentuk kepribadian siswa-siswa melalui misa rutin harian pagi hari pukul 06.30-07.00.Sabda yang diwartakan ditambah kepribadian dua dosen APK( sebelum STKIP sekarang) memudahkan kami untuk menjadi guru.

Kepahlawanan almarhum membangun pendidikan di Manggarai diabadikan dalam hati semua yang pernah mengenal, merasakan dan menyaksikan pengorbanan pastor SVD yang telah berkarya selama 65 tahun di,dengan, dan untuk Manggarai.

Ia sungguh sebagai fundator pendidikan sebagaimana diakui Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng,Pr, tatkala memimpin perayaan ekaristi pemakaman pastor sederhana kelahiran 27 Agustus 1920 di negeri Belanda ini. Bupati Manggarai,Drs.Christian Rotok  menghormati dan menghargai almarhum, sepakat dengan Uskup Ruteng, melepaskan almarhum dalam upacara kenegaraan di  halaman depan katedral Ruteng bersama sejumlah unsur pimpinan teras daerah, umat katolik dan guru- guru yang pernah dibentuk dengan pewartaan dan kepribadian pastor anak petani ini. Bupati Christian Rotok mengakui bahwa almarhum sangat pantas untuk dihormati melalui upacara kenegaraan karena berjasa bagi Manggarai. Penghargaan   khusus untuk almarhum,sesuai aturan daerah.

Mengenangnya

Jasa besar  almarhum sebagai fundator pendidikan Manggarai, wajib dikenang, bukan hanya oleh keluarga besar SVD,dunia pendidikan di Manggarai dan Umat Keuskupan Ruteng, tetapi juga oleh Pemerintah kabupaten  dan propinsi NTT serta Kemendikbud mewakili Pemerintah.Almarhum telah mengabdikan jiwa raganya untuk pendidikan, baik pendidikan dasar maupun pendidikan tinggi.Kecuali misa arwah dan upacara kenegaraan menjelang pemakamannya di tempat peristorahatan terakhirnya di tengah kampus STKIP Santu paulus Ruteng, semua pihak perlu menyiapkan dan membangun karya monumental abadi.Beliau mesti dikenang dengan pembangunan museum van Roosmalen,baik di tengah kampus yang pernah dibidaninya mapun tempat umum lainnya di kota Ruteng.Ini dimaksudkan untuk mensejarahkan dan mengabdikan perjuangan Pater van Roosmalen.Jika mimpi besar almarhum berupa peningkatan status STKIP menjadi sebuah universitas katolik kesohor di Indonesia Timur tercapai,kita semua dan anak cucu pasti bangga dan menjadi sebuah keniscayaan.,

Kraeng Roosmalen, sangat pantas disejarahkan.Karya kemanusiaan di bidang pendidikan di Manggarai dan keuskupan ruteng telah diabadikan. Pastor yang sangat ugahari ini adalah seorang futurelog, pemikir masa depan Manggarai.Keugahariannya dalam mengabdi mestinya dibathini oleh semua pihak, keluarga besar SVD, STKIP Santu Paulus Ruteng, Pemerintah Kabupaten dan umat bahkan rakyat Manggarai.Alasannya adalah karena sabda  yang diajarkannya  dan keteladanan yang ditunjukkannnya menginspirasi dan membentuk kepribadian kita semua serta mampu merubah sabda menjadi karya monummental pendidikan..

Keranjingannya membaca dan merawat lingkungan alam merupakan perintah dan amanat yang harus diikuti para guru di jagad Manggarai, teman dosen dan mahasiswa. Sekolah- sekolah di Kabupaten Manggarai, baik pendidikan dasar, menengah maupun lembaga pendidikan tinggi yang ada, untuk meneruskan semangat dan nilai- nilai pendidikan yang dirintis Pater van Roosmalen .

Menurut Ketua STKIP Ruteng,Romo Dr. Jhon Boylon, STKIP selalu disebutnya dalam doa, mendambakan lembaga pendidikan tinggi ini kelak menjadi universitas. Umat, teman dosen dan umat serta guru  di Manggarai dan keuskupan Ruteng digugat, mampukah mengnternalisasi pribadi yang mengagumkan dan tokoh yang luar biasa ini. Selembar songke Manggarai membungkus peti jenasah mengantar sang imam sejati diberikan ketua yayasan, Romo Gerardus Janur ,Pr.

Ia mencintai Manggarai bahkan kembali ke Bapa melalui tana Manggarai, di tengah kampus yang dibangunnya.Ketekunannya membaca sebagai perintah untuk semua dosen dan mahasiswa STKIP untuk terus- menerus melaksanakan tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran,penelitian dan pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat.Dengan STKIP Santu Paulus Ruteng harus menjadi Kraeng,bukan tamu ( meka) yang membangun Manggarai.Kraeng Roosmalen telah menjiwai apa yang dikatakan Albert Einstein bahwa dengan ilmu hidup menjadi mudah,dengan seni hidup menjadi indah,dan dengan agama hidup menjadi berarti, dan menurut  Abraham Lincoln , jadilah manusia yang mulia,suka menolong,dan berbuat baik,karena hal-hal itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lain.

Selamat jalan Sang Imam SVD sejati, pewarta sabda militan, dan sahabat pencinta ilmu.

Artikel Pendidikan

PERISTIWA PENDIDIKAN YANG  MEMILUKAN DAN MEMALUKAN

Empati Buat Sang Guru Ferdi Palma Jaul

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Dunia pendidikan Desember 2014 nyaris berujung kelabu. Ferdinandus  Palma Jaul, guru Olahraga SMPK Santu Fransiskus Ruteng, 18 Desember 2014 bersimbah darah. Dahi kirinya,(nabi menurut orang Mesir,Israel.Tiongkok dan India)  berdarah.Menurut berita sejumlah media, baik elektronik, koran maupun media online, dahi bagian kiri korban robek seukuran  jari telunjuk orang dewasa karena berusaha melerai perkelahian dua kelompok siswa SMP.

Ferdy  ditikam tatkala melaksanakan tugas dan harus menjadi korban ditengah naluri kemanusiaannya menolong, dibalas dengan tindakan tak terpuji seseorang remaja seusia anak   didiknya.Beruntung,ia selamat karena ditolong warga yang menyaksikan, dan  teman- teman seprofesinya langsung mengantarnya ke RSUD Ruteng.Pelaku, yang konon  adalah siswa salah satu SMP di kota Ruteng, melarikan diri tetap dalam pengejaran polisi, tetapi lima temannya langsung ditangkap.

Ferdi mendapat empati dunia pendidikan dan masyarakat  kota Ruteng. Pengorbanannya diperbincangkan, membayar dengan darahnya sendiri demi pendidikan di tengah ia dan keluarga besar SMPK Santu Fransiskus Ruteng serta masyarakat luas menyiapkan diri menyongsong kehadiran Sang Juru Selamat,   Natal 2014.

Ferdy tak menyesal sedikitpun  atas sebagaimana  ditulis media- media yang memberitakannya. Ia menghadapinya dengan kelembutan hati, sesuai benar dengan harapan Paus Fransiskus dalam kotbah Natal 2014 di Vatikan pentingnya kelembutan dan kehangatan menghadapi dunia dewasa ini. Media- media itu hanya menceritakan kronologis peristiwa dan endingnya hingga ia bisa  tiba di rumah sakit dan selamat.

Warga masyarakat sependapat dengan sikap sekolah katolik ini, yang melalui Kepala Sekolah Romo Ivan Selman, Pr, melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian Polres Manggarai  dan memintanya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.Finalisasinya kita tunggu.

Peristiwa yang menimpa keluarga besar SMPK Santu Fransiskus Ruteng sebagai peristiwa pendidikan yang memilukan dan memalukan.Peristiwa ini mengantar saya membuka kembali renungan harian katolik dalam Blog renungan pagi new spirit  , Senin, 22 Desember 2014 menulis renungan Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:46-56):”Suatu kali, seorang isteri ditanya oleh suaminya, “Hal apa yang paling membuatmu bahagia dalam hidup ini?” Jawab sang isteri, “Ketika aku bisa melahirkan anak-anak kita ke dunia!” Mendengar jawaban tersebut, sang suami langsung memeluk isterinya dengan mesra. Jawaban sang isteri mungkin tampaknya sebuah jawaban yang mudah. Namun, kalau kita mengingat kesulitan dan beratnya seorang ibu ketika mengandung dan melahirkan anaknya, kita baru bisa menyadari bahwa jawaban di atas adalah sebuah jawaban yang luar biasa, yang keluar dari kebesaran hati seorang ibu. Dalam dunia medis dan ilmu psikologi, sikap penerimaan seorang ibu terhadap bayi yang dikandungnya, kelak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan si bayi.”

Ferdy patut dihormati , berhasil menyelamatkan kelompok siswa dari pertikaian yang bukan tidak berujung pertumpahan darah terjadi, di luar rencana sekolah untuk rekoleksi dan pengakuan dosa.

Menghubungkan peristiwa ini dengan  Psikologi, perkembangan kepribadian sesorang dapat dipengaruhi  oleh keturunan ( nativisme),lingkungan (empirisme) dan konvergensi.Faktor keturunan merujuk pada faktor genetika.Faktor keturunan menjadi perhatian kita semua yang menyandang predikat sebagai orang tua.

Pastor Paroki Santu Nikolaus Golo Dukal Keuskupan Ruteng,Pater Johanes Djuang Somi,SVD dalam khotbah Natal 2014 menceritakan kepada umat katolik setempat  pentingnya suasana bathin orang tua terutama ibu ketika mengandung. Orang Israel menurut Pater Yan yang dibacanya dari sejumlah referensi,  pintar, kaya dan berhasil.Sebab, sewaktu Sang ibu mengandung, ia belajar hal- hal yang berkaiatan dengan matematika, bermain musik dan menyanyi serta mengkonsumsi ikan. Merokok adalah tabu.

Theori nativisme mengharuskan pendidikan  dimulai sejak konsepsi, sebab kehadiran anak bukanlah kebetulan tetapi direncanakan oleh kedua orang tua. Keduanya wajib menyatakan sikap saling mencintai,menunjukkan kelemahlembutan dan kehangatan.

Faktor lingkungan juga  berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian , di mana  berada dan bertumbuh serta  dibesarkan seperti antara lain norma  keluarga, teman, dan kelompok sosial. Hal ini bisa terjadi di tempat tinggal dan di sekolah serta masyarakat .Perjudian  dan kekerasan sosial lainnya sangat tidak kondusif untuk perkembangan seseorang. Pembiaran  terhadap tumbuh dan berkembangakrabnya anak dengan  hal- hal negatif, merusak mental anak.

Ferdi sebagi sosok guru profesional sebagaimana dikehendaki PP 74 tahun 2008 tentang Guru.Ia menunjukkan kompetensinya, bak seorang wanita dalam renungan new spirit , menyelamatkan peserta didiknya.

Kepribadiannya mesti dimiliki, dibathini oleh yang berpredikat guru, termasuk Kepala Sekolah dan pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas secara profesional. Tidak sebaliknya, mangkir dalam melaksanakan tugas bahkan tidak memahami tupoksi sehingga disebeut sebagai kelompok  guru yang bukan dirinya.  Pak Ferdy  dekat dengan peserta didiknya, berusaha berbicara dengan dua kelompok siswa SMP yang bertikai, bukan berbicara tentang  mereka.Ia sungguh seorang nabi bernubuat apa yang terjadi jika dibiarkan, dan   bertanggung jawab terhadap masa depan generasi muda peserta didik.

Pendidikan Karakter

Pendikar dicanangkan secara nasional sejak 2 Mei 2010. Fungsinya mengembangkan potensi peserta didik agar berhati, berpikiran dan berprilaku baik, memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur, dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.Seluruh aktivitas pembelajaran, karkateristik unik siswa harus dibentuk..Karakter sebagai nilai-nilai yang unik-baik, terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku.

18 nilai karakter wajib dikembangkan di sekolah,bersumber dari agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional, Nilai-nilai itu  adalah  jujur,toleransi,disiplin,kerja keras,kreatif,mandiri,demokratis,rasa ingin tahu, semangat kebangsaan,cinta tanah air,menghargai prestasi,bersahabat/komunikatif,cinta damai,gemar membaca,peduli lingkungan,peduli sosial,tanggung jawab, dan religius.
Pendidikan anak menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah dan masyarakat, karenanya pendidikan karakter  bagi peserta didik adalah  keniscayaan yang harus dicontohi, tidak sekadar verbalistis.Peristiwa pendidikan yang menimpa Pak Ferdy membuktikan bahwa implementasi pendikar belum optimal , belum internalisasi sebagai sebuah kebutuhan.

Kata-kata  bijak Dorothy Law Nolte  wajib dimaknai. Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi,jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri,jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan,jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri,jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Pendidikan di Indonesia sebagaimana diatur dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 menuntut peserta didik untuk wajib menjaga norma-norma pendidikan agar terjaminnya keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan, adalah harga mati.Wujudnya adalah tata tertib yang disusun dan berlaku di masing- masing satuan pendidikan yang wajib ditaati oleh semua warga sekolah sebagai kebutuhan sosial manusia agar tercipta  rasa aman sesuai Teori Kebutuhan Abraham Maslow.

Kosmas Takung

Email kosmastakung@ymail.com,HP 081339469828

Alamat RT 020 RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

Artikel

 

KURIKULUM 2013 DAN NEOKOLONIALISME PENDIDIKAN

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Pernyataan Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT, Drs. Piter Sinun Manuk yang dimuat Flores Pos,edisi Kamis, 11 Desember 2014 Nomor 78 Tahun XV pada halaman pertama bahwa Kurikulum 2013 tidak serta merta dihentikan begitu saja, saya Setuju dan sepakat dengan Kadis Piter Sinun Manuk dengan argumentasi yang saya dapat dari sejumlah referensi hukum – hukum pendidikan Pencinta pendidikan seantero NTT, sepakat dan menyetujui  supaya Kurikulum 2013 harus tetap dipertahankan.Argumentasi utama  diteruskannya Kurikulum 2013 adalah pemberlakuannya dengan sebuah Permendikbud 81a tahun 2013 tentang Permendikbud Tentang Implementasi Kurikulum Pasal 1 Implementasi  kurikulum  pada  SD/MI, SMP/MTs,  SMA/MA,  dan  SMK/MAK  dilakukan  secara  bertahap mulai TP 2013/2014, sedangkan penghentiannya hanya dengan SE Mendikbud, Anies Baswedan, dan langsung ke sekolah-sekolah.PP Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17  Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan, dikangkangi dengan tidak   mengakomodir peran Gubernur dalam mengelola pendidikan di provinsi.

Sisi lainnya  adalah bahwa  walaupun kurikulum ini adalah juga KTSP yang  baru tahun ke dua pelaksanaannya secara nasional, semakin banyak guru,kepala sekolah serta pengawas sekolah mampu meningkatkan kompetensinya,memenuhi amanat UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,PP 74 Tahun 2008 tentang Guru , Permenegpan & Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya serta Permenegpan & Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya melalui Penilaian Kinerja Guru. Pendekatan pembelajaran dalam Kurikulum 2013,, scientific, yang mengandung unsur 5 M (mengamati,menanya,mengumpulkan informasi, mengasosiasi; dan mengkomunikasikan.) merupakan ciri pendekatan  kurikulum ini sungguh menjawab kebutuhan masyarakat akan lahirnya generasi cerdas yang bisa tahu diri, bersosialiasasi melalui penguasan pengetahuan dan ketrampilan, penilaian diri dan sesama/ antar teman.

Neokolonialisme pendidikan

Kurikulum yang diintrodusir pemerintah, dipercayai sebagai sebuah karya besar yang tentu telah dikaji secara profesional – reflektif, ilmiah, dan bukan tidak mungkin  menggunakan biaya serta tenaga yang tidak sedikit.Karya besar ini menjawab keinginan masyarakat untuk memiliki generasi muda yang survive,  dan kompetitif dengan generasi muda negara  tetangga atau dunia di bidang pengetahuan, ketrampilan dan sikap sosial dan spiritual. Sebab tujuan negara Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan  bangsa Indonesia . Persoalan serius yang  semestinya dilanjutkan oleh pemerintah sekarang  c.q. Kemendikbud sekarang bukannya menghentikan Kurikulum 2013 tetapi memenuhi regulasi- regulasi yang telah ditetapkan seperti antara lain  UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PP 74 tahun 2008 tentang Guru,Standar Nasional Pendidikan sebagaimana disyaratkan dalam PP 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sejumlah Permendiknas produk KTSP tahun 2006, PermenegPan dan RB, SE Bersama sejumlah Menteri, Permendikbud Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang SPM Dikdas.

Tentang SNP yakni  SI, SKL,Proses, PTK,Penilaian, Sarana prasarana, Pembiayaan, masih berupa aturan hukum yang belum dilaksanakan secara penuh.Membuktikannya, bisa dilihat Hasil UN yang dikeluarkan Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud atau hasil EDS online  Siap Padamu Negeri Tahun 2013.Demikian juga Permendikbud Nomor 23 tahun 2013 tentang Perubahan atas Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang SPM Dikdas,kurang diperhatikan, baik oleh pemerintah kabupaten/ kota maupun satuan- satuan pendidikan.

Permendikbud ini antara lain menyatakan bahwa setiap  SD/MI  tersedia  2  (dua)  orang  guru  yang  memenuhi  kualifikasi akademik  S1  atau  D-IV  dan  2  (dua)  orang  guru  yang  telah  memiliki sertifikat pendidik, di  setiap  SMP/MTs  tersedia  guru  dengan  kualifikasi  akademik  S-1 atau  D-IV  sebanyak  70%  dan  separuh  diantaranya  (35%  dari keseluruhan  guru)  telah  memiliki  sertifikat  pendidik,  untuk  daerah khusus masing-masing sebanyak 40% dan 20%, setiap  SMP/MTs  tersedia  guru  dengan  kualifikasi  akademik  S-1  atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk  mata  pelajaran  Matematika,  IPA,  Bahasa  Indonesia,  Bahasa Inggris, dan Pendidikan Kewarganegaraan,setiap  kabupaten/kota  semua  kepala  SD/MI  berkualifikasi  akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik,setiap  kabupaten/kota  semua  kepala  SMP/MTs  berkualifikasi  akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik. Pasal 6 SPM  pendidikan  merupakan  acuan  dalam  perencanaan  program  dan penganggaran pencapaian target masing-masing daerah kabupaten/kota.,(2)  Perencanaan  program  dan  penganggaran  SPM  pendidikan  sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (1)  dilaksanakan  sesuai  dengan  pedoman/standar teknis yang ditetapkan,(3)  Target pencapaian pelayanan dasar bidang pendidikan harus tercapai pada akhir tahun 2014.

Aturan –aturan ini sungguh dibutuhkan masyarakat, tetapi sialnya implementasinya masih belum optimal bahkan tidak diperhatikan.Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT, Drs.Piter Sinun Manuk pernah menceriterakan bahwa ada Kepala Daerah di NTT yang apatis bahkan tidak menghadiri rakor  pendidikan padahal diundang oleh Gubernur NTT.Kemasabodohan kepala daerah seperti ini bukan tidak mungkin akan tidak mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan di daerahnya.Daerah kepulauan seperti NTT, sangat penting untuk selalu berkoordinasi dan duduk bersama membangun pendidikan bumi Flobamora.

Produk- produk hukum pendidikan yang diarsiteksi dan didesain para pakar pendidikan dan politisi, jika hanya sekedar kalimat- kalimat indah di atas kertas, dan tidak diawasi pelaksanaannya, adalah bentuk neokolonialisme pendidikan karena hanya untuk kepentingan para pemikir dan  kelompok tertentu  dan implementasi produk- produk hukum itu justru menjadi sebuah masa adventus panjang bagi paserta didik dan orang tua yang mendambakan pendidikan sebenarnya  dengan tujuan sebagaimana dinyatakan UU Nomor 20 Tahun 203 yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Kurikulum 2013 mengoptimalkan kompetensi guru untuk menunjukkan sikap ilmiah dalam pembelajaran yang bercirikan pendekatan scientific dan  PKB untuk aktif dalam aktivitas- aktivitas wadah profesi untuk PD, PI dan KI.

Mempertahankan kurikulum 2013 haruslah berargumentasi seperti ini, dasar hukum dan mempertahankan kebebasan ilmiah guru demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional.Pendidikan berkaitan manusia, peserta didik,  bukan sebagai kelinci percobaan  para cendekiawan dan politisi yang melahirkan konsep dan kebijakan brilian tetapi tidak merakyat.

K13 jangan dihentikan, perbaiki  dan implementasikan regulasi- regulasi pendidikan. Semua pihak perlu segera kritisi untuk segera selamatkan anak didik generasi penerus bumi Flobamora, bahkan bumi pertiwi. Itu saja.

Kosmas Takung

HP 081339469828

kosmastakung@ymail.com

Koordiantor Pengawas ( Korwas Manggarai)

Rt 020 RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

IN MEMORIAM K13 DAN RUMAH BELAJAR NTT
Oleh

Kosmas Takung
Korwas Manggarai
Memaknai Program Gong Belajar Pemerintah Provinsi NTT sebagai gerakan moral yang berupaya membangun kesadaran berbagai pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pengasramaan,pengendalian jam belajar serta reward bagi guru berprestasi, menjadikan NTT sebagai rumah belajar ideal kegiatan pendidikan dan pembelajaran.Sebagai rumah belajar, semua pihak terhindar dari rationalisasi esensi pendidikan.Artinya bahwa semua sepakat, hanya dengan pendidikan yang berkualitas, generasi NTT ke depan terhindar dari predikat minor yang menegatifkan tanah tumpah darah rakyat Flobamora. Gong Belajar adalah implementasi dari PP Nomor 17 Tahun 2010 yang diperbarui dengan PP 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan Bagian Ke tiga Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Provinsi Pasal 17 Gubernur bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional di daerahnya serta merumuskan dan menetapkan kebijakan daerah bidang pendidikan sesuai kewenangannya.
Sebagai Rumah Belajar, semua warga NTT perlu mengetahui bahwa hingga minggu ke 2 Desember 2014, umumnya sekolah- sekolah menyelenggarakan UAS r Ganjil TP 2014/2015,diikuti pembagian raport .Walaupun Kurikulum 2013 yang baru enam bulan pelaksanaannya di NTT akan berakhir menyusul SE Mendikbud 5 Desember 2014 . Nomor : 179342/MPK/KR/2014
perihal Pelaksanaan Kurikulum 2013 dimana akan dihentikan bagi sekolah yang baru melaksanakannya satu semester, tetapi melanjutkannya bagi sekolah- sekolah yang telah melaksanakannya 3 semester, masyarakat tetap perlu mengetahuinya.
In memoriam K13 walau usianya hanya sebentar, sekilas wajahnya perlu diketahui , berkaitan dengan implementasi Pemendikbud 104/2014 tentang Penilaian Hasil Belajar Peserta didik dengan penskoringan yang selama ini dikenal dengan angka 1-100 atau 1-10 dirubah menjadi 1-4 untuk pengetahuan dan ketrampilan di mana Sangat menguasai 4,menguasai 3,Cukup menguasai 2, dan Kurang menguasai 1, sedangkan untuk nilai sikap adalah Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K). Sesuai Permendikbud 81a Tahun 2014, penilaian jenis ini hanya untuk siswa kelas 1,2, 4, dan 5 SD, kelas 7 dan 8 SMP/MTS, serta kelas 9 dan 10 untuk tingkat SMA/MA, dan SMK.Sehingga masyarakat terutama orang tua siswa tidak kaget jika rapor anaknya memuat hasil belajar dengan penilaian 1-4. Pelaksanaan UAS ini perlu didorong oleh semua pihak untuk dilaksanakan dengan berhasil karena nilai yang diperoleh ternyata berpengaruh,sebagai salah satu yang menentukan kelulusan UN Peserta didik dengan merujuk sejumlah regulasi tentang Kriteria Kelulusan UN selama ini .
Mengacu pada Edaran Mendikbud 5 Desember 2014, maka khusus NTT, hanya 50 sekolah yang terus menerapkan Kurikulum 2013, terdiri dari 26 SD,15 SMP,7 SMA, dan 2 SMK, tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS dan TTU. Tentang hal ini, setidaknya Gubernur NTT dalam waktu singkat akan mengundang para Bupati/ Wali Kota untuk membicarakannya lebih matang, menyiapkan sekolah- sekolah dan madrasah di NTT menghadapi perubahan ini.
NTT 2014
Wajah pendidikan Bumi Flobamora sepanjang tahun 2014, setidaknya dari hasil UN 2014 , disebut pemerintah Provinsi NTT sebagai lebih baik dari tahun sebelumnya.Kebanggan ini tentu membandingkan hasil UN 2013 dengan 2014.
Puspendik Kemendikbud telah mengumumkan Analisis Hasil UN Tahun 2014 tingkat SMP, SMA, dan SMK semua satuan pendidikan di Indonesia. Data ini diharapkan sudah dimiliki semua sekolah dan Dinas Pendidikan masing- masing kota/Kabupaten untuk segera dipelajari mengingat SKL UN tahun 2013-2015, sama, sesuai Peraturan BSNP Nomor 0019/P/BSNP/XI/2012 tanggal 20 November 2012 tentang Kisi- kisi UN Untuk Satuan Dikdasmen Tahun Pelajaran 2012/2013 (3) serta Peraturan BSNP Nomor 0027/P/BSNP/IX/2014 tanggal 30 September 2014 tentang Kisi- kisi UN Untuk Satuan Dikdasmen Tahun Pelajaran 2014/2015.
Hasil UN 2014 tingkat SMP NTT tahun 2014 disebutkan bahwa rerata ketercapaian penguasaan materi mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang membaca data/ nonteks adalah 70,92% di bawah Nasional 77,69, yang tahun sebelumnya 60.22 NTT dan nasional 71.50,membaca pemahaman berbagai karya sastra hanya 70,80 di bawah nasional 72,15,dan tahun sebelumnya NTT 65.26,, dan nasional 71.32, membaca pemahaman berbagai teks sastra 69,98 di bawah nasional 67,32,yang sebelumnya NTT 60.65 di bawah nasional 70.06,menulis berbagai teks nonsastra 69,50 di bawah nasional 68,36,dan tahun sebelumnya NTT 52,65 sedangkan nasional 75.74 tetapi untuk menulis berbagai teks sastra NTT berada di atas nasional 75,29 sedang nasional 69,31, dan menyunting teks nonsastra NTT 66,14 di atas nasional yang hanya 63,85, sedangkan tahun sebelumnya 49.75 NTT, dan Nasional 55.92.
Matematika,materi Operasi Bilangan Aritmatika Sosial, barisan/ deret,Unsur-unsur/ Sifat-sifat bilangan datar( dimensi dua), Unsur- unsur/ sifat bilanagn datar( dimensi tiga),Statistik Penyajian data dan ukuran pemusatan serta Konsep Teori Peluang, yakni masing-masing 49,23,54,60,50,18,45,31, dan 48,45 semuanya di bawah nasional, yakni 61.32,62.42,60.58, 58.01, dan 60.44.Membandingannya dengan hasil UN 2013, prestasi tahun 2014 sebenarnya bervariasi karena untuk materi yang sama, capaiannya adalah 51.26, 40.28,41.63,59.66,41.69 untuk NTT, sedangkan nasional 61.11,54.95,50.92,66.71, dan 53.09.
IPA untuk materi Fisika Alat Ukur, Zat dan Kalor, Dasar- Dasar Mekanika , Bunyi dan Cahaya, Mengenal Listrik serta Tata Surya, NTT memperoleh rerata masing-masing 63.63,53.71,59.93,40,82,51.87, dan 34.87 di bawah nasional yang mencapai 77.18,67.41,67.76,61.26,62.41, dan 55.79. Tahun 2013 untuk materi yang sama, capaian NTT adalah 53.77,49.12,50.28,51.38,41.03,48.58,46.98,40.77,43.08,73.78,71.60,59.98,46.67, dan 46.85, sedangkan nasional 62.55,62.97,55.42,59.37,57.65,61.51,64.63,51.06,56.14,76.88,77.71,57.66,56.98, dan 53.23.
Bahasa Inggris, Memahami Informasi dan Teks Tunggal, Memahami Informasi dan teks Tulis/ Wacana, Melengkapi Teks Rumpang ( Teks yang tidak lengkap) serta Menyusun Kata dan Kalimat Acak masing-masing memperoleh rerata 55.54, 57.91,57.77, dan 52.63 di bawah nasional 66.33,66.07,61.72 dan 61.97.Capaian ini terlihat bervariasi perubanhannya dibanding dengan hasil 2013, yakni NTT 55.11,51.04,45.44, dan 50.82, sedangkan nasional 61.96,55.70,50.45, dan 62.54.
Rerata UN SMP NTT tahun 2014 adalah 5,81 di bawah nasional 6.52 bahkan jauh di belakang Papua 6.75, sedangkan rerata NS 8.21 di atas nasional yang hanya 8.17 serta di atas Papua yang hanya 7.95.
Membandingkannya dengan rerata UN tahun 2012/2013, rerata UN 2014 jauh lebih baik karena meningkat,yakni 5.28 menjadi 5.81, dan NS melonjak dari 7.97 menjadi 8.21.
Tingkat SMA, tahun 2013 Juruan Bahasa, rerata UN adalah 6.00, dan tahun 2014 5.71, sedangan US adalah 8.33 menjadi 8,46. IPA, rerata UN 2013 adalah 5,58, dan tahun 2014, 4.92, sedangkan US tahun 2013 adalah 8.30, dan 2014 naik menjadi 8.42.Jurusan IPS, tahun 2013, rerata US adalah 8.27 dan tahun 2014 adalah 8.37.
Tingkat SMK, rerata US tahun 2013 adalah 8.02 sedangkan tahun 2014 adalah 8.05, sementara rerata UN tahun 2013 adalah 5.86 dan tahun 2014 5.60.
UN 2015 tetap menjadi harapan,prestasi terus membaik, pendidikan NTT mendapat tempat terhormat , Gong Belajar menggema menjadikan Flobamora sebagai Rumah Belajar.
********************************

Kosmas Takung
kosmastakung@ymail.com
HP 081339469828
RT 020 RW 003 Kelurahan Golo Dukal Kec.Langke Rembong Manggarai

Artikel

UN 2015, GURU DAN PGRI

Oleh

Kosmas Takung

Korwas Manggarai

Dikeluarkannya Permendikbud Nomor 144 Tahun 2014 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dan  Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Dan UN Tahun 2015 ,idealnya harus menjadi isu paling seksi di dunia pendidikan di Indonesia beberapa bulan ke depan hingga  pelaksanaan Ujian Nasional 2015.Khusus untuk NTT, baik ,pemerintah provinsi, Kabupaten/ Kota, sekolah dan masyarakat, regulasi yang dikeluarkan 14 Oktober 2014, merupakan masukan sangat berarti dan adalah waktunya sekarang untuk dijadikan sebagai moment strategis untuk retrospeksi sejauhmana komitmen masa silam dan yang akan dilakukan sehingga anak- anak sekolah yang dipatri sebagai  pemimpin masa depan, tidak menangis bahkan stress tatkala gagal dalam Ujian Nasional yang penyelenggaraannya biasanya selama sepekan.Bagi yang bernurani, kegagalan anak-anak dalam Ujian Nasional adalah sebuah kesalahan yang harus perlu segera diperbaiki sebelum para siswa yang gagal karena kekuarangaanperhatian kita yang menyebut diri sebagai orang tua dewasa dengan segala macam gelar akademik, jabatan dan status sosial,mengutuki  kebijakan dan komitmen serta kompetensi yang tidak optimal ditunjukkan.

Sepintas, regulasi kelulusan UN 2015 mengandung sikap optimisme semua pihak, terutama sekolah karena  kriterianya menjadi 50:50. Mengutip Permendikbud ini, Pasal 4 (5a) Rata-rata nilai rapor dengan bobot 70%: 1) Semester  I  sampai  dengan  semester  V    pada  SMP/MTs,  SMPLB,  dan Paket B/Wustha; 2) Semester  III  sampai  dengan  semester  V  pada  SMA/MA,  SMALB, SMK/MAK, dan Paket C;3) Semester  I  sampai  dengan  semester  V  bagi  SMP/MTs  dan  SMA/MA yang menerapkan SKS; b.  Nilai Ujian S/M/PK dengan bobot 30%;( 2)  NA  merupakan  gabungan  Nilai   S/M/PK  dan  Nilai  UN  dengan  bobot   50% Nilai S/M/PK dan   50% Nilai UN.Dengan demikian porsi Ujian sekolah dan Ujian Nasional menjadi imbang, meningkat dibanding tahun- tahun sebelumnya yang hanya 40:60.

Menyimak keterangan Kepala Dinas PPO Provinsi NTT , Drs.Piter Sinun Manuk dalam berbagai kesempatan bahwa prosentasi kelulusan UN beberapa tahun terakhir di NTT terus membaik hingga 30 besar bahkan menembus 20 besar, jauh dari sekadar tradisi yang hanya mengawal posisi buntut.Sikap optimis Kepala Dinas Piter Sinun Manuk  perlu diikuti dengan tindakan nyata dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, organisasi sosial dan politik termasuk orang tua bahkan para siswa peserta Ujian nasional sendiri.

Diskusi dalam berbagai kesempatan. para Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT  dan pengawas sekolah kabupaten/ kota,sepakati  bahwa langkah awal yang segera dilakukan sejak dikeluarkannya Permendikbud ini adalah masing- masing satuan pendidikan dan pemerintah kabupaten/kota  merencanakan bedah SKL yang termuat dalam  lampiran Permendikbud dimaksud serta Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0019/BSNP/XI/2012 tentang Kisi- kisi Ujian Nasional Untuk Satuan Pendidikan  Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2012/2013 tanggal 20 November 2012.

Bedah SKL  merupakan salah satu upaya mempersiapkan para siswa peserta Ujian Nasional dan sekolah menghadapi Ujian  upaya untuk tidak  membiarkan sekolah berjalan sendirian. Pemerintah provinsi, kabupaten/kota juga harus sigap dengan menyiapkan kebijakan- kebijakan pendidikan yang tepat dan ontime antara lain sosialisasi berlapis berupa spanduk, baliho UN, mendampingi wajah para politisi.Tentang hal ini, secara jujur dikatakan bahwa pengalaman menunjukkan bahwa sosialisasi UN masih kalah bersaing dengan sosialisasi diri para politisi merebut hati rakyat.Menjelang UN,seminar dan lokakarya lebih mencari solusi strategis merebut hati peserta Ujian Nasional, bersamaan dengan diskusi kehebatan program- program pendidikan yang telah dirasakan, yang bukan tidak mungkin kurang familiar di dunia peserta UN.Semua pihak aktif mendiskusikan upaya- upaya untuk menang dan berhasil dalam Ujian Nasional berupa meningkatnya prosentasi kelulusan yang dilihat dari NA dan akan  lebih bergengsi adalah lulus dengan hasil UN yang memenuhi bahkan di atas standar minimal kelulusan.

Bagi masyarakat wajib mengawali regulasi ini sebagaimana yang diperintahkan UU Sisidiknas Nomor 20 Tahun 2003 Bagian Ketiga Hak dan Kewajiban Masyarakat Pasal 8 Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan dan Pasal 9 Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.Masyarakat tidak hanya menunggu hasil akhir melalui pengumuman hasil Ujian Nasional tetapi mengawal seluruh aktivitas guru di sekolah seperti kehadiran para guru yang harus mengajar 24-40 jam pelajaran seminggu yang berarti guru wajib ada di sekolah selama 4-7 jam pelajaran di sekolah, tidak berkeliaran di pasar atau di luar sekolah pada hari- hari efektif pembelajaran. Guru menyatakan kompetensi- kompetensinya dengan menampilkan kompetensi kepribadian berupa antara lain ketekunannya beribadat sesuai ajaran agama yang dianut, jujur , bertanggung jawab; kompetensi sosial antara lain mudah bersosialisasi,hospitalitas; dan kompetensi paedagogis antara lain senang mengajar; sedangkan kompetensi  profesional menguasasi ilmu yang diajarkan, mengajarkan kebenaran- kebenaran ilmiah. Hal yang sama wajib ditunjukkan seorang Kepala Sekolah

Semua pihak perlu merasa malu  karena nilai UN rendah, siswa-siswa tidak lulus, kebijakan pendidikan yang hanya melahirkan sebahagian  generasi muda yang hanya menonton orang luar membangun NTT seperti membuat dan menjual bakso,sol sepatu serta  membuka usaha kecil menggoreng dan menjual kue pisang serta mebuka warung makan.

Jika  masing- masing kabupaten /kota  di NTT  malu dengan mutu pendidikan yang telah kita hasilkan selama ini dan bukan tidak mungkin telah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit  ,kredibilitas masyarakat, membaik, dan terhindar dari umpatan dan gugatan  generasi muda yang  frustrasi, stress karena gagal dalam UN.

Adalah kewajiban  semua pihak mengawal penerapan sejauh mana norma- norma dan hukum pendidikan membumi di kabupaten/kota di seantero NTT seperti sebagaimana      PP  RI Nomor 38 / 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan  Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, PP 19 Tahun 2005 dan PP 32 Tahun 2013 tentang Perubahan PP 19 / 2005 tentang SNP , bahkan SPM sebagaimana diatur dengan Permendikbud Nomor 23 / 2013 tentang Tentang  Perubahan  Atas  Peraturan  Menteri  Pendidikan Nasional  Nomor  15  /  2010  Tentang  SPM Pendidikan Dasar Di Kabupaten/Kota. Belum lagi gaji guru yayasan dan komite jauh di bawah UMP  NTT Tahun 2014 sebesar Rp 1.150.000?Sebuah utopia.

Jujur disebutkan bahwa SNP pada satuan- satuan  pendidikan di NTT, dengan tidak mengecuilkan hasil EDS Online Padamu Negeri 2013, jauh dari yang diharapkan.Mengacu pada PP 38 Tahun 2007, pemerintah kabupaten/ kota  sehariusnya berhak menutup satuan pendidikan yang tidak menjawab visi misi pemerintah Kabupaten/ Kota.

Berkenaan dengan  HUT Guru dan PGRI yang ke- 69 tahun 2014  tanggal 25 November  yang kegiatannya antara lain adalah  Kampanye Pendidikan Bermutu,wadah profesi guru ini juga perlu berkontribusi memajukan pendidikan di NTT dengan melakukan aktivitas- aktivitas kemanusiaan dan paedagogis yang mampu meningkatkan prosentasi dan kualitas UN  2015. Niscaya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.